Film Guru Ngaji Awalnya Ingin Ditujukan ke Festival

Purba Wirastama    •    28 Februari 2018 10:36 WIB
film indonesia
Film Guru Ngaji Awalnya Ingin Ditujukan ke Festival
Donny Damara sebagai badut Mukri-Choka dalam Guru Ngaji (Foto: YouTube/Channex Ridhall)

Jakarta: Film Guru Ngaji garapan Erwin Arnada pada awalnya hendak dibuat untuk mengikuti festival film. Namun setelah draf awal skenario selesai pada penghujung 2016, produser Rosa Rai Djalal berubah pikiran lantaran menimbang sokongan dana produksi.

"Ngobrol dengan Mas Erwin, sampailah kami bahas (ide cerita) guru ngaji dengan pekerjaan ganda. Oke, kami bikin film untuk festival saja dengan dana yang sangat minim," tutur Rosa saat berbincang di kantor redaksi Media Indonesia, Jakarta Barat, Selasa, 27 Februari 2018.

"Saat saya baca naskahnya, aduh ini sangat festival. Saya pikir, kalau festival, saya susah dapat sponsor juga dan ngapain bikin film festival kalau kami tidak bisa lebarkan lagi lingkupnya. Saya bilang ke Mas Erwin, saya mau bikin (film ini) lebih pop," imbuhnya.

Menurut Rosa, perubahan ke arah komersial mereka lakukan dengan merekrut penulis naskah kedua yaitu Alim Sudio. Alim merombak naskah dan memberi sentuhan komedi. Naskah jadi setelah beberapa tahap draf.

"Saya minta Alim Sudio beberapa kali rombak lagi biar lebih segar karena kami ingin memberi sesuatu yang edukatif tanpa harus menggurui. Kami ingin memberi sesuatu yang mengajarkan kebaikan, memuliakan guru ngaji, tanpa membuat penonton terbeban atau depresi karena kita mau menonton film menghibur," ujar Rosa.

Alim telah terlibat sebagai penulis naskah, baik solo maupun tim, dalam 50-an film produksi sejak 2008. Beberapa yang terakhir antara lain The Promise, dua seri Surga yang Tak Dirindukan, Chrisye, dan Ayat-ayat Cinta 2. Lalu juga ada film horor Nini Thowok yang digarap bersama Erwin.

Bagi Rosa, ini merupakan debut film panjang yang dia produksi. Sebelumnya, dokter gigi dan istri Dino Patti Djalal ini telah menjadi salah satu produser eksekutif di proyek film Stay With Me (2016), Iqro: Petualangan Meraih Bintang (2017), dan Bukaan 8 (2017).

Guru Ngaji bercerita tentang dilema Mukri (Donny Damara) yang ikhlas mengajar ngaji tanpa balasan materi. Untuk mencukupi kebutuhan keluarga, Mukri terpaksa mengambil pekerjaan sampingan sebagai badut, tanpa sepengetahuan keluarga dan segenap warga Desa Tempuran.

Suatu saat, Mukri menerima permintaan kepala desa (Tarzan) untuk memimpin doa acara ulang tahun anaknya. Namun, dia juga mendapat tawaran beraksi sebagai badut di acara sama.

Tahap produkai dilakukan di Boyolali dan Sukoharjo Jawa Tengah pada Mei 2017 dengan total 21 hari syuting. Tim mengambil lokasi perkampungan dan waktu yang dekat dengan pasar malam keliling. Saat itu, ada salah satu kelompok hiburan pasar malam yang bertahan beberapa pekan di Boyolali.

Guru Ngaji mulai tayang di bioskop mulai Kamis, 22 Maret 2018.




(ASA)

Seksisme dan Biduan Dangdut

Seksisme dan Biduan Dangdut

2 weeks Ago

Unsur seksisme bahkan lekat dengan profesi pedangdut ini. Seksisme merupakan penghakiman, prasa…

BERITA LAINNYA