Lima Film Laga Favorit Verdi Solaiman

Purba Wirastama    •    20 November 2018 08:00 WIB
trivia film
Lima Film Laga Favorit Verdi Solaiman
Verdi Solaiman (Foto: Medcom.id/Purba Wirastama)

Jakarta: Selama 12 tahun, aktor Verdi Solaiman telah bermain dalam puluhan film dengan beragam genre dan jenis peran. Misalnya genre laga dan thriller, mulai dari The Raid, Java Heat, 3 (Tiga), 5 Cowok Jagoan, serta Foxtrot Six dan Message Man yang akan tayang dalam waktu dekat.

Film laga tentu bukan hal asing bagi Verdi. Pria kelahiran 1975 ini mengaku, dia gemar menonton film laga dan punya daftar panjang film yang menjadi favorit. Medcom.id menanyakan lima judul film laga yang paling disukai Verdi beserta alasannya. Berikut ulasannya!

1. Project A (1983, Jackie Chan & Sammo Hung)

Ini adalah salah satu film Jackie Chan di era suksesnya sebagai bintang film komedi laga, sebelum menembus perfilman Hollywood. Kisahnya mengikuti seorang sersan yang menjadi tumpuan untuk melawan bajak laut, setelah angkatan laut Hong Kong kalah. 

Jackie Chan menjadi aktor utama serta salah satu penulis naskah sutradara. Sekuelnya berjudul Project A Part II (1987) dan mengulang kesuksesan film pertama. 

Bagi Verdi, Jackie menjadi salah satu idola karena dia mampu menjadi pemain, sutradara, penulis, dan sekaligus pemain stunt dalam satu proyek film. Selain itu, koreografi laga Project A dirancang berdasarkan panduan musik dan ritme. 

"Salah satu yang saya sangat inginkan bisa menjadi pelajaran untuk film-film laga Indonesia, adalah bahwa Jackie Chan itu berlatar belakang opera Cina – sebelum bikin koreografi fighting, dia bikin musiknya dulu," ujar Verdi sembari memberi ilustrasi ritme pertarungan. 

"Kalau kita perhatikan film Jackie Chan, itu bisa ada 15 menit berantem dan kita enggak bosan. Kenapa? Karena kita mendengar ritme dan musik. Kalau kita menonton Project A berulang-ulang sampai sekarang pun, masih enak karena koreografinya seperti opera. Ini cuma bisa dilakukan Jackie Chan pada saat itu."


2. Once Upon A Time in China (1991, Tsui Hark)

Film produksi Hong Kong dan Tiongkok ini dibintangi Jet Li, yang memerankan master beladiri bernama Wong Fei Hung. Filmnya sukses secara komersial dan disusul dengan lima sekuel film panjang hingga 1997. 

Menurut Verdi, kualitas adegan pertarungan dalam film ini tidak hanya datang dari teknik sinematografi dan sunting, tetapi juga pemainnya yang mana sudah menguasai kungfu.

"Saya terpukau ketika Once Upon A Time in China muncul. Master kungfu Jet Li langsung jadi favorit saya karena di situ, (pemain) benar-benar dari Shaolin – bukan karena kamera atau apa, tetapi karena jago."


3. Ong-Bak: Muay Thai Warrior (2003, Prachya Pinkaew)

Dari Thailand, ada film laga beladiri berjudul Ong-Bak dengan bintang utama Tatchakorn Yeerum alias Tony Jaa. Film ini, yang disusul dengan dua prekuel, berkisah tentang pemuda kampung jago beladiri yang mengajukan diri pergi ke Bangkok untuk mencari patung kepala Buddha yang dicuri. 

Ini adalah debut Tony sebagai aktor utama, sebelum dia menjadi koordinator stunt dan pengarah koreografi laga untuk dua film prekuel Ong-Bak.

"Sehabis era Jet Li, saya mulai tergila-gila dengan Tony Jaa," ungkap Verdi. "Gila nih orang (Tony Jaa) – Hong Kong sudah bikin (film beladiri) bertahun-tahun, tahu-tahu dia bikin seperti itu."


4. The Fast and the Furious (2001, Rob Cohen)

The Fast and the Furious adalah film laga yang berpusat di sekitar balap mobil dan telah berkembang menjadi waralaba film laga besar di Amerika. Kisahnya berpusat pada balap mobil ilegal, pembajakan kendaraan, hingga mata-mata. 

Film ini dan sekian film lanjutannya menjadi salah satu favorit Verdi. "Saya juga suka film-film laga besar seperti Fast & Furious, yang benar-benar big budget action movie," ujarnya.


5. Oldboy (2003, Park Chan-wook)

Oldboy adalah film drama laga Korea Selatan yang kemudian diadaptasi dalam versi Bollywood dan Amerika. Kisahnya mengikuti Oh Dae-su, seorang pria yang dikurung dalam sebuah kamar hotel selama 15 tahun tanpa tahu identitas dan motif penculiknya. 

Begitu dibebaskan, Dae-su terjebak dalam situasi yang memaksa dia untuk mencari penculiknya dalam waktu lima hari. Sementara itu, Dae-su jatuh cinta dengan seorang koki muda.

"Ada satu adegan fighting yang keren banget. Satu kamera nge-pan (berayun mengikuti subyek atau panorama), dia satu melawan orang banyak – dan itu koreografi fighting yang fenomenal," ujar Verdi.






(ASA)

Akhir Perjalanan Raja Festival Rock Log Zhelebour

Akhir Perjalanan Raja Festival Rock Log Zhelebour

1 week Ago

Log memastikan bahwa dalam waktu dekat, dia akan pensiun total dari bisnis pagelaran musik, ter…

BERITA LAINNYA