Do(s)a, Serial Kolaborasi Sineas Indonesia dan Malaysia

Cecylia Rura    •    28 Maret 2018 20:21 WIB
serial web
Do(s)a, Serial Kolaborasi Sineas Indonesia dan Malaysia
Sineas yang tergabung dalam proyek miniseries Do(s)a. (Foto: Cecylia Rura)

Jakarta: Sineas Indonesia dan Malaysia berkolaborasi dalam proyek miniseries Do(s)a (dibaca Doa dan Dosa). Serial ini disutradarai oleh Ifa Isfansyah berdasarkan naskah yang ditulis Salman Aristo.

Menurut Salman, cerita ini berangkat ketika rekan jauh dari Malaysia CEO Astro Malaysia Holdings Berhad, Saniboey Mohd Ismail menghampirinya ke Jakarta.

"Semua ini berawal dari kedekatan saya dan Saniboey, datang ke Jakarta menembus macet, cari saya, kami  ngobrol. Akhirnya 2,5 tahun berlalu. Dia bawa visi proyek, nusantara proyek," kata Salman dalam konferensi pers peluncuran serial Do(s)a di Kaum Restaurant, Jakarta, Rabu, 28 Maret 2018.

"Bagaimana menggabungkan potensi cerita dua negara, dua kultur yang ada dalam rumpun yang sama membawa percik baru yang akan membuka peluang lagi, kesempatan luar biasa. Berbagai macam kami memulainya dengan ide, datang dengan judul Beautiful Tragedy," imbuhnya.

Judul tersebut kemudian berganti ketika Salman bercerita tentang sesuatu yang lebih dekat dengan manusia, antara Doa dan Dosa.

"Saya dihajar kalimat Doa dan Dosa dipisahkan satu huruf. Karakter ini berbicara soal itu," kata Salman.

Do(s)a akan dikemas dalam delapan episode dengan masing-masing episode berdurasi sekitar satu jam. Syuting Do(s)a memakan waktu 58 hari dengan estimasi 10-15 persen di Kuala Lumpur dan lebih banyak mengambil lokasi di Indonesia, seperti dituturkan sutradara Ifa Isfansyah.

"Saya melihat konsep dasarnya menarik banget, menciptakan ruang di antara doa dan dosa adalah treatment yang sangat kontras. Secara visual ketika menonton series-nya akan sangat terasa lokasi. Di Kuala Lumpur 10-15 persen, selebihnya ini merupakan perjalanan karakter mencari adiknya di Jakarta dan masuk ke dunia di jakarta," kata Ifa.

Senada dengan Salman, Ifa menekankan hal menarik dalam mengerjakan proyek film ini adalah penggabungan dua kultur berbeda dalam rumpun yang sama. Untuk benang merah cerita Ifa fokus bercerita tentang kekeluargaan.

"Topik ceritanya sangat intim. Kita ngomong tentang keluarga, rumpun kita, dan nilai-nilai keluarga masih kita junjung tinggi, bisa menjadi benang merah yang kuat," paparnya lagi.

Film ini menggandeng sejumlah aktor Indonesia yang berkolaborasi dengan beberapa aktor Malaysia dan Singapura, di antaranya Roy Marten, Maudy Koesnaedy, Reuben Elishama, Hannah Al Rashid, Ashraf Sinclair (Malaysia), Remy Ishak (Malaysia), Daniella Sya (Malaysia), Shenty Feliziana (Singapura) dan Hisyam Hamid (Singapura).

Serial Do(s)a ditayangkan melalui aplikasi streaming TV Tribe mulai hari ini, Rabu, 28 Maret 2018.




 


(ELG)

Akhir Perjalanan Raja Festival Rock Log Zhelebour

Akhir Perjalanan Raja Festival Rock Log Zhelebour

1 week Ago

Log memastikan bahwa dalam waktu dekat, dia akan pensiun total dari bisnis pagelaran musik, ter…

BERITA LAINNYA