Film Bumi Manusia akan Berpusat di Rumah Nyai Ontosoroh

Purba Wirastama    •    26 Mei 2018 08:14 WIB
film indonesiafilm bumi manusia
Film Bumi Manusia akan Berpusat di Rumah Nyai Ontosoroh
Sha Ine Febriyanti pemeran Nyai Ontosoroh (Foto: Medcom/Purba)

Yogyakarta: Film adaptasi Bumi Manusia garapan sutradara Hanung Bramantyo akan mulai  tahap produksi pada akhir Juli mendatang. Hanung menyebut bahwa sebagian besar cerita film akan mengambil latar rumah Nyai Ontosoroh, yang diperankan Sha Ine Febriyanti.

Set untuk rumah ini dibangun di Studio Alam Gamplong Yogyakarta dengan skala bangunan satu banding satu. Saat sejumlah awak media berkunjung ke kawasan studio ini pada Kamis sore, 24 Mei 2018, rumah ini masih dalam proses pengerjaan. Belum ada dinding, baru kayu dan besi konstruksi bangunan dua lantai.

"Hampir 60% (dari seluruh adegan), kami ambil lokasi di rumah ini karena film ini mengenai kehidupan Nyai Ontosoroh, Annelies, dan Minke. Ini rumahnya," kata Hanung mengenalkan rumah yang dimaksud.

Menurut Hanung, seperti novelnya, film Bumi Manusia memang akan menjadi sebuah drama keluarga dengan latar kehidupan politik kolonial di Jawa awal 1900-an. Kisah ini menjadi gambaran bahwa imbas penjajahan bukan hanya mengenai perbudakan, penyerangan, atau perebutan rempah-rempah.

Hanung sepakat dengan deskripsi yang diungkapkan Quirine, asisten sutradara film ini dan anggota tim periset sejarah era kolonial. Dalam penjajahan, lewat praktik hukum kolonial, kehidupan pernikahan pasangan sah juga bisa direnggut.

"Pram (Pramoedya Ananta Toer), lewat Bumi Manusia, mengungkapkan bahwa penjajahan itu bisa mengambil istrimu. Annelis diambil. Jadi, kolonialisme bukan soal senjata. Kolonialisme itu soal hukum kolonial," ujar Hanung saat berbincang lebih lanjut dengan Medcom.id.


Hanung di lokasi syuting Bumi Manusia (Foto: Medcom/Purba)

"Hukum kolonial itu tidak hanya merenggut rempah-rempah dan sumber daya alam. Kalau di novel Pak Pram, bahkan lewat hukum kolonial, orang bisa merenggut istri yang kamu nikahi dengan sah dan penuh cinta. Itu yang bagi saya menarik dari Bumi Manusia," lanjutnya.

Bumi Manusia diadaptasi dari novel pertama berjudul sama dari tetralogi Pulau Buru karya Pramoedya Ananta Toer. Naskah adaptasi digarap Salman Aristo bersama tim Wahana Penulis. Hanung menjadi sutradara dengan produser Frederica di bawah bendera Falcon Pictures.

Iqbaal Ramadhan, Mawar Eva de Jongh, dan Sha Ine Febriyanti akan memerankan Minke, Annelies Mallema, dan Sanikem alias Nyai Ontosoroh. Lalu Donny Damara dan Ayu Laksmi menjadi pasangan orang tua Minke.

Rencananya, proses syuting dimulai pada akhir Juli 2018 dan berlangsung selama sekitar satu bulan. Belum ada jadwal rilis resmi di bioskop.

 


(ELG)

Tashoora, Invasi Berbahaya Sekstet dari Yogyakarta

Tashoora, Invasi Berbahaya Sekstet dari Yogyakarta

14 hours Ago

Dalam musik yang energik sekaligus kontemplatif yang diramu Tashoora, terlantun lirik-lirik pui…

BERITA LAINNYA