10 Film Romantis yang Berakhir Sedih

Purba Wirastama    •    14 Februari 2018 12:44 WIB
trivia film
10 Film Romantis yang Berakhir Sedih
(Foto: Movie Web)

10 Film Romantis yang Berakhir Sedih

Jakarta: Lika-liku perjalanan cinta dua kekasih tak pernah habis dieksplorasi dan diceritakan. Khalayak mendengarnya lewat obrolan lisan, membaca lewat novel, atau menonton para tokoh yang hidup lewat panggung teater dan film fiksi.

Kendati kisah cinta romantis punya berbagai aspek sudut pandang dan titik perjalanan, para pencerita punya kebebasan untuk memilih bagian mana yang hendak diceritakan, termasuk soal akhir cerita. Pilihan paling umum adalah berakhir bahagia atau menyedihkan karena orang  butuh kesimpulan. Ada juga akhir cerita yang tidak cukup jelas dan terbuka bagi interpretasi.

Untuk film romantis berakhir sedih, kita mengenal tragedi cinta Romeo + Juliet, perpisahan Jack dan Rose dalam Titanic, atau realita yang harus dihadapi Sebastian dan Mia dalam La La Land. Selain ketiga ini, kami merangkum 10 judul film romantis lain yang berakhir kesedihan.


1. A Walk to Remember (Adam Shankman, 2002)

Diadaptasi dari novel karya Nicholas Spark, film remaja-dewasa ini mengikuti kisah anak SMA tanpa tujuan bernama Landon (Shane West), yang jatuh cinta kepada gadis polos bernama Jamie Elizabeth (Mandy Moore). Sebelumnya, Landon dan kawan-kawan sering mencemooh Jamie lantaran tampak aneh dengan pakaian kuno yang selalu sama dan menyukai astronomi.

Mereka pun berpacaran. Jamie mengaku menderita leukemia dan mengabaikan pengobatan. Landon membuatkan teleskop bagi Jamie supaya bisa melihat satu komet spesial yang hendak melintas. Landon pun melamar Jamie. Kendati film ini mendapat bannyak ulasan buruk dari kritikus karena dianggap terlalu berlebihan, penonton kebanyakan menyukainya.




2. The Notebook (Nick Cassavetes, 2004)   

Masih dari novel karya Nicholas Spark, film ini mengikuti sepasang anak muda Carolina yang saling jatuh cinta, tetapi tak disetujui orang tua sang gadis karena beda kelas ekonomi. Ketika Noah (Ryan Gosling) ikut wajib militer Perang Dunia II 1940-an, Allie (Rachel McAdams) menjalin relasi dan bertunangan dengan lelaki lain bernama Lon (James Marsden).

Aliie bertemu Noah dan diam-diam masih menyimpan perasaan. Allie pun memilih salah satu dari mereka dan menikah. Kendati telah bersama, kondisi kesehatan mental Allie membuat perjalanan hubungan mereka ternyata diwarnai kesedihan dan haru biru.




3. Me Before You (Thea Sharrock, 2016)

Diadaptasi dari novel Jojo Moyes berjudul sama, film ini mengikuti kisah Louisa (Emilia Clark), perempuan muda riang yang kehilangan pekerjaan dan lantas direkrut sebagai perawat Will (Sam Claffin), bankir muda sukses yang lumpuh karena kecelakaan. Pandangan sinis Will mulai berubah saat Louisa menunjukkan bagaimana menghargai kehidupan.

Kedekatan mereka tumbuh dan semakin dalam kendati Louisa telah memiliki pacar (Matthew Lewis). Kebersamaan ini tak bertahan lama. Ada satu keputusan dalam hidup yang membuat mereka berdua harus berpisah. Film ini mendapat pertentangan dari para aktivis pejuang hak kaum difabel karena dianggap memberikan pesan subtil sesat tentang bagaimana kaum difabel menjalani hidup.




4. Moulin Rouge! (Baz Luhrmann, 2001)

Berlatar Paris akhir abad ke-20, drama komedi musikal ini mengikuti kisah Christian, penyair muda (Ewan McGregor) yang jatuh cinta pada bintang kabaret ternama dan pelacur cantik Satine (Nicole Kidman). Di sisi lain, pemimpin grup kabaret telah menjanjikan Satine kepada seorang pria bangsawan (Richard Roxburgh) yang akan menyokong pendanaan grup.

Kisahnya berkutat di relasi segitiga tersebut. Relasi Christian dan Satine membahayakan grup. Selain itu, diam-diam Satine menderita sakit tuberkulosis. Film ini diunggulkan dalam delapan kategori Oscars dan membawa pulang piala untuk Art Direction and Costume Design.




5. Anna Karenina (Joe Wright, 2012)

Diadaptasi dari novel karya penulis Rusia Leo Tolstoy, film Inggris ini mengikuti kisah skandal cinta rumit di kalangan keluarga pejabat dan pegawai Kekaisaran Rusia. Anna (Keira Knightley), istri menteri Karenin (Jude Law) terlibat skandal dengan petugas kavaleri bernama Vronsky (Aaron Taylor-Johnson). Vronsky sendiri telah melamar adik dari kakak ipar Anna. Sementara itu, kakak Anna telah lebih dulu ketahuan selingkuh.

