Film Karya Mahasiswa UGM Diputar di Festival JAFF 2017

Patricia Vicka    •    03 Desember 2017 17:59 WIB
film indonesia
Film Karya Mahasiswa UGM Diputar di Festival JAFF 2017
Artwork JAFF 2017 (dok JAFF)

Yogyakarta: Film berjudul Tengkorak  karya mahasiswa Sekolah Vokasi UGM Yogyakarta berhasil terpilih sebagai salah satu official selection  dalam ajang festival film  the 12 Jogja- NETPAC Asian Film Festival (JAFF).

Sekilas, penonton akan terkecoh dengan judulnya yang seram. Mungkin penonton mengira film ini bergenre horror triller. Namun, Tengkorak  adalah film fiksi ilmiah yang sarat akan kearifan lokal dan nuansa budaya khas Yogyakarta.

Sutradara film Tengkorak, Yusron Fuadei menjelaskan film ini bercerita tentang misteri penemuan fosil tengkorak sepanjang 17.56 meter yang berumur 170 ribu tahun di Pulau Jawa.

Fosil ini tak sengaja ditemukan usai Gempa di Bantul tahun 2006. Penemuan ini menimbulkan kebingungan dan perdebatan di antara para ilmuwan dan pemuka agama. Ditengah kebingungan ini,  seorang gadis bertekad untuk mengungkap misteri di baliknya.

"Kami coba mengemas ide cerita yang unik ini dengan alur menarik. Juga dibalutan fantasi dan  humor kearifan lokal khas Yogyakarta,” tutur Yusron melalui keterangan pers di Yogyakarta, Sabtu 2 Desember 2017.

Inti dan alur cerita yang unik memang sengaja ditampilkan. Sebab, Yusron mengatakan film ini membawa misi untuk mengangkat hal-hal yang baru ke dalam dunia perfilman Indonesia. Genre Fiksi ilmiah memang masih jarang ada yang mau mengangkat karena peminatnya sedikit.

“Kalau di dunia film internasional genre fiksi ilmiah sudah bisa mendunia dan cukup diminati penonton Indonesia. Jadi penontonnya ada di Indonesia, tapi masih sangat sedikit orang Indonesia yang mau menggarap film jenis ini,” imbuh pria yang juga berprofesi sebagai Dosen Program Studi Komputer dan Sistem Informatika (KOMSI) Sekolah Vokasi UGM ini.

Produser film Tengkorak, Wikan Sakarinto mengatakan proses penggarapan film dilakukan selama tiga tahun. “Pengambilan dan editing gambar dikerjakan semuanya oleh mahasiswa Vokasi UGM dibawah bimbingan para dosen. Kami turut mengajak para civitas UGm dan seniman serta musisi di Yogyakarta untuk berkarya dalam film ini,” tutur Dekan Sekolah Vokasi UGM ini.

Keberhasilan film Tengkorak meraih prestasi dalam JAFF ini selain membanggakan juga diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan diri serta motivasi bagi para mahasiswa seluruh Indonesia untuk terus menghasilkan karya-karya yang berkualitas.

Berkat prestasi ini, Tengkorak  akan ditayangkan bersama sederet film Negara Asia lainnya dalam Spesial Gala JAFF pada 7 Desember di Empire XXI Jalan Urip Sumoharjo Yogyakarta. Pemutaran kedua akan dilakukan pada 8 Desember 2017 di Societet Taman Budaya Yogyakarta. Dalam waktu dekat, film ini ditargetkan bisa ditayangkan di bioskop-bioskop komersil.

 


(DEV)