Produser Mau Jadi Apa? Curhat soal Kebingungan Masa Muda

Purba Wirastama    •    18 November 2017 17:09 WIB
film indonesia
Produser Mau Jadi Apa? Curhat soal Kebingungan Masa Muda
Produser Chand Parwez Servia (tengah) bersama Soleh Solihun dan tim film Mau Jadi Apa (Foto: Metrotvnews/Purba)

Jakarta: Produser Chand Parwez Servia menyebut bahwa kisah seperti dalam film Mau Jadi Apa? merupakan situasi yang dialami banyak orang dan sudah sering diceritakan. Dia juga mengakui pernah menemui hal serupa sewaktu muda.

"Kita mengenal kisah-kisah seperti itu, seperti di Mau Jadi Apa?, banyak sekali," kata Parwez usai penayangan Mau Jadi Apa? khusus pers di Epicentrum XXI, Jakarta.

"Banyak film bercerita tentang 'from zero to hero'. Tapi di sini ada hal berbeda, mungkin seperti di film 3 Idiots, tapi ini enam orang. Yang menarik, apa yang diceritakan Kang Soleh di sini, orang-orang aslinya memang ada," lanjutnya.

Mau Jadi Apa? adalah film cerita garapan sutradara Soleh Solihun dan Monty Tiwa. Kisahnya  merupakan dramatisasi atas sepenggal kehidupan kuliah Soleh di Bandung pada akhir era 1990. Tokoh serta karakter dalam film diangkat dari kawan-kawan asli Soleh waktu kuliah, seperti Ronal Surapradja serta Rifky Indrapraja, yang kini menjadi copywriter.

Fokus cerita film adalah kebingungan Soleh dan lima sahabat dalam memilih jalur profesi di masa depan, kendati sudah sekian semester berkuliah. Tak ingin lulus tanpa karya, mereka membuat majalah hiburan pertama di lingkup kampus dan bersaing dengan majalah politik serius yang lebih dulu populer.

Menurut Parwez, kelahiran 1959, dirinya juga mengalami kebimbangan serupa begitu lulus SMA.

"Saya ingat, dulu waktu lulus SMA, saya bingung mau jadi apa. Apa jadi pedagang, pendidik, atau orang kreatif? Pilihan kan cuma itu. Itu adalah hal yang selalu muncul, akhirnya saya ikut psikotes untuk mencari jawaban, apa yang cocok buat saya," tutur Parwez.

"Jawabannya, produser," lanjutnya berkelakar.

Mau Jadi Apa? diproduksi Starvision Plus dan Millenia, rumah produksi anak grup Mizan. Sebelumnya, Mizan lebih dulu menerbitkan buku memoar Soleh berjudul sama. Menurut Soleh, judul ini merupakan usulan Parwez. Judul awal yang diberikan Soleh, 'Si Macan Kampus', dianggap terlalu tua.

"Saya baru sadar itu judul yang catchy dan benar, mewakili isi cerita film ini, karena ini soal pencarian jatidiri anak muda yang merasa tersesat di kampus (Unpad) Jatinangor, enggak tahu passion (semangat) apa yang mau dikerjakan," ujar Soleh.

"Pada akhirnya, ketika mengerjakan yang dicintai, ketemu jawaban dari passion, ketemu jawaban dari (pertanyaan) 'mau jadi apa'," imbuhnya.

Mau Jadi Apa? dijadwalkan rilis di bioskop pada 30 November 2017.

 


(ELG)