Tiga Panduan Utama Penjurian Festival Film Indonesia 2017

Purba Wirastama    •    22 Agustus 2017 18:27 WIB
ffi (festival film indonesia)
Tiga Panduan Utama Penjurian Festival Film Indonesia 2017
Riri Riza (Foto: youtube)

Metrotvnews.com, Jakarta: Festival Film Indonesia ke-37 akan diadakan pada penghujung tahun 2017. Menurut ketua bidang penjurian Riri Riza, proses seleksi dan penjurian film dilakukan secara partisipatif, dengan melibatkan lebih banyak lagi pelaku dari dalam industri film.

Visi dan misi FFI 2017 memang hendak berfokus ke pemberdayaan asosiasi profesi dan kegiatan terkait perfilman. Misalnya, asosiasi produser, aktor, sinematografer, atau organisasi nirlaba penggerak apresiasi dan literasi film.

"Setiap kali akan mengambil keputusan, asosiasi diharapkan mengingat panduan tersebut," kata Riri dalam jumpa pers di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Langkah pertama secara garis besar, tim FFI 2017 menentukan mana saja organisasi yang dinilai terpercaya serta punya bentuk kelembagaan jelas. Setiap organisasi lantas mengajukan usulan para peraih nominasi dalam kategori penghargaan tertentu. Mereka mendapat kesempatan untuk melakukan konferensi pers terkait usulan ini.

"Asosiasi (atau organisasi) tidak akan membiarkan sebuah film lolos begitu saja. Kredibilitas asosiasi akan dipertanggungjawabkan dan publik akan melihat," ujar Riri.

Organisasi atau asosiasi pelaku juga mengusulkan sejumlah nama calon anggota dewan juri yang akhirnya disaring menjadi 75 orang. Sekitar 80-90 persen anggota juri berasal dari organisasi tersebut. Kendati begitu, panduan utama penilaian disusun oleh tim penjurian FFI.

Riri menyebut ada tiga panduan, yaitu film dengan gagasan jernih, film dengan pencapaian teknis dan artistik yang baik, serta film dengan semangat dan profesionalitas tinggi.

Gagasan jernih berarti bahwa film memiliki tema kuat di balik cerita dan dapat diterjemahkan dengan jelas sehingga gambaran ide dari pembuat film bisa terlihat.

"Rasanya nilai ini cukup bisa disetujui oleh semua pihak, kalau menilai film. Film yang baik ada idenya. Bukan sekadar orang ketawa, jatuh kecebur, dan bangun lagi. Ada ide di balik itu semua yang bisa kita baca dari peristiwa yang terjadi di film itu," terang Riri.

Pencapaian teknis dan artistik yang baik merujuk pada kualitas karya film sebagai medium audio visual. Kesungguhan etos kerja para pembuat film bisa disimak dari hasil yang tampak di layar dan terdengar dari pemancar suara.

Lalu yang ketiga, semangat dan profesionalitas, merujuk pada orang-orang di balik suatu karya film. Ketrampilan ini tercermin di hasil akhir film. Apalagi, sebagian besar para pengusul nominasi adalah para pelaku perfilman yang sudah cukup paham.

"Kombinasi dari ketiga itulah yang menjadi panduan. Bukan satu-satu," kata Riri.

Seleksi film nominasi dan juri akhir berlangsung sejak 21 Agustus 2017 hingga akhir September mendatang. Setelah verifikasi dan tabulasi data, film nominasi dan 75 juri akhir akan diumumkan pada awal Oktober.

Penjurian berlangsung selama dua pekan pada 10-24 Oktober 2017. Pada masa ini pula, sejumlah film akan diputar secara daring dan film-film dari lima kategori diputar dalam program khusus, meliputi film panjang bioskop, sinematografi, tata musik, tata suara, dan efek visual.

Penilaian juri dilakukan dengan sistem voting tanpa diskusi. Sistem ini, kata Riri, sudah berjalan di FFI selama tiga tahun terakhir dan dipercaya mampu menekan tendensi bias dari anggota juri.

"Tapi jurinya harus ada banyak supaya bisa terjadi," ungkapnya.

Tabulasi data diserahkan ke lembaga akuntan publik terpercaya untuk menjamin keabsahan hasil. Sistem semacam ini disebut agak mirip dengan sistem Piala Oscar di Amerika Serikat.

"Tapi semangatnya, kita yang bawa. Kita berikan (tugas) kepada para asosiasi untuk memilih dan merekomedasi pilihan, kepada dewan juri untuk melakukan voting," ungkap Riri.

Malam penganugerahan FFI 2017 akan diadakan di Manado pada 11 November 2017. Menurut Leni Lolang, ketua pelaksana FFI 2017, mereka hendak menyediakan kebutuhan transportasi bagi para peraih nominasi demi memastikan kedatangan mereka.

"Alangkah baiknya trofi diterima langsung oleh pemenang, bukan perwakilan," tukas Leni.


 


(ELG)

Menjaga Nyawa Clubeighties

Menjaga Nyawa Clubeighties

1 day Ago

Menjaga nyawa grup musik selama sembilan belas tahun bukan perkara mudah. Terlebih, dengan diti…

BERITA LAINNYA