Penyebab Syuting Film Wiro Sableng Memakan Waktu Lama

Purba Wirastama    •    18 Agustus 2017 08:00 WIB
film wiro sableng
Penyebab Syuting Film Wiro Sableng Memakan Waktu Lama
Para pemain dan kru film Wiro Sableng (Foto: metrotvnews/purba)

Metrotvnews.com, Jakarta: Proyek film Wiro Sableng punya waktu produksi cukup lama dan bisa dibilang relatif 'lebih sehat' dibanding kebanyakan film Indonesia lain, yaitu 3,5 bulan dengan total sekitar 85 hari produksi.

Produser Sheila 'Lala' Timothy dan sutradara Angga Dwimas Sasongko menyebut bahwa jadwal syuting harian punya jatah adegan berbeda tergantung jenis dan ukuran adegan. Bahkan menurut Angga, ada adegan yang punya waktu syuting sepekan.

"(Jatah syuting harian) macam-macam. Jadi, kalau ada yang misalnya drama pendek, satu hari bisa lima sampai tujuh adegan. Atau kalau pertarungan, bisa satu adegan per hari," kata Lala dalam jumpa pers di Senayan City Mall Jakarta.

"Atau bahkan ada adegan yang kita kerjakan, satu minggu hanya satu adegan," sahut Angga.

Menurut Lala, waktu syuting juga tidak selalu pagi hingga sore atau malam. Ada yang sudah selesai pada sore hari. Ada yang baru dimulai pada malam hari hingga pagi berikutnya. Ada juga yang syuting siang hari untuk adegan yang sebenarnya punya latar malam hari.

Kendati tidak secara spesifik menyebut batasan jam kerja, Angga menegaskan bahwa mereka mampu melakukan syuting dengan kerja yang sehat.

"Setiap adegan, shot, yang kita ambil, kita tahu waktu yang kita butuhkan cukup, istirahat cukup. Karena di satu sisi, kita enggak bisa melihat ini jadi film biasa. Ada sekian banyak orang yang bekerja. Terutama aktor, mereka harus melakukan adegan perkelahian sendiri sehingga kita harus memikirkan stamina dan segala macam. Makanya mengapa (waktu) syuting jadi sangat panjang," ujar Angga.

Syuting akan dimulai pada 21 Agustus 2017 dan direncanakan selesai pada akhir November mendatang. Jumlah kru juga cukup besar, yaitu sekitar 250 orang. Ketika ditanya apakah satu proyek syuting dilakukan untuk sekaligus dua film, Lala menegaskan bahwa produksi tahun ini dilakukan hanya untuk film pertama.

"Kalau (sekalian membuat) sekuel bisa setahun," ujar Lala.

"(Film) kita enggak pakai part one – part two," sahut Angga berkelakar.

Rumah produksi memang punya pilihan untuk merilis film dalam dua bagian karena berbagai hal kendati syuting dilakukan dalam satu rangkaian jadwal. Misalnya Harry Potter 7 dengan waktu syuting 1,5 tahun, Comic 8: Casino Kings, Warkop DKI Reborn: Jangkrik Boss dengan waktu syuting 1,5 bulan, serta Mars Met Venus.

Wiro Sableng merupakan film adaptasi dari novel seri karya Bastian Tito. Produksi dilakukan oleh Lifelike Pictures dan Fox International Productions. Lala menjadi produser dan sekaligus menulis naskah bersama Tumpal Tampubolon. Penyutradaraan ditangani oleh Angga.

Sejumlah aktor yang terlibat antara lain Vino Bastian, Marsha Timothy, Sherina Munaf, Ruth Marini, Happy Salma, Marcel Siahaan, Andy /rif, Yaya Unru, Dwi Sasono, Marcella Zalianty, Aghniny Haque, Rifnu Wikana, Lukman Sardi, Fariz Alfarazi, Dian Sidik, Cecep Arif Rahman, dan Yusuf Mahardika.

Wiro Sableng dijadwalkan rilis pada akhir 2018.

 


(ELG)

Menjaga Nyawa Clubeighties

Menjaga Nyawa Clubeighties

3 days Ago

Menjaga nyawa grup musik selama sembilan belas tahun bukan perkara mudah. Terlebih, dengan diti…

BERITA LAINNYA