Film Gold, Skandal Tambang Terbesar dari Indonesia

Media Indonesia    •    12 Maret 2017 08:50 WIB
Film Gold, Skandal Tambang Terbesar dari Indonesia
(Foto: Justjared)

Metrotvnews.com, Jakarta: Sejak pertengahan tahun lalu, banyak berita asing yang menyebut-nyebut Indonesia dalam film terbaru garapan sutradara Stephen Gaghan, yakni Gold. Film itu diangkat dari kisah nyata tentang skandal tambang emas terbesar yang pernah mengguncang dunia, yang lokasinya berada di pedalaman Busang, Kalimantan.

Nah, bagi yang penasaran, film tersebut akhirnya dipastikan masuk bioskop Tanah Air dalam waktu dekat. Meski banyak nama yang diganti dari kisah nyatanya, Gold mengadaptasi skandal penipuan tambang yang terkenal sebagai kasus Bre-X. Dalam kenyataannya, kasus penipuan tersebut terungkap pada Maret 1997 silam.

Di tengah kondisi kesulitan ekonomi, Kenny Wells (Matthew McConaughey) yang meneruskan usaha keluarganya, berusaha untuk mendapatkan investor. Di momen terpuruknya, prospektor tambang tersebut meyakini peruntungannya akan berubah dengan mencari tambang emas di Kalimantan.

Dia mengajak ahli geologi bernama Michael Acosta (Edgar Ramirez) untuk bekerja sama. Acosta mengenal belantara Indonesia dengan baik, juga memiliki kedekatan dengan masyarakat, memudahkan mereka mendapat tenaga kerja untuk mencari emas, sesuatu yang belum pasti ditemui di sana.

Dalam proses penggalian demi mencari emas, Wells nyaris mati karena malaria. Namun saat tersadar, Acosta melaporkan temuan emasnya. Berbekal hasil lab dan estimasi soal prediksi kandungan emas di kawasan itu, Wells mendapatkan investor untuk menjalankan bisnisnya. Tapi investasi saja tidak cukup, dia harus berhadapan dengan Soeharto, Presiden Indonesia saat itu. Dalam film Gold, strategi memenangi hati Soeharto dilakukan dengan mendekati seorang anaknya.

Laporan-laporan Acosta soal kandungan emas di Busang, terus menggiurkan investor, menjadikan Washoe Mining Corporation milik Wells melejit, bahkan sukses di bursa efek New York. Setidaknya hingga kemudian mulai muncul temuan mencurigakan dari laporan-laporan Acosta. Estimasi kandungan emas yang berlimpah itu, ternyata fiksi belaka, buah penipuan Acosta. Dia mencampur sampel bebatuan dengan emas, menjadikan seolah-olah kandungan emas di Kalimantan itu memang yang terbesar di dunia.

Wells diinvestigasi dalam kasus penipuan itu, tapi dinyatakan tidak bersalah karena mengaku dia ditipu Acosta. Sementara itu, Acosta diberitakan meninggal dengan berbagai dugaan, mulai dibunuh rezim Soeharto, bunuh diri, atau hanya pura-pura mati.

Skandal Indonesia

Karena terkait dengan sejarah Indonesia, Gold memang menarik, tapi layak ditonton dengan kembali membuka kisah aslinya mengingat banyak penyamaran dan rekaan yang dibumbui dalam filmnya. Perusahaan Bre-X yang nyatanya berbasis di Kanada, diubah menjadi Washoe Mining Corporation di AS, seolah berupaya menggaet dampak lebih besar dari filmnya. Lalu karakter Acosta, tampaknya merupakan penggabungan dari dua karakter sentral skandal tersebut, yakni dua geolog bernama Michael de Guzman dan John Felderhof.

Di sisi lain, patut disayangkan film yang mengangkat skandal di Indonesia itu, justru syutingnya tidak dilakukan di negara ini. Hanya ada tayangan suasana Indonesia masa lalu di awal film, yang kemudian tampak kontras dengan latar filmnya yaitu ada taksi-taksi berwarna kuning.

Terlepas dari itu, film ini layak menjadi pengingat, perpaduan antara orang-orang bermental korup dan keserakahan mendulang harta, bisa membuat gelap mata. Sebagai catatan, modus penipuan Bre-X sebagaimana yang diangkat dalam Gold, menggunakan cara penipuan yang paling dasar. Padahal andai tidak gampang tergiur oleh emas, kecurigaan pasti muncul sejak awal, sebelum kerugian besar terjadi.
(DEV)