Rogoh Kocek Demi Kampanye Caleg Perempuan, Ini Alasan Angga Sasongko

Purba Wirastama    •    18 Desember 2018 19:44 WIB
angga dwimas sasongkoSeleb Bicara Pilpres 2019
Rogoh Kocek Demi Kampanye Caleg Perempuan, Ini Alasan Angga Sasongko
Angga Dwimas Sasongko. (Foto: Dok. metrotvnews)

Jakarta: Sutradara dan produser film Angga Dwimas Sasongko menyatakan akan ikut menyokong kampanye calon anggota legislatif (caleg) perempuan dengan dana 5% dari tabungan dan penghasilan pribadi selama 2018. Lebih spesifik, Angga ingin mendukung caleg progresif, berkualitas, substansial, serta punya riwayat politik dari akar rumput.

Dalam postingan di Twitter dan Instagram pada Selasa pagi, 18 Desember 2018, Angga menuliskan rencananya. Dia mengharapkan saran nama caleg beserta manifesto politik yang dinilai tepat. Angga juga menyebut contoh politisi AS seperti Alexandria Ocasio-Cortez dan Ilhan Omar.

Satu pertanyaan utama: mengapa? Barangkali ini pertama kali di Indonesia, sineas tidak menjadi caleg, tetapi secara terbuka menyatakan dukungan finansial terhadap calon politisi.

"Ini inisiatif pribadi," ungkap Angga kepada Medcom.id lewat pesan teks.

"Saya hilang harapan atas Pilpres (Pemilu Presiden 2019). Tak ada satupun calon yang menawarkan hal progresif buat Indonesia. Kita butuh lebih dari sekedar jualan agama, tetapi saya pikir, harapan masih ada di Pileg (Pemilu Legislatif)," lanjutnya.

Sineas Angga Sasongko Bakal Sokong Kampanye Caleg Perempuan Progresif

Menurut Angga, DPR periode 2019-2024 masih punya kesempatan untuk diisi para politisi berkualitas. DPR yang kuat membuat fungsi pengawasan dan pembuatan undang-undang yang tajam.

Lalu, kenapa hanya mendukung perempuan?

"Buat saya, momentum dunia hari ini adalah menciptakan perubahan. Dunia telah lama dibangun lewat sudut pandang patriaki tanpa memberikan ruang yang seimbang," ujar Angga.

Terkait perempuan, Angga juga sempat menyebut soal "satria piningit" dan perempuan. Dalam budaya Jawa, ada kitab ramalan kuno populer bernama Jangka Jayabaya, yang menyebut suatu saat akan datang sosok pemimpin besar, tetapi sekarang masih tersembunyi (piningit). Jelang Pemilu, istilah satria piningit juga kerap muncul entah sekadar sebagai idiom analisa atau materi kampanye calon tertentu.

Namun menurut penafsiran Angga, satria piningit adalah perempuan dan bukan lelaki seperti yang selama ini diyakini orang-orang. Keyakinan ini berangkat dari pengalaman Angga delapan tahun silam bersama World Bank. Dalam soal tanggung jawab, perempuan dirasa lebih cakap.

Selama setahun sejak 2011, Angga terlibat dalam program kredit mikro World Bank yang mendukung pelestarian terumbu karang di desa-desa pesisir. Sasaran program adalah keluarga nelayan.

Di sana, Angga menemukan bahwa kredit mikro yang dikelola oleh kreditur perempuan punya rasio macet sangat kecil. Mereka tidak hanya mampu menyokong biaya keluarga dan mengubah perekonomian desa, tetapi juga berkembang menjadi pengusaha kecil dan menengah yang mendiri dengan modal kecil.

"Ini bukti bahwa perempuan mampu menjawab tanggung jawab dengan menghantarkan hasil yang luar biasa," ujar Angga.

Jika rencana ini berjalan lancar, Angga akan ikut menyumbang dana untuk kampanye hingga empat calon legislatif.

"Uang saya tidak banyak, tetapi semoga cukup signifikan. Sepertinya cukup untuk didistribusikan ke dua sampai empat caleg," tukasnya.



 


(ELG)