Beban Salman Aristo dalam Menggarap Film Bumi Manusia

Purba Wirastama    •    18 Oktober 2017 10:04 WIB
film indonesia
Beban Salman Aristo dalam Menggarap Film Bumi Manusia
(Foto: MI/Ramdani)

Metrotvnews.com, Jakarta: Proyek film adaptasi Bumi Manusia  dipastikan telah berjalan di bawah bendera Falcon Pictures. Salman Aristo dipercaya sebagai penulis naskah dan Hanung Bramantyo jadi sutradara.

Mengingat bahwa novel aslinya termasuk karya besar dari Pramoedya Ananta Toer dan kisahnya telah hidup di benak banyak orang, membuat film ini bisa dibilang merupakan tanggung jawab istimewa. Apalagi, Bumi Manusia  belum pernah diceritakan di film cerita panjang.

Salman mengaku bahwa naskah film adaptasi yang sedang dia kerjakan termasuk besar. Namun, dia merasa sudah cukup terlatih menghadapi tekanan serupa setelah beberapa kali mengadaptasi kisah-kisah populer seperti Sang Penari  (2011), Negeri 5 Menara  (2012), dan Athirah  (2016).

"Walaupun tidak sebesar ini (Bumi Manusia), tapi mungkin sudah mulai terbiasa. Gue dari awal sudah tahu, bahwa memang (film) ini medium yang berbeda (dengan novel). Jadi pasti akan dianggap berbeda oleh orang," kata Salman saat ditemui di Senayan City Mall Jakarta.

"Tinggal bagaimana kami bisa menemukan sudut pandang, yang bukan sama dengan orang lain, tetapi orang lain bisa mengiyakan bahwa sudut pandang itu memang ada di situ," imbuh Salman.

Salman sepakat bahwa setiap orang yang telah membaca novel ini memiliki pandangan berbeda-beda terhadap cerita. Menulis ulang kisahnya untuk film adalah kesempatan spesial untuk menawarkan salah satu pandangan tersebut.

Namun layaknya film-film adaptasi lain, Salman menyebut film ini tidak untuk memenuhi harapan semua orang.

"Orang banyak, semua sudah punya cerita sendiri dengan Bumi Manusia. Tapi kini giliran kami punya privilegi, untuk bisa menciptakan apa yang kami rasakan saat membaca Bumi Manusia."

"Bukan untuk memenuhi ekspektasi orang, tapi untuk membuat bahwa apa yang kami buat, orang bisa mengerti bahwa itu memang ada di situ. Itu memang Bumi Manusia," ucap Salman.

Proyek ini masih dalam tahap pengembangan naskah. Menurut Salman, proses syuting dijadwalkan pertengahan 2018. Sejauh ini belum ada kabar soal siapa aktor yang dibidik untuk memerankan Minke, Nyai Ontosoroh, atau Annelies.

Sebelum ini, upaya untuk mengangkat kisah Bumi Manusia ke layar lebar sudah ada setidaknya tahun 2004, mulai dari Garin Nugroho, Mira Lesmana, Riri Riza, hingga Anggy Umbara. Falcon juga dikabarkan hendak mengadaptasi novel Pram lain, yaitu Perburuan dengan sutradara Richard Oh.
 


(DEV)

Danilla, Bayangan atas Sakratulmaut dan Merayakan Kegamangan Hidup

Danilla, Bayangan atas Sakratulmaut dan Merayakan Kegamangan Hidup

19 minutes Ago

Danilla merengkuh segala yang bisa dilakukan oleh seorang penyanyi pendatang baru. Mulai dari m…

BERITA LAINNYA