Dua Film Indonesia yang Mulai Tayang Pekan Ini

Purba Wirastama    •    21 Desember 2017 19:13 WIB
Dua Film Indonesia yang Mulai Tayang Pekan Ini
Potongan adegan Ayat-ayat Cinta 2 dan Susah Sinyal (Foto: YouTube)

Jakarta: Film Susah Sinyal dan Ayat-ayat Cinta 2 telah diputar di bioskop mulai hari ini, Kamis 21 Desember 2017. Kedua film dibuka di 221 dan 285 layar.

Lalu ada enam film lain yang masih beredar. Ada 5 Cowok Jagoan: Rise of the Zombies (pekan ke-2), Chrisye dan Satu Hari Nanti (pekan ke-3), Mata Batin (pekan ke-4), Keluarga Tak Kasat Mata (pekan ke-5), serta Molulo: Jodoh Tak Bisa Dipaksa (pekan ke-7).

1. Susah Sinyal

Sebagai orang tua tunggal, Ellen (Adinia Wirasti) tak punya banyak waktu bersama anak (Aurora Ribero) karena ambisi karier sebagai pengacara. Anaknya sering menghabiskan waktu bersama nenek (Niniek L Karim).

Suatu ketika sang nenek meninggal. Iwan (Ernest Prakasa) menyarankan Ellen untuk liburan ke Sumba demi menyambung relasi lagi dengan sang anak. Pekerjaan di Jakarta hendak dikontrol lewat telepon dan internet, tetapi lokasi tersebut ternyata susah sinyal.

Film ketiga Ernest sebagai sutradara. Skenario digarap Ernest bersama sang istri, Meira Anastasia. Adink Liwutang menjadi sutradara rekanan. Jenny Jusuf dan Stefanus Haryanto menjadi konsultan naskah. Chand Parwez dan Fiaz Servia bertindak sebagai produser di bawah bendera Starvision Plus.
 

2. Ayat-ayat Cinta 2

Fahri (Fedi Nuril) tinggal di Edinburgh, kota kesukaan mendiang istrinya, Aisha. Dia bekerja menjadi dosen serta peneliti. Kesantunan dan keramahan Fahri membuat dia disukai banyak orang, seperti nenek Catarina (Dewi Irawan), tetangga yang adalah wanita Yahudi.

Ada pula yang menentang bahkan membenci Fahri, seperti Keira (Chelsea Islan), kelahiran Skotlandia yang berambisi menjadi pemain biola terkenal. Suatu ketika, Fahri bertemu Hulya (Tatjana Saphira), pelajar S2 sepupu jauh Aisha. Kehadiran Hulya membawa kenangan sedih Fahri.

Sekuel atas film laris tahun 2008 sekaligus adaptasi novel berjudul sama karya Habiburrahman El Shirazy. Guntur Suharjanto menjadi sutradara dengan naskah tulisan Alim Sudio dan Ifan Ismail. Manoj Punjabi menjadi produser di bawah bendera MD Pictures.


(ASA)

Seksisme dan Biduan Dangdut

Seksisme dan Biduan Dangdut

1 week Ago

Unsur seksisme bahkan lekat dengan profesi pedangdut ini. Seksisme merupakan penghakiman, prasa…

BERITA LAINNYA