HOOQ Gelar Sayembara Berburu Naskah Serial TV untuk Diproduksi

Purba Wirastama    •    04 Juni 2018 20:16 WIB
streaming film
HOOQ Gelar Sayembara Berburu Naskah Serial TV untuk Diproduksi
Jumpa pers sayembara Hooq mencari naskah serial TV (Foto: Medcom.id/Purba Wirastama)

Jakarta: HOOQ kembali mengadakan kontes penulisan naskah serial televisi dalam tajuk HOOQ Filmmakers Guild. Enam naskah terpilih akan mendapat sokongan USD30 ribu atau sekitar Rp400 juta sebagai dana produksi untuk membuat episode pilot atau contoh. 

Ini merupakan kontes musim kedua setelah HOOQ sukses mengadakan kontes perdana tahun lalu, yang sebagian besar submisinya datang dari Indonesia. Pada musim pertama, ada enam naskah terpilih dan episode contohnya telah dirilis. 

Keenam finalis tahun lalu adalah How to Be A Good Girl dan Haunt Me (Singapura), Aliansi dan Heaven and Hell (Indonesia), serta Suay (Thailand). Episode pemenang adalah Bhak (India), yang akan dikembangkan menjasj serial penuh sepanjang 4-13 episode. 

Sama seperti tahun lalu, kontes musim kedua ini digelar hanya untuk lingkup tujuh negara Asia Tenggara, termasuk Indonesia, serta India. Submisi naskah dan treatment telah dibuka sejak 14 Mei lalu dan akan ditutup pada 31 Juli 2018. 

"Tahun lalu cukup sukses, 500 (peserta) yang memasukkan dari berbagai negara dan dari Indonesia, ada dua naskah terpilih," kata Guntur Siboro, country manager HOOQ untuk Indonesia, dalam jumpa pers di kawasan Karet Tengsin Jakarta, Senin, 4 Juni 2018.

Penjurian akan dilakukan selama Agustus dan melibatkan para sineas dari kedelapan negara. Juri Indonesia adalah penulis-sutradara Mouly Surya. Pada awal September, naskah terpilih akan melakukan presentasi di depan panel juri lokal masing-masing sebagai seleksi enam finalis. 

Lalu ada proses pengembangan naskah selama sebulan dan waktu produksi episode contoh selama enam pekan. Episode contoh akan dirilis oleh Hooq pada Februari 2019.

Menurut Head of Brand and Communication HOOQ Allison Chew, kebanyakan submisi tahun lalu adalah naskah dengan genre drama, komedi, dan laga. Sementara untuk horor, masih sangat sedikit. 

"Paling populer adalah drama. Untuk Indonesia, banyak orang mencoba laga dan komedi. Sangat sedikit submisi untuk horor," ujar Allison.

Mereka menargetkan tahun ini akan menerima 750-an naskah dari delapan negara. Detail kompetisi dapat disimak lebih lanjut di laman resmi HOOQ. 

 


(ASA)

Tashoora, Invasi Berbahaya Sekstet dari Yogyakarta

Tashoora, Invasi Berbahaya Sekstet dari Yogyakarta

13 hours Ago

Dalam musik yang energik sekaligus kontemplatif yang diramu Tashoora, terlantun lirik-lirik pui…

BERITA LAINNYA