Nia Dinata Sebut Perfilman Dokumenter Indonesia Semakin Maju

Purba Wirastama    •    13 Maret 2018 09:55 WIB
nia dinata
Nia Dinata Sebut Perfilman Dokumenter Indonesia Semakin Maju
Nia Dinata (Foto: Dok. CR)

Jakarta: Produser dan sutradara Nia Dinata menyebut iklim perfilman dokumenter di Indonesia sudah semakin maju dalam beberapa tahun terakhir. Dia sendiri aktif dalam sejumlah proyek lokakarya dan produksi dokumenter.

"(Dokumenter) sudah bagus banget. Saya sendiri bikin banyak workshop film dokumenter, Project Change. Itu sudah masuk ke Berlin Film Festival, masuk ke mana-mana," kata Nia saat ditemui di Plaza Senayan Jakarta, Senin, 12 Maret 2018.

Nia mendirikan Yayasan Kalyana Shira pada 2007 dengan fokus terhadap penggunaan film sebagai media promosi kesetaraan gender dan kebebasan ekspresi. Tahun berikutnya, Nia dan Kalyana Shira membuat program lokakarya dan produksi film dokumenter dengan nama Project Change.

Beberapa dokumenter hasil proyek ini antara lain Tanah Mama (Asrida Elisabeth), Nona Nyonya (Lucky Kuswandi), Ulfie Pulang Kampung (Nazyra C Noer, Daud Sumolang), dan Nyalon (Ima Puspita Sari).

Nia juga menyebutkan Festival Film Dokumenter yang berbasis di Yogyakarta sebagai salah satu tolok ukur kemajuan dokumenter Indonesia. Festival ini diadakan rutin setiap tahun sejak 2002 dan menjadi festival film dokumenter pertama di Indonesia dan Asia Tenggara.

"Secara internasional, Jogja sudah menjadi pusat film dokumenter dunia karena setiap Desember, ada festival film dokumenter internasional. Semua pembuat film dokumenter dari dunia datang ke Jogja," tukas Nia.

Nia telah aktif membuat film panjang setidaknya sejak awal 2000-an. Sejumlah film panjang yang dia tulis dan arahkan adalah Ca Bau Kan (2001), Arisan! (2003), Berbagi Suami (2006), Arisan! 2 (2011), dan Ini Kisah Tiga Dara (2016). Dia juga menulis dan memproduksi sejumlah film lain.

Film terbaru Nia adalah Kenapa Harus Bule? yang digarap bersama sutradara Andri Cung.


Lihat video:




(DEV)

Seksisme dan Biduan Dangdut

Seksisme dan Biduan Dangdut

1 week Ago

Unsur seksisme bahkan lekat dengan profesi pedangdut ini. Seksisme merupakan penghakiman, prasa…

BERITA LAINNYA