Lima Film Natal dengan Tokoh Monster

Purba Wirastama    •    21 Desember 2017 16:56 WIB
film
Lima Film Natal dengan Tokoh Monster
Ikon film Jack Frost (Foto: Slashfilm.com)

Jakarta: Film asing dengan latar Natal datang dengan berbagai kisah dan nuansa, dari yang kelam, romantis, hangat, hingga ceria. Kisah yang disajikan kadang tak hanya menampilkan tokoh manusia, melainkan juga tokoh-tokoh monster atau makhluk berwujud ganjil.

Inspirasi monster bisa berangkat dari tradisi lampau yang diadaptasi, misal dongeng tentang monster bagi anak-anak supaya berlaku baik saat Natal. Ada juga yang berangkat dari interpretasi fantasi pembuat film terhadap hal-hal yang terjadi saat Natal, yaitu salju musim dingin, masa liburan, serta kesempatan untuk berkumpul bersama keluarga besar.

Berikut adalah lima film Natal yang menggali tema-tema tersebut tetapi menyajikan tokoh-tokoh monster fantasi.

1. Jack Frost (Troy Miller, 1998)

Jack Frost (Michael Keaton) adalah musisi rock yang sering tur dan tak lagi muda. Dia tak pernah punya banyak waktu bersama istrinya, Gabby (Kelly Preston) dan anaknya, Charlie (Joseph Cross). Suatu ketika, Jack meninggal dalam kecelakaan lalu lintas saat hari Natal.

Setahun berselang, Charlie memainkan lagu sedih dengan harmonika sang ayah. Ajaib, ayahnya kembali hidup sebagai boneka salju di halaman rumah. Jack punya kesempatan kedua untuk menebus waktu bersama anaknya yang dulu hilang.

Istilah "Jack Frost" merupakan personifikasi atas embun beku yang muncul di jendela saat musim dingin, atau personifikasi atas musim dingin itu sendiri. Banyak karya populer yang telah melukiskan Jack Frost dengan berbagai karakter, baik arwah jahat atau pahlawan.
 

2. Krampus (Michael Dougherty, 2015)

Max (Emjay Anthony) kecewa lantaran keluarganya bertengkar saat liburan. Max lantas mengabaikan Natal. Yang tidak dia tahu, kurangnya semangat kegembiraan tersebut telah melepas amarah Krampus, iblis kuno yang menghukum orang-orang yang tak percaya.

Teror mengerikan mendatangi keluarga tersebut. Mereka harus bertarung untuk satu sama lain jika ingin bertahan hidup.

Menurut kultur kuno di Eropa, Krampus adalah iblis anti Sinterklas/Santa Klaus, atau malah diyakini pula sebagai saudara kembar Santa dari sisi jahat. Dia sering dilukiskan berwujud setengah iblis setengah kambing. Tak seperti Santa yang memberi hadiah, Krampus menghukum anak-anak nakal.
 

3. Gremlins (Joe Dante, 1984)

Seorang ayah membelikan hadiah spesial bagi anak lelakinya di toko Pecinan. Penjual dengan ragu memberinya hewan yang disebut mogwai, tetapi melarang agar jangan sampai terkena cahaya, air, atau diberi makan lewat tengah malam. Larangan dilanggar. Gremlin berlipat ganda dan memutuskan untuk menghancurkan kota saat Malam Natal.

Istilah gremlin dikenal sejak Perang Dunia II. Saat itu, kegagalan mekanis pesawat tempur sering ditanggapi dengan lelucon bahwa ada makhluk gremlin yang mengacaukan mesin pesawat. Mitos soal makhluk ini pun diangkat ke beberapa karya populer seperti novel, animasi, dan film.

Hewan mogwai kerap dilukiskan sebagai fase awal gremlin. Dalam kultur Cina, mogwai adalah bahasa Kanton untuk menyebut monster atau roh jahat.
 

4. Edward Scissorhands (Tim Burton, 1990)

Seorang ilmuwan pinggiran kota membuat mahkluk mirip manusia bernama Edward (Johnny Depp). Namun dia meninggal sebelum proyek selesai sehingga Edward masih berbentuk aneh dengan tangan berjari gunting-gunting. Peg (Dianne Wiest) menemukan Edward dan membawanya pulang.

Edward jatuh cinta pada remaja putri Peg (Winona Ryder). Edward juga mulai bergaul dengan masyarakat. Namun kondisi tangan Edward membuatnya tersingkir, kendati dia baik hati dan punya kemampuan artistik. Puncak konflik terjadi saat masa Natal.

Karakter Edward Scissorhands datang dari gambar yang dibuat Tim Burton saat remaja. Gambar ini merujuk ke perasaan terisolasi dan kesendirian yang dia alami di pinggiran kota Burbank. Tim juga mengakui bahwa film ini mengeksplor tema pencarian jatidiri dan isolasi.

 

5. The Nightmare before Christmas (Tim Burton, 1993)

Jack Skellington, raja makhluk labu di kota Halloween, bosan dengan rutinitas tahunan menakuti orang di dunia nyata. Saat jalan-jalan, Jack tak sengaja tiba di kota Natal yang hangat dan penuh warna. Dia pun berencana untuk menguasai kota dengan cara menculik Santa Klaus dan mengambil alih peran.

Kendati bertema Natal, film ini dirilis pada Oktober jelang perayaan Halloween. Kisahnya mengambil latar tempat yang sama seperti Edward Scissorhands, yaitu pinggiran kota yang sepi dan jauh dari hiruk pikuk keramaian sehari-hari.

Lewat film animasi ini, Tim Burton juga melukiskan perasaan yang dia alami waktu kecil. Menurut Tim, dia sangat terpukau dengan momen Halloween dan Natal, yang mendadak membuat situasi menjadi lebih ramai, berbeda jauh dari sebelumnya.




(ASA)

Nyawa Lain Yon Koeswoyo

Nyawa Lain Yon Koeswoyo

4 days Ago

Yon dan Koes Plus meninggalkan segudang warisan bagi generasi setelah mereka. Semasa jayanya, K…

BERITA LAINNYA