Kata Ario Bayu soal Jam Kerja Berlebih Para Pekerja Film

Cecylia Rura    •    03 Juli 2018 13:53 WIB
ario bayu
Kata Ario Bayu soal Jam Kerja Berlebih Para Pekerja Film
Ario Bayu (Foto: Medcom/Cecylia)

Jakarta: Lingkup kerja di industri kreatif seperti film sering dianggap tidak 'mengenal waktu' bekerja. Karena berjalan sejak lama, waktu kerja berlebih di industri film sudah dianggap hal biasa bagi pelakunya sendiri.

Medcom.id mencoba menanyakan pendapat Ario Bayu soal waktu kerja berlebih bagi para pekerja industri film. Bintang film Soekarno mengaku pernah bekerja lebih dari 20 jam.

"Susah kalau jam kerja. Saya pernah bekerja 20 jam, filmnya Rumah Dara," kata Ario saat menyambangi kantor Medcom.id dalam rangka promo film Buffalo Boys, belum lama ini.

"Saya pernah bekerja 25 jam per hari, saya kerja 25 jam. Itu juga gila. Tapi di saat itu saya merasa saya happy aja," kata Ario.

Menurut Ario, Waktu kerja ikut mempengaruhi jumlah bujet yang ada. Dana tersebut dipadatkan dan dimaksimalkan oleh para pelaku industri film. Soal pendanaan ini, produser ikut memiliki andil besar.

"Saya juga merasa karena bujetnya kuat jadi harus diirit, ya susah juga. Dalam arti begini, kalau seorang produser atau yang punya duit atau seorang yang punya manajemen sadar bahwa saya aspirasi dan implementasinya seimbang, akhirnya (misalnya) bujet Rp100 juta cukup untuk syuting sehari. Jangan bikin dua hari. Jadi, harus dimulai dari siapa? Pemerintah atau Produser? (Nah) Produser," kata Ario.

Dengan perencanaan yang baik dari produser serta kerja sama yang baik dengan para pelaku industri film, sinergitas baik akan memunculkan hasil karya yang baik pula. Harapn kepada pemerintah pun perlahan terganti dengan pembenahan yang dimulai dari diri sendiri.

"Jadi, kita sebenarnya enggak perlu dukungan pemerintah sebenarnya. Harus dari diri kita sendiri. Makanya menurut saya yang, dari gua pribadi Ario Bayu, menyadarkan diri gua sendiri dulu. Apa yang bisa gua perbaiki dalam diri gua."

"Akhirnya di saat saya menjadi produser membuat film sendiri saya sudah paham oke, yang salah itu kitanya. Jadi ya gimana kita menata dengan benar. Kita meminimalkan risiko-risiko gimana caranya kan begitu. Kalau kita terlalu kapitalis, ya susah juga," paparnya.






 


(ELG)

Akhir Perjalanan Raja Festival Rock Log Zhelebour

Akhir Perjalanan Raja Festival Rock Log Zhelebour

1 week Ago

Log memastikan bahwa dalam waktu dekat, dia akan pensiun total dari bisnis pagelaran musik, ter…

BERITA LAINNYA