Ayu Laksmi Cerita Soal Tokoh Ibu di Film Sekala Niskala

Purba Wirastama    •    23 Oktober 2017 16:09 WIB
ayu laksmi
Ayu Laksmi Cerita Soal Tokoh Ibu di Film Sekala Niskala
Sutradara Kamila Andini bersama Thaly Titi Kasih, Gus Sena, Ayu Laksmi (Foto: Theseenandunseen)

Metrotvnews.com, Jakarta: Ayu Laksmi tampil sebagai pemeran tokoh ibu tidak hanya di film Pengabdi Setan. Sejak 2008, untuk film perdana dia Under the Tree  garapan Garin Nugroho, Ayu juga memerankan tokoh ibu yang sedang mengandung.

Lalu menyusul film biopik Soekarno: Indonesia Merdeka  (2013) garapan Hanung Bramantyo, yang menampilkan Ayu sebagai pemeran ibu Sukarno. Terakhir adalah film Sekala Niskala  atau The Seen and Unseen  garapan Kamila Andini, yang telah beredar di sejumlah festival film.

Dalam Sekala Niskala, Ayu menjadi tokoh ibu dengan dua anak kembar buncing, atau kembar lelaki-perempuan, yang tinggal dan hidup di Bali menurut kultur setempat. Suatu ketika, ketika anak berusia 10 tahun, salah satu anak sakit dan meninggal. Saudara kembarnya rindu dan menjalin koneksi lagi di dalam dunia fantasi tempat mereka bertemu.

Jika merunut judul dan sinopsis ceritanya, film ini punya satu bahasan soal keyakinan spiritual manusia terhadap keberadaan dua alam, yang kelihatan dan tidak kelihatan. Dua anak kembar bisa jadi adalah elemen simbolis di dalam film untuk menceritakan kedua alam tersebut.

Seperti tampak dalam tayangan trailer, Tantri (Thaly Titi Kasih) melakukan beberapa hal untuk mengatasi kesedihan atas kematian saudaranya, misal tarian. Menurut Ayu, kesenian sebagai wujud ekspresi perasaan adalah gaya hidup yang dijalani di Bali. Lagipula, kedua tokoh juga diceritakan berbakat di dunia seni.

"Dua anak ini adalah dua anak yang berbakat di dunia seni, sehingga mengekspresi apapun dengan cara berkesenian. Dan seperti itulah gaya hidup di Bali. Ada (bentuk penghormatan) Dewa Yadnya, Manusia Yadnya, Bhuta Yadnya, ditandai dengan kesenian," kata Ayu saat ditemui di kawasan Daan Mogot, Jakarta Barat, Minggu (22/10/2017).

"Bahwa hidup itu harus (menjadi) persembahan, kesenian juga persembahan. Segala peristiwa dimulai dengan berkesenian. Ada tarian, nyanyian, yang mewakili segala perasaan," imbuhnya.

Sementara tokoh ibu yang dia perankan, kali ini memiliki posisi sentral karena berada di antara kedua hal tersebut, sekala dan niskala.

"Satu sisi, (tokoh ibu) harus menjadi ibu yang siap untuk kehilangan, tetapi di satu sisi menjadi ibu yang siap juga untuk memberi semangat untuk yang masih hidup," ujar Ayu.

Sekala Niskala  ditayangkan perdana di Toronto International Film Festival 2017 dan menjadi satu-satunya film Asia di program Platform. Setelah itu film diputar di sejumlah festival film lain, seperti Busan, Tokyo, serta Asia Pacific Screen Award di Australia.  

Film diproduksi oleh Gita Fara dan Ifa Isfansyah di bawah bendera Treewater dan Fourcolours. Naskah ditulis oleh Kamila yang juga ikut menjadi produser. Selain Ayu, aktor lain yang terlibat adalah Thaly Titi Kasih, Gus Sena, Happy Salma, dan I Ketut Rina.

Sekala Niskala  akan ditayangkan di bioskop Indonesia sekitar awal 2018.




(DEV)

Danilla, Bayangan atas Sakratulmaut dan Merayakan Kegamangan Hidup

Danilla, Bayangan atas Sakratulmaut dan Merayakan Kegamangan Hidup

1 day Ago

Danilla merengkuh segala yang bisa dilakukan oleh seorang penyanyi pendatang baru. Mulai dari m…

BERITA LAINNYA