Sara Wijayanto dan Herjunot Jawab Tudingan Film The Doll Tiru Annabelle

Purba Wirastama    •    09 Juli 2017 11:13 WIB
sara wijayanto
Sara Wijayanto dan Herjunot  Jawab Tudingan Film The Doll Tiru Annabelle
(Foto: Metrotvnews/Elang)

Metrotvnews.com, Jakarta: Waralaba film The Conjuring  membuat sosok Annabelle menjadi ikon baru boneka berhantu setelah Chucky, yang lebih dulu populer pada era 1990-an. Tak lama kemudian, Hitmaker Studio Indonesia membuat film The Doll  yang punya tema horor serupa, tetapi mengangkat kisah boneka berhantu Ghawiah dari Bandung.

Setelah cukup sukses secara komersial dengan perolehan 550 ribu penonton, Hitmaker membuat sekuelnya dengan tokoh utama dan boneka hantu berbeda. Barangkali mudah untuk menuding bahwa The Doll  meniru The Conjuring  dan Annabelle.

Sara Wijayanto, yang berperan sebagai tokoh paranormal di dua seri film The Doll, menepis tudingan tersebut.

"Sebenarnya dari segi cerita berbeda. Beda banget," ujar Sara dalam perbincangan di kantor Metrotvnews.com.

Selain menjadi artis peran, Sara dikenal sebagai presenter acara televisi bertema supranatural serta memiliki minat pribadi terhadap dunia gaib dan berbagai kisah horor. Dia juga dikenal mampu mengindera makhluk gaib dan berinteraksi.

"Bisa dicari (di mesin telusur web dengan kata kunci) 'haunted dolls in the world', bakal keluar banyak. Jadi boneka (berhantu) itu enggak cuma Annabelle. Ada Robert, Peggy, yang mana lebih seram dari Annabelle yang asli," lanjut Sara.

Sara lantas menceritakan sepenggal kejadian misterius tentang boneka Robert dan Peggy yang kini disimpan di museum. Boneka Robert misalnya, disebut membawa musibah bagi pengunjung yang meledek mitos menyeramkan soal boneka ini. Karena itu di musem tersebut ada sejumlah surat dari para pengunjung berisi permintaan maaf.

"Sebenarnya banyak cerita mengenai boneka. Itu baru dua. Ada banyak yang lainnya. Kalau misal (film The Doll dikatakan) ikut-ikut Annabelle, enggak juga. Banyak boneka di luar sana yang memang terkenal berhantu. Kebetulan yang diangkat ceritanya Annabelle," ujar Sara.

"Pada saat di sini bikin (film tentang) boneka berhantu, jadi disangkut-pautkan dengan Annabelle," imbuhnya.

Herjunot Ali, aktor utama The Doll 2  yang ikut berbincang, mengaku belum menonton The Conjuring  dan Annabelle  sehingga tidak dapat membandingkan. Namun Junot yakin bahwa orisinalitas merupakan topik bahasan tak berujung.

"Dalam setiap sisi kreatif, there is nothing new under the sun. Jaman Renaissance, ketika kita ngomong apa jadi kutipan, sudah enggak ada lagi," ujar Junot.

Bagi Junot, orisinalitas jaman sekarang merupakan plagiarisme tak terdeteksi. Karya yang dianggap sumber tiruan, bisa jadi meniru karya sebelumnya. Menyebut sesuatu mirip Annabelle misalnya, adalah naif dan klise.

"Saya rasa hari ini enggak ada yang benar-benar asli. Kecuali kita ngomongin film-filmnya (James) Cameron, Peter Jackson, Spielberg. (Mereka) sudah bukan pembuat film. Mereka itu ilmuwan," sambung Junot.

Sara akan kembali muncul sebagai tokoh paranormal Bu Laras di film sekuel The Doll 2. Sementara Junot berperan sebagai Aldo, seorang suami dan ayah yang berduka karena Kayla, anak perempuan semata wayang, meninggal dalam kecelakaan maut. Pada hari ulang tahun Kayla, sang ibu (Luna Maya) merasakan kehadiran hantu yang diyakini arwah Kayla.

Atas saran teman (Maria Sabta), sang ibu melakukan ritual pemanggilan arwah dengan boneka kesayangan baru. Namun upaya ini justru berujung pada teror gaib yang mengancam nyawa. Bu Laras pun datang membantu.

Film ini disutradarai oleh Rocky Soraya. Di  juga menjadi produser serta menulis naskah bersama dengan Riheam Junianti dan Fajar Umbara. Riheam menulis The Doll pertama dan sejumlah film horor lain produksi Hitmaker. Sementara Fajar telah menulis beberapa film komedi.

The Doll 2  dijadwalkan tayang di bioskop mulai Kamis 20 Juli 2017.


(DEV)

Cinta 99% Dea Dalila

Cinta 99% Dea Dalila

4 days Ago

Di momen yang tepat dan didukung tekad yang kuat, Dea memberanikan diri. Dia resmi memutuskan k…

BERITA LAINNYA