Dominasi Peran Chelsea Islan dan Pevita Pearce di Film Sebelum Iblis Menjemput

Purba Wirastama    •    02 Maret 2018 11:45 WIB
film indonesia
Dominasi Peran Chelsea Islan dan Pevita Pearce di Film Sebelum Iblis Menjemput
Abimana Aryasatya, Timo Tjahjanto, Chelsea Islan, Pevita Pearce (Foto: Medcom.id/Purba Wirastama)

Jakarta: Dua aktor muda Chelsea Islan dan Pevita Pearce akan beradu akting penuh dalam film horor terbaru garapan Timo Tjahjanto, Sebelum Iblis Menjemput. Proyek ini menjadi film horor pertama mereka sekaligus kolaborasi pertama dalam satu film.

"Dari skenario ini, aku dan Chelsea itu 90% dan dalam kebanyakan adegan aku, ada Chelsea juga," kata Pevita di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Kamis, 1 Maret 2018. 

Bagi Timo, ini merupakan kolaborasi kedua dia dengan Chelsea setelah Headshot (2016). Menurutnya, karakter yang akan diperankan Chelsea belum pernah dia temukan di film-film sebelumnya. Sejak 2013, Chelsea telah muncul di 11 film panjang rilis bioskop.

"Justru karena Chelsea belum pernah memainkan karakter seperti ini, gue akhirnya bilang: Kayaknya Chelsea asyik buat memerankan peran kayak begini, dan gue tahu komitmen dia sebagai seorang aktris waktu gue bikin Headshot. Dia berani bergumul di lumpur, hujan, dan segala macam," kata Timo dalam kesempatan sama. 

Sementara untuk Pevita, Timo menyebut ini adalah perwujudan janjinya beberapa tahun lalu. Pada 2009 saat berusia 17, Pevita pernah bertanya ke Timo kapan mereka bekerja dalam satu proyek film bersama dan Timo menyanggupi. 

"Sekarang gue tepati janji itu," ungkapnya. 

Sebelum Iblis Menjemput menjadi proyek film panjang kelima Timo sebagai sutradara. Satu film horor dia sebelumnya bersama Kimo Stamboel, Rumah Dara (2010), juga adalah kisah dengan tokoh utama perempuan. Timo mengakui punya ketertarikan membuat cerita dari perspektif wanita. 

"Jujur, gue lebih tertarik cerita dari perspektif perempuan, walaupun gue bukan perempuan. Gue enggak tahu apa itu segala macam, tapi karena gue lelaki, gue pikir perspektif psikologi dan rasa takut perempuan itu lebih kompleks daripada laki-laki," ujar Timo.

"Nanti di film ini, akan ada sedikit elemen yang berbau psikologis di elemen-elemen horor yang gue taruh. Apalagi mereka berdua ini (Chelsea dan Pevita) biasa bermain film drama. Orang yang sudah bermain film horor sebelumnya, sudah tahu betapa susahnya bikin film horor, apalagi yang serius secara psikologi dan fisik. Mengambil orang yang biasa di drama dan masuk ke dalam situasi ekstrem, kadang aktingnya bisa lebih kita gali lagi," imbuhnya. 

Abimana Aryasatya bergabung sebagi ko-produser. Abi menyebut film horor ini masih akan memiliki elemen khas Timo seperti di film-film sebelumnya, termasuk slasher.

"Ada kejutan-kejutan yang pasti masuk di dalam filmnya, yang secara teknis sudah pernah ada di film-film Timo. Namun dengan dua wanita ini sebagai pemeran utama di depan, pasti lebih seru dan akan menjadi tontonan menarik. Bosen kan melihat cowok-cowok berantem. Kalau cewek-cewek berantem kayaknya lebih menyenangkan," ujar Abi. 

Selain Chelsea dan Pevita, sejumlah pemain lain di antaranya Ray Sahetapy, Samo Rafael, Ruth Marini, Hadijah Shahab, Karina Suwandi, dan Kinaryosih. Produksi dilakukan di bawah bendera Sky Media dengan produser Sukhdev Singh dan Wicky Victor Olindo. 

Sinopsis utuh belum dirilis, tetapi kisahnya berkutat pada perjalanan Alfie (Chelsea) dalam menghadapi konflik supranatural saat sedang mencari tahu penyebab kemalangan dan sakit Lesmana, ayahnya (Ray Sahetapy). Maya (Pevita) datang dan justru membuat masalah jadi lebih runyam.

Rencananya, tahap produksi akan dimulai pada pekan keempat Maret dan berjalan selama satu bulan. Lokasi syuting terpusat di sebuah tempat di Puncak Bogor. Film akan dirilis tahun ini.

 




(ASA)

Seksisme dan Biduan Dangdut

Seksisme dan Biduan Dangdut

2 weeks Ago

Unsur seksisme bahkan lekat dengan profesi pedangdut ini. Seksisme merupakan penghakiman, prasa…

BERITA LAINNYA