Film My Generation Angkat Stigma Negatif yang Melabeli Generasi Milenial

Purba Wirastama    •    11 Oktober 2017 11:16 WIB
film indonesia
Film My Generation Angkat Stigma Negatif yang Melabeli Generasi Milenial
Upi (tiga dari kanan) dan para pemain My Generation (Foto: Purba Wirastama)

Metrotvnews.com, Jakarta: Sutradara dan penulis Sartri Dania Sulfiati, atau lebih akrab dipanggil Upi, mengerjakan film remaja terbaru berjudul My Generation  dalam bendera produksi IFI Sinema. Kisahnya berpusat pada empat remaja SMA generasi milenial yang memberontak karena masalah di lingkungan keluarga dan sekolah.

Suki, Zeke, Orly, dan Konji gagal berlibur lantaran video mereka yang berisi protes terhadap guru, sekolah, dan orang tua, tersebar di kalangan sekolah. Mereka dihukum tidak boleh pergi berlibur. Namun, mereka terlalu "keren" untuk mengutuki keadaan dan membuat orang-orang yang sudah menghukum mereka puas.

Liburan sekolah yang terkesan tidak istimewa, akhirnya membawa mereka ke berbagai kejadian dan petualangan, yang memberi pelajaran sangat berarti. Keempat sahabat memiliki karakter dan konflik berbeda-beda.

My Generation  jadi titik kembali Upi menyutradarai film dengan tokoh utama remaja setelah absen sekitar delapan tahun sejak Serigala Terakhir  (2009). Upi mengaku sebagai pemerhati remaja dan ingin menangkap dinamika konflik remaja masa kini yang tumbuh besar dalam keluarga yang akbrab dengan kemajuan teknologi gawai digital dan internet.

"Gejolak, dinamika, setiap masa, setiap zaman, remaja itu berubah-ubah, beda-beda. Mereka beradaptasi dengan zaman. Jadi itu yang bikin saya tertarik. Karakter anak sekarang jauh beda dengan karakter anak jaman dulu," kata Upi dalam jumpa pers di kawasan Kebayoran, Jakarta, Selasa (10/10/2017).

Upi menyebut bahwa setiap generasi punya sisi baik dan buruk. Dia tidak sepakat terhadap anggapan yang menyalahkan anak-anak remaja milenial telah menjadi generasi anti sosial karena terlalu sibuk dengan gawai digital. Menurutnya, apa yang dilakukan anak-anak tak jauh dari apa yang diciptakan dan dilakukan orangtua masing-masing.

"Kayaknya sekarang anak milenial selalu dilabeli sebagai anak-anak yang lebih egois, social media junkie, self-obsessed, anti sosial karena mereka lebih banyak (aktif) di media sosial. Tapi apapun itu, saya enggak terlalu setuju dengan pelabelan," ujar Upi.

"Sekarang menyalahkan anak karena mereka terlalu (sibuk dengan) medsos, komputer. Yang menciptakan itu siapa kalau bukan orang tua. Mereka hanya adaptasi, lahir sudah ada medsos. Kalau dulu saya lahir ada walkman," lanjutnya.

Naskah film ditulis Upi berdasarkan riset selama sekitar dua tahun. Adi Sumarjono, yang telah berkolaborasi dengan Upi di beberapa proyek film, menjadi produser. Adi juga jadi produser eksekutif bersama Sendi Sugiharto dan Ie Keng Siang.

Keempat tokoh diperankan oleh para aktor pendatang baru, yang disebut Upi tak pernah punya pengalaman akting tetapi mampu bermain secara natural sebagai remaja seumuran mereka. Ada Lutesha, Briyan Langelo Warouw, Alexandra Kosasie, serta Arya Vasco yang didapat lewat audisi selama lima bulan di beberapa kota.

Sejumlah aktor senior juga terlibat sebagai pemeran orangtua. Ada Aida Nurmala, Indah Kalalo, Ira Wibowo, Joko Anwar, Karina Suwandi, Surya Saputra, dan Tyo Pakusodewo.

My Generation  dijadwalkan tayang di bioskop mulai Kamis 9 November 2017.




(DEV)

Guruh Soekarnoputra Sebut Orde Baru sebagai Biang Kerok Krisis Kebudayaan Indonesia

Guruh Soekarnoputra Sebut Orde Baru sebagai Biang Kerok Krisis Kebudayaan Indonesia

4 days Ago

Guruh juga mengingatkan jika generasi muda tidak lagi peduli akan bahasa Indonesia yang baik da…

BERITA LAINNYA