Terkait skandal dengan Vronsky, Karenin memberi Anna pilihan, antara diasingkan bersama Vronsky tapi tak boleh melihat anaknya, atau tetap bersama keluarga tapi harus patuh aturan. Relasi Anna dan Vronsky menjadi semakin buruk. Dalam kemuraman, Anna mengambil pilihan. Film ini diunggulkan di sejumlah penghargaan dan memenangkan sebagian, termasuk Best Costume Design di Oscars.




6. Blue Valentine (Derek Cianfrance, 2010)

Pasangan suami istri Dean (Ryan Gosling) dan Cindy (Michelle Williams) menjalani kehidupan yang tenang dalam lingkungan sederhana. Segala tentang mereka tampak biasa dari kejauhan. Namun dari dekat, mereka mulai terjebak depresi. Dunia mereka berbeda sejak awal menjalin hubungan. Dean kekurangan ambisi dan Cindy memikirkan diri sendiri.

Beberapa tahun berjalan, hubungan pernikahan mereka retak. Cindy meminta ruang sendiri. Dean tampak berjalan pergi, kendati anaknya memohon sang ayah untuk jangan pergi. Akting duet Ryan dan Michele mendapat pujian dan pengakuan dari sejumlah penghargaan.




7. Atonement (Joe Wright, 2007)

Diadaptasi dari novel karya Ian McEwan, drama perang berlatar Inggris ini mengikuti kisah dua pemuda yang menjalin kasih, Cecilia (Keira Knightley) dan Robbie (James McAvoy). Hubungan mereka terpecah atas tipu muslihat Briony (Saoirse Ronan), adik Cecilia yang cemburu. Robbie sampai harus dipenjara.

Empat tahun kemudian, Robbie dibebaskan asal bergabung dengan militer Inggris di Prancis untuk Perang Dunia II. Cecilia bekerja di unit perawat London. Briony menyesal dan ingin minta maaf. Robbie, yang terluka parah saat perang, menunggu evakuasi Dunkirk untuk kembali ke London. Film ini diunggulkan dalam belasan penghargaan dan meraih puluhan kemenangan.




8. Chungking Express (Wong Kar-wai, 1994)

Drama roman ini terdiri atas dua kisah tentang polisi Hong Kong yang menghadapi masalah cinta. Pertama, polisi 223 (Takeshi Kaneshiro) mengenang patah hatinya dengan cara selalu membeli kaleng nanas yang punya batas kadaluarsa 1 Mei, menandai bahwa dia tak akan lagi berharap pada mantan kekasihnya setelah tanggal tersebut. Sementara itu, dia juga penasaran dengan perempuan berambut wig pirang (Brigitte Lin) misterius yang ternyata penjual narkoba.

Kedua, polisi 663 (Tonye Leung Chiu Wai) kelimpungan setelah putus cinta dengan pacarnya (Valerie Chow) yang adalah pramugari. Saat mantan pacarnya meninggalkan kunci apartemen di sebuah kafe, seorang gadis pelayan kafe (Faye Wong) menyelinap ke apartemen polisi 663 untuk merapikan hidupnya yang kacau. Film ini mendapatkan sejumlah penghargaan di Hong Kong, termasuk sutradara dan film terbaik.




9. Shakespeare in Love (John Madden, 1993)

Drama komedi berlatar abad ke-16 ini mengikuti kisah pengandaian William Shakespeare muda (Joseph Fiennes), yang menjalin relasi dengan Viola de Lesseps (Gwyneth Paltrow), sembari menulis naskah drama Romeo and Juliet. Shakespeare sedang kekurangan uang dan ide. Viola memberi dia inspirasi kisah.

Pertemuan mereka berawal saat Viola, yang menyamar sebagai laki-laki, mendaftarkan diri dalam audisi aktor The Rose Theatre. Mereka juga sempat memainkan lakon teater Romeo dan Juliet. Sementara itu, orangtua menjodohkan Viola dengan seorang bangsawan dari Wessex. Film ini menang sejumlah penghargaan, termasuk film terbaik Oscars.




10. Amour (Michael Haneke, 2012)

Pasangan pensiunan guru musik, Georges (Jean-Louis Trintignant) dan Anne (Emmanuelle Riva) telah mengabdikan hidup bagi karier dan hubungan mereka. Lalu mereka menghadapi tantangan baru. Anne menderita stroke dan lumpuh sebagian.

Kendati Georges juga sakit dan lemah fisik karena usia, dia tetap telaten merawat istrinya sendiri di rumah. Dia juga berjanji tidak akan membawa Anne ke rumah sakit meski anak mereka (Isabelle Huppert) memaksa. Film ini mengikuti kisah bagaimana Anne meninggal karena sejak awal, penonton tahu bahwa Anne akan meninggal. Film Prancis meraih beberapa penghargaan, termasuk Best Foreign Language Film di Oscars.




(DEV)

Wawancara Eksklusif Geisha, Berlayar Tanpa Melumpuhkan Ingatan tentang Momo

Wawancara Eksklusif Geisha, Berlayar Tanpa Melumpuhkan Ingatan tentang Momo

6 days Ago

Meski melaju dengan Regina, Geisha tidak ingin menghapus bayang-bayang Momo. Lantas, ke mana ar…

BERITA LAINNYA