Dilan 1990 dan Film Indonesia Berlatar Kisah Cinta SMA Lainnya

Cecylia Rura    •    11 Februari 2018 07:08 WIB
trivia film
Dilan 1990 dan Film Indonesia Berlatar Kisah Cinta SMA Lainnya
Dilan 1990 (Foto: maxpictures)

Jakarta: Masa remaja SMA menjadi latar cerita umum yang kerap dijumpai dalam beberapa film karya anak bangsa. Meski menjamur, dari tahun ke tahun kisah cinta dua remaja berseragam putih abu-abu selalu menarik untuk disimak.

Dari sekian banyak film berlatar SMA yang menjamur, ada beberapa karya sineas yang memiliki ciri khas dan tak bosan ketika ditonton berulang-ulang. Berangkat dari demam Dilan yang kini tengah menyeruak, berikut film-film lain berlatar SMA yang menarik untuk kembali disimak.

1. Catatan Akhir Sekolah

Catatan Akhir Sekolah tidak sepenuhnya fokus pada cerita kasmaran dua remaja SMA. Tiga peran utama dalam film ini antara lain Vino Bastian, Ramon Y Tungka, dan Marcel Chandrawinata.

Menit pembuka dalam cerita mengisahkan latar belakang tiga remaja putra yang bersahabat dekat. Lewat apa yang mereka punya, ketiganya kompak mengabadikan apa yang menjadi momen terbaik di masa SMA.

Bumbu cerita dalam film ini adalah kisah cinta Agni (Ramon Y. Tungka) yang diam-diam masih menaruh hati pada mantan kekasihnya, Alina (Joanna Alexandra). Alina saat itu berpacaran dengan Ray (Christian Sugiono), anak populer di sekolahnya yang kerap berlaku kasar kepada Alina. Akhir cerita yang paling membekas dalam film ini adalah ketika Agni akhirnya mampu menyatakan cintanya pada Alina.

2. Ada Apa Dengan Cinta

Kisah Rangga dan Cinta sudah populer sejak era 2000-an. Karakter yang diperankan Nicholas Saputra dan Dian Sastrowardoyo menjadi primadona.

Film ini tak hanya menampilkan cerita cinta dan persahabatan. Namun, bumbu cinta dua remaja menjadi pelengkap cerita yang sekaligus menjadi tema besar.

Dalam film ini juga diberikan berbagai intrik serta konflik yang kerap dialami remaja SMA yang membentuk karakter mereka di usia remaja. Seperti kisah perceraian Alya, sahabat Cinta dan konflik dalam keluarga Rangga.

3. Milli dan Nathan

Kisah Milli (Olivia Jensen) dan Nathan (Chris Laurent) berangkat dari pertemuan mereka di SMA hingga memiliki kertertarikan satu sama lain. Kendati sempat berpacaran dan menjalani hubungan jarak jauh, mereka sempat putus.

Konflik cerita ini memang tak mengambil latar yang didominasi dari kisah cinta remaja di SMA melainkan pertemuan mereka.

Penonton dibawa kepada alur cerita mereka menghadapi hubungan jarak jauh dan rasa saling percaya. Sempat putus dan menjalin hubungan dengan pasangan masing-masing, pada akhirnya kisah cinta Milli dan Nathan berakhir dalam ikatan janji suci pernikahan.

Intrik dalam cerita lebih ditekankan pada sosok Milli dan Nathan yang sebenarnya masih saling mencintai walau terpisah jarak.

4. Galih & Ratna

Galih dan Ratna dipopulerkan lebih dulu oleh Rano Karno dan Yessy Gusman di tahun 1979 dalam film Gita Cinta dari SMA.

Dikisahkan Galih dan Ratna sama-sama berperstasi di sekolahnya. Hubungan mereka berjalan baik, tapi kemudian kandas setelah berbenturan dengan permintaan orangtua yang belum mengizinkan hubungan lintas etnis.

Pada akhirnya, Galih dan Ratna pun berpisah setelah Ratna memutuskan berkuliah di Yogyakarta.

Dalam versi rilisan 2017 yang diperankan Refal Hady dan Sheryl Sheinafia, film ini diangkat dalam kemasan yang lebih modern dari segi konflik dan latar cerita. Namun, benang merah cerita Galih dan Ratna nyaris sama dengan latar cerita terdahulu yang menggambarkan keduanya jauh dari sikap anak SMA berandal dan sama-sama berpisah oleh sebab faktor yang mengutamakan cita-cita.

Hubungan mereka terjalin ketika mereka bertukar pendapat dan memiliki kecocokan. Di akhir cerita, mereka pun dikisahkan berpisah saat harus menjalani passion mereka masing-masing. Film ini turut menggandeng Rano Karno dan Yessy Gusman ikut bermain di dalamnya.

5. Refrain

Refrain dimainkan oleh dua solois muda Indonesia, Afgansyah Reza (Nata) dan Maudy Ayunda (Niki). Keduanya diceritakan telah bertetangga sejak kecil.

Praktis keduanya bersahabat sejak kecil dan sering menghabiskan waktu bersama. Meski berdekatan di banyak waktu, keduanya sempat menjalin cinta mereka masing-masing.

Sampai ketika mereka terpisa jarak, Niki dan Nata akhirnya bertemu kembali. Film ini dikisahkan melalui narasi cerita yang dibawakan Maudy Ayunda.

6. Posesif

Film Posesif cukup berbeda dengan beberapa film berlatar SMA lainnya. Secara gamblang, film ini mengisahkan dua tokoh remaja berlatar belakang berbeda yang dimabuk asmara.

Menit-menit awal cerita ini memang manis. Penonton disuguhkan alur cerita Yudhis (Adipati) dan Lala (Putri Marino) yang berpacaran seperti anak remaja pada umumnya. Sampai pada menit pertengahan, klimaks cerita pertama muncul ketika Yudhis menunjukkan perilaku posesifnya.

Tak mentah begitu saja menampilkan sosok Yudhis yang keras, ditampilkan juga sebab perilaku Yudhis terhadap Lala. Sehingga, intrik cerita bersumber dari konflik internal Yudhis dalam keluarga.

7. Dilan 1990

Dilan 1990 merupakan bagian pertama dari cerita novel karya Pidi Baiq. Berkisah tentang sosok Dilan, remaja di SMA Bandung yang berusaha menarik perhatian siswi baru yang mencuri perhatiannya, Milea.

Menariknya, di setiap adegan kekuatan dialog Dilan dalam rayuannya terhadap Milea menjadi perkakas utama yang menimbulkan rasa penasaran penikmat film untuk menyaksikannya. Selain itu, banyak juga penikmat karya Pidi Baiq yang penasaran dengan akting Iqbaal Ramadhan membawakan tokoh utama Dilan.

Film ini mengambil latar SMA di era 90-an. Adegan penutup film dibuat menggantung untuk membuat penonton penasaran menyaksikan sekuel Dilan yang kembali memvisualisasikan novel karya Pidi Baiq berjudul Dilan 1991.



 


(ELG)