Hari Film Nasional 2018

Ifa Isfansyah: Bikin Film Sangat Tidak Bisa Instan

Purba Wirastama    •    30 Maret 2018 11:19 WIB
film indonesiahari film nasional 2018
Ifa Isfansyah: Bikin Film Sangat Tidak Bisa Instan
Ifa Isfansya (Foto: medcom/cecylia)

Jakarta: Bagi produser dan sutradara Ifa Isfansyah, sekitar 130-140 judul film bioskop domestik rilis tiap tahun adalah jumlah yang besar. Film cerita sebanyak ini harus ditopang oleh sistem industri yang suportif dan siap menyesuaikan perkembangan.

"Bayangkan, setiap tahun ada sekitar 140 film. Artinya, dalam sebulan itu dirilis 10-an film. Seberapa besar industri ini bisa mendukung skenario yang sangat bagus dalam soal jumlah. Skenario bagus, banyak sekali di Indonesia. Namun bagaimana (industri bisa mendukung) di saat kebutuhannya sudah segitu. Kalau bicara tentang production value, aspek teknis, kita sangat punya," kata Ifa saat ditemui di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu.

Ifa juga menyebut bahwa produksi film butuh proses yang rumit. Namun ada sebagian pihak yang ikut terlibat dan memandang bahwa film adalah sesuatu yang bisa dibuat dengan instan.

"Film ini sebuah ruang yang sebenarnya sangat rumit, sangat tidak bisa instan, tetapi banyak sekali yang melihat film bisa menjadi satu ruang yang sangat (mudah) dipelajari. Hanya dengan merekrut orang, bisa membuat film. Padahal sebenarnya banyak banget yang harus dilalui. Tidak ada jalan pintas," tuturnya.

Ifa merupakan sineas lulusan Institut Seni Indonesia Yogyakarta. Dia mengawali karier film bersama sejumlah kawan di Fourcolours Films, komunitas film independen yang berkembang menjadi rumah produksi. Pada Februari lalu, dia baru saja dilantik menjadi Ketua asosiasi sutradara IFDC (Indonesian Film Directors Club) menggantikan Lasja Susatyo.

Dia telah menulis dan mengarahkan sejumlah film, antara lain Garuda di Dadaku (2009), Rumah dan Musim Hujan (2012), Pendekar Tongkat Emas (2014), Catatan Dodol Calon Dokter (2016), serta Sang Penari (2011) yang mengantarnya meraih Piala Citra sebagai sutradara terbaik. Dia juga memproduksi beberapa film debutan sutradara baru, seperti Turah (2016) dan Mountain Song.

 


(ELG)