Joko Anwar dan Dimas Djay Kesal Artikel Ulasan Film Salah Catut Narasumber

Purba Wirastama    •    16 Juni 2018 21:18 WIB
film indonesia
Joko Anwar dan Dimas Djay Kesal Artikel Ulasan Film Salah Catut Narasumber
Dimas Djayadiningrat (Foto: Instagram Dimas Djayadiningrat)

Jakarta: Sutradara dan penulis Joko Anwar mengungkapkan kekesalan di media sosial terkait artikel berita tentang kritik terhadap film Dimsum Martabak. Apa yang membuat kesal bukanlah konten kritiknya, tetapi salah penyebutan nama narasumber berita.

"Dear Tribunnews, ini bukan pernyataan sutradara Dimas Djayadiningrat. Dimas tidak punya akun Twitter. Mohon segera diralat," kicau Joko lewat akun Twitter @jokoanwar, Sabtu sore, 16 Juni 2018.

"Makanya bikin berita jangan cuma lihat media sosial. Mbok ya dikonfirmasi dulu ke orangnya. Jurnalisme dasar, duh," imbuhnya. 




Kicauan Joko menyertakan tautan ke artikel Tribun Jakarta berjudul "Film Dimsum Martabak Resmi Tayang, Sutradara Dimas Djay Beri Kritik Ini". Artikel ini memuat sinopsis singkat dan mengutip sebuah ulasan di media sosial atas film tersebut.

Pengulas sebenarnya adalah Wijaya, pria berusia 33 tahun berdomisili Jakarta, yang mengaku biasa dipanggil Djay sejak SMA. Lewat akun Twitter @djaycoholyc (Mas Djay), Wijaya kerap berbagi ulasannya atas film-film terbaru, termasuk Dimsum Martabak dari produser Raffi Ahmad dan sutradara Andreas Sullivan. 

Namun Tribun Jakarta salah mengenali "Mas Djay" sebagai Dimas Djayadiningrat, sutradara film Tusuk Jelangkung (2002) dan Quickie Express (2007). Artikel itu juga memuat foto Dimas Djay. 

"Namun siapa sangka, usai menonton, sutradara iklan kocak Ramayana ini justru hanya memberi rating 0,5/5. Melalui unggahan status di akun Twitter-nya, Jumat (15/6/2018), ia memberikan alasannya," tulis Tribun Jakarta sebelum mengutip serangkaian kicauan Wijaya alias @djaycoholyc.

Bagi Wijaya, film Dimsum Martabak mengecewakan dan punya sejumlah cacat, mulai dari drama dan plot, dialog, serta akting Ayu Ting Ting dan Boy William. Ini adalah pendapat Wijaya, tetapi artikel tersebut membuat ulasan seolah-olah datang dari Dimas Djay. 

Tidak lama setelah kicauan Joko ramai tanggapan, pihak redaksi Tribun Jakarta memberi ralat konten artikel dan mengubah judul menjadi "Film Dimsum Martabak Resmi Tayang di Bioskop". Mereka menghapus kutipan ulasan @djaycoholyc dan menulis pernyataan resmi.

Mereka mengakui salah dalam penyebutan nama narasumber dan menyatakan  ulasan yang dikutip bukan berasal dari Dimas Djay. Mereka juga menyebut telah menghubungi Dimas Djay lebih lanjut. 

"TribunJakarta.com sempat mengutip akun Twitter @djaycoholyc yang mengkritik dan memberikan ulasan minor terhadap film tersebut. Dalam akun Twitter tersebut bukanlah sutradara yang telah menelurkan sejumlah karya, tapi orang lain," tulis pihak redaksi. 

Namun tidak hanya Tribun Jakarta, bahkan sejumlah warganet juga mengatakan mereka baru sadar bahwa @djaycoholyc bukanlah Dimas Djay. 

Tanggapan Dimas Djayadiningrat dan Mas Djay

Dimas Djay menyebut dia tidak memakai media sosial selain Instagram, YouTube, dan Facebook. Kabar soal artikel tersebut diketahui lewat Joko dan pengamat musik Adib Hidayat (eks pemimpin redaksi Rolling Stone Indonesia).

"Saya pikir, ini apa kok ada tampang gue (di artikel Tribun Jakarta)? Main ambil saja dari Instagram gue kali ya. Minta disamblek banget ini. Terus ya sudah, saya mulai cari tahu gimana ceritanya. Ternyata (ulasan) dari Mas Djay ini," kata Dimas Djay kepada Medcom.id saat dihubungi lewat telepon.


Tangkapan layar Instagram Story akun Dimas Djayadiningrat. (Foto: Akun Instagram Dimas Djayadiningrat)


Dimas Djay menegaskan dirinya tidak pernah melontarkan kritik negatif atas film secara publik. 

"Saya enggak biasa – enggak pernah kritik-kritik film sih. Buat saya, itu enggak penting, bukan urusan gue. Orang mau bikin film, terserah. Gue enggak mau kritik kalau nonton. Kalau enggak nonton, ya sudah gitu lho. Mind your own business, saya orangnya begitu," ungkapnya. 

"Kalau saya suka (filmnya), biasanya saya omong. Misalnya dulu Pengabdi Setan, saya suka filmnya, saya omong. Namun kalau saya enggak suka filmnya, saya enggak pernah omong di umum. Menurut saya, itu bisa mempengaruhi judgement orang-orang menjadi negatif. Saya enggak mau begitu. Saya simpan buat saya sendiri. Jadi saya enggak pernah melakukan kayak begitu," imbuhnya. 

Dimas Djay juga menyatakan tidak bisa memaksa Wijaya untuk mengganti nama akun media sosialnya. Setelah kejadian ini, Wijaya menulis keterangan tambahan di akun media sosialnya: BUKAN DIMAS DJAY. Bagi Dimas Djay, informasi seperti ini sudah cukup. 

"Toh banyak orang tahu bahwa itu bukan gue. tapi tetap saja, banyak orang yang main percaya. Banyak kan orang di internet, mereka menelan habis-habis apa yang dia baca, padahal dia enggak mengecek itu hoaks atau enggak," ungkap Dimas Djay. 

Sementara itu, Wijaya menyatakan awalnya tidak tahu ulasannya di media sosial menjadi bahan pemberitaan. 

"Apalagi sampai mereka salah catut nama, sutradara terkenal pula," kata Wijaya kepada Medcom.id lewat pesan tertulis. 

"Saya baru tahu dari orang yang menyebut saya di Twitter. Awalnya saya abaikan. Toh, saya pikir, tidak terlalu penting untuk saya ladeni. Saya malah merasa tidak enak ke Mas Dimas Djay yang tidak tahu apa-apa, malah dibawa ke ulasan ini," lanjut Wijaya, sebelum menegaskan bahwa ulasan film adalah haknya sebagai penonton yang telah membayar dan mengapresiasi. 

Wijaya juga mengakui ada beberapa warganet yang salah mengira dia sebagai Dimas Djay. Namun dia tidak selalu menanggapinya. 

"Saya enggak selalu menjawab. Kalau mereka yang menyangka, ya itu urusan mereka. Isi Twitter saya guyon semua, pengikut-pengikut lama saya pasti sudah paham," tukas Wijaya. 


 

 




(ASA)

SMASH Menolak Bubar

SMASH Menolak Bubar

1 week Ago

SMASH kembali bukan sebagai 'Seven Man As Seven Heroes'. Berenam; Bisma Kharisma, Rangg…

BERITA LAINNYA