Monty Tiwa Sempat Deg-degan Garap Aku Ingin Ibu Pulang

Elang Riki Yanuar    •    31 Agustus 2016 16:02 WIB
film indonesia
Monty Tiwa Sempat Deg-degan Garap Aku Ingin Ibu Pulang
Cast Aku Ingin Ibu Pulang (Foto: Dok. SRN)

Metrotvnews.com, Jakarta: Monty Tiwa mengaku sempat deg-degan ketika diminta menyutradarai film Aku Ingin Ibu Pulang. Pasalnya, Monty merasa film ini sedikit berbeda dengan 'tren' film kebanyakan.

Menurut Monty, film Indonesia belakangan ini banyak yang mengambil lokasi syuting di luar negeri. Sementara film Aku Ingin Ibu Pulang hanya mengambil lokasi syuting di pemukiman kumuh Jakarta.

"Awalnya saya agak deg-degan dengan rilisnya film ini. Waktu ditawarkan ke saya di tengah arus film Indonesia yang diangkat dari novel dan syutingnya kalau bisa pakai paspor (di luar negeri). Awalnya saya juga lihat ceritanya syuting paling jauh di perkampungan kumuh belakang Benhil (Bendungan Hilir) dan Pulo Gadung," kata Monty Tiwa dalam keterangan tertulis yang diterima Metrotvnews.com.

Melakoni syuting di permukiman kumuh membuat kesan tersendiri bagi pemainnya, termasuk Nova Eliza. Artis asal Aceh ini terperangah begitu melihat kenyataan masih banyak kesenjangan sosial di Jakarta.

"Kita lagi syuting ada yang lagi mandi telanjang. Ternyata di Jakarta yang megah masih ada yang gitu. Kesenjangannya yang terlihat sekali, kalinya warnyanya coklat bukan bening," kata Nova.

Film Aku Ingin Ibu Pulang diproduksi Maxima Pictures bersama SRN Production. Film ini dibintangi oleh Jefan Nathanio, Nirina Zubir, Teuku Rifnu Wikana, Geccha Tavvara, Nova Eliza, Desta, Mario Irwinsyah, Verdi Solaiman, dan Acha Sinaga.

Selain sejumlah artis beken, pembawa acara Andy F Noya juga ikut hadir di film yang tayang 1 September 2016 ini.

Dalam trailer yang sudah dirilis memperlihatkan karakter Jempol (Jefan Nathanio) yang tengah berada di acara talkshow Kick Andy. Jempol sengaja datang ke acara Kick Andy karena ingin mencari sang ibu yang telah lama pergi meninggalkannya, Satri (Nirina Zubir).

Kecelakaan yang menimpa suami Satri (Teuku Rifnu Wikana) membuat kehidupan keluarga Jempol berubah. Demi mencari dana pengobatan, Satri bahkan berani mencuri uang di kantornya.

Pada akhirnya, Jempol mengetahui perbuatan sang ibu yang rela mencuri uang untuk membiayai ayahnya. Dia marah kepada ibunya. Pertengkaran antara Jempol dan Satri berakibat perginya Satri dari rumah.

Hingga suatu ketika ada sebuah perlombaan lari, dan Jempol berhasil memenangkannya. Dari kemenangannya tersebut, dia dipanggil untuk tampil dalam acara sebuah stasiun televisi oleh Andy F Noya.

"Semoga tanggapan dari penonton bertemu dengan harapan saya. Sebab film ini bagus, para pemainnya juga total," tutur Monty.


(ELG)