James Gunn Tanggapi Kritik Jodie Foster tentang Film Superhero

Purba Wirastama    •    02 Januari 2018 18:41 WIB
film asing
James Gunn Tanggapi Kritik Jodie Foster tentang Film Superhero
James Gunn (Foto: gettyimage)

Jakarta: Aktor dan sutradara Jodie Foster melontarkan kritik bahwa film superhero dengan anggaran spektakuler mengancam masa depan perfilman Hollywood. Banyak yang keberatan atas pendapat tersebut, termasuk sutradara Guardians of the Galaxy, James Gunn.

"Pergi ke bioskop sudah seperti pergi ke taman bermain tematik. Studio membuat konten buruk untuk mendekati khalayak dan dan para pemegang saham," kata Jodie kepada Radio Times akhir Desember 2017, dikutip dari The Telegraph.

"Ini seperti digelonggong. Hari ini kalian dapat pemasukan besar, tetapi membuat runtuh dunia (perfilman). Ini meruntuhkan kebiasaan menonton penduduk Amerika dan lalu seluruh dunia. Aku tak mau membuat film USD200 juta tentang superhero," lanjutnya.

Jodie Foster Nilai Film Superhero Bisa Merusak Masa Depan Hollywood

Seorang pengguna Twitter meminta pendapat James mengenai pandangan Jodie. James ternyata tak sependapat dan memberi tanggapan lewat beberapa kicauan.

"Aku pikir Foster melihat film dalam cara kuno di mana film 'spectacle' (hiburan yang memanjakan mata) tidak bisa membuat penonton berpikir. Memang sering begitu tapi tidak selalu. Sistem keyakinan dia sangat umum dan bukan tanpa dasar," tulis @JamesGunn dari Los Angeles pada Senin petang, 1 Januari 2018.

James adalah penulis dan sutradara kelahiran 1966. Dia aktif di industri film sejak menulis naskah film Tromeo and Juliet (1996). Dia membuat sejumlah film dan serial televisi, sebelum kemudian bergabung ke proyek jangka panjang Marvel Cinematic Universe pada 2013.

"Aku bilang bukan tanpa dasar karena kebanyakan film dari waralaba studio seperti tak berjiwa, dan itu memang bahaya besar bagi masa depan perfilman. Namun ada juga beberapa perkecualian," lanjut James dalam cuitan kedua.

Menurut James, sinema dapat bertahan jika film hiburan semacam itu memiliki visi dan hati, yang biasanya sering tak dipunyai. Beberapa pembuat film mengupayakan ke arah tersebut. Baginya, membuat film hiburan yang inovatif, manusiawi, penuh gagasan adalah hal yang membuatnya bersemangat.

James menilai Jodie mungkin melihat pembuatan film sebagai sesuatu yang lekat dengan perkembangan personalnya. Menurut James, menghabiskan jutaan dollar untuk sebuah film harus lebih dari sekadar mengeruk keuntungan.
 
"Namun aku menghormati Foster serta bakat dan apa yang telah dia lakukan untuk film. Aku menghargai pandangan dia yang berbeda tentang lanskap Hollywood," tutup James.

James kini sedang menyiapkan film ketiga Guardians of the Galaxy. Sama seperti sebelumnya, James lebih dulu memilah belasan lagu dari katalog ratusan lagu retro untuk dijadikan soundtrack.




 


(ELG)

Seksisme dan Biduan Dangdut

Seksisme dan Biduan Dangdut

1 week Ago

Unsur seksisme bahkan lekat dengan profesi pedangdut ini. Seksisme merupakan penghakiman, prasa…

BERITA LAINNYA