Ambisi Reino Barack Bawa Film Superhero Indonesia Bersaing di Luar Negeri

Elang Riki Yanuar    •    22 September 2018 07:00 WIB
film indonesiareino barack
Ambisi Reino Barack Bawa Film Superhero Indonesia Bersaing di Luar Negeri
Reino Barack (Foto: Medcom/Elang)

Jakarta: Reino Barack dikenal sebagai salah satu pengusaha muda Indonesia yang sukses. Namun, di sela kesibukannya di dunia bisnis, Reino juga dikenal sebagai tokoh kunci yang melatarbelakangi terciptanya serial tokusatsu pertama Indonesia, Bima Satria Garuda.

Selain ditayangkan di televisi sebagai serial, karakter pahlawan super Bima Satria Garuda pernah menjumpai penonton di layar lebar lewat film berjudul Satria Heroes: Revenge of Darkness pada 2017. Pria 34 tahun ini mengaku puas dengan respons yang diterima film superhero miliknya itu.

"Penerimaannya cukup bagus. Sempat diundang di Okinawa (Festival Film Internasional Okinawa). Bisa diajak ke Okinawa saja, saya rasa itu sudah bagus ya," kata Reino Barack saat berbincang dengan Medcom.id di News Room Metro TV, Kedoya, Jakarta, Jumat (21/9/2018).

Setelah terjun langsung ke industri film, Reino merasa yakin potensi film superhero Indonesia bisa bersaing dengan produksi luar negeri. Lewat karakter Bima Satria Garuda, Reino ingin menunjukkan hal itu.

"Itu yang sedang saya upayakan. Setidaknya saya sedang mencoba (lewat Bima Satria Garuda)," ujarnya.  

Reino sadar untuk mewujudkan impiannya itu tentu tidak mudah. Banyak kendala yang dihadapi sejumlah film pahlawan super Indonesia bisa bersaing dengan produksi luar negeri.

"Kendala terbesar di sini memang dari sisi produksi. Segi sumber daya manusianya juga. Tapi kendala yang terbesar memang pendanaan, dan juga distribusi. Karena kalau distribusinya luas artinya bisa jualannya juga lebih banyak. Jadi duitnya lebih besar pula."

"Talenta kita itu seperti mutiara yang belum jadi. Percaya sama saya. Makanya penting banget itu yang dibilang revolusi mental. Orang kita harus sadar dulu mereka bisa melakukan lebih. Bukan, "ya sudah begini-begini saja". Kadang orang awalnya semangat banget, tapi sedikit ada masalah yah (mundur)," tutupnya.


 


(ELG)

Tashoora, Invasi Berbahaya Sekstet dari Yogyakarta

Tashoora, Invasi Berbahaya Sekstet dari Yogyakarta

6 days Ago

Dalam musik yang energik sekaligus kontemplatif yang diramu Tashoora, terlantun lirik-lirik pui…

BERITA LAINNYA