Kontroversi Film Pacific Rim Uprising di Dunia Maya

Purba Wirastama    •    28 Maret 2018 07:00 WIB
film hollywood
Kontroversi Film Pacific Rim Uprising di Dunia Maya
Poster Pacific Rim Uprising (Foto: Screenrant.com)

Jakarta: Para kritikus film dan penonton sama-sama berdebat mengenai kualitas film sci-fi Pacific Rim Uprising dari studio besar Legendary Pictures. Pendapat mereka terbagi tajam, antara yang menilai film ini buruk karena cerita dan yang menilai bagus karena suguhan visual.

Kalangan yang mampu menikmati film ini menyebut pertarungan epik robot besar dan monster raksasa dalam Pacific Rim Uprising adalah suguhan yang memukau. Sebagian memuji performa akting John Boyega. Lalu kalangan yang kecewa menilai bahwa film ini hanya menyuguhkan cerita yang bodoh dan membosankan serta emosi yang tak berkesan.

Namun di antara mereka, banyak pula yang memberi penilaian imbang dengan memaklumi argumen dari kalangan yang kecewa dan tidak terlalu heboh dengan argumen kalangan yang memuji.

Skor film ini secara kuantitatif menunjukkan perbedaan tajam antara berbagai opini tersebut. Menurut Metascore, akumulasi skor Pacific Rim Uprising dari 44 kritikus terpercaya adalah 44/100. Lebih dari setengah memberi penilaian imbang antara 40 hingga 60. Lalu sisanya terbagi dua sama besar, positif dan negatif.

Rotten Tomatoes, yang fokus pada penilaian apakah suatu film termasuk segar, juga mencatat skor akumulasi rata-rata. Dari 165 kritikus, 75 menyebut film ini segar dan 90 menyebutnya "rotten" atau menjemukan. Skor akhirnya 45% yang berarti film ini agak menjemukan.

Glen Weldon dari NPR, misalnya, menyebut bahwa film ini memahami batas tujuannya dan mengerjakan itu dengan sigap. Brian Lowry dari CNN menyebut film ini tidak berusaha pretensius dan aspek ini yang membuatnya menjadi segar. Mark Kennedy dari The Associated Press menyebutnya menggembirakan karena menyentuh aspek mitos berupa peperangan antara monster ganas dari banyak tempat dengan para ksatria abad 21.

David Fear dari Rolling Stone menyebut film ini menyentuh level kekosongan seperti film Transformers. David Sims dari The Atlantic menyebut bahwa film ini tidak memberi kesan apapun kendati dia telah menantikan film ini dengan pola pikir kegembiraan anak kecil. Calvin Wilson dari St. Louis Post-Dispatch menyarankan penonton film ini untuk membawa bekal obat aspirin atau pereda pusing.

Skor dari penonton juga sama saja. Dari 91 pengguna Metacritic terdaftar yang mau memberikan skor, sepertiga di antaranya memberi penilaian imbang. Lalu sisanya terbagi dua sama besar, positif dan negatif. Untuk Rotten Tomatoes, skor penonton juga tak beda jauh. Dari 28 ribu pengguna terdaftar, skor akumulasi untuk film ini sedikit lebih tinggi, yaitu 56%.


 


(ASA)

SMASH Menolak Bubar

SMASH Menolak Bubar

1 day Ago

SMASH kembali bukan sebagai 'Seven Man As Seven Heroes'. Berenam; Bisma Kharisma, Rangg…

BERITA LAINNYA