Dana Terbatas, Film 25 Hari di Eropa Akhirnya Selesai Dibuat

Elang Riki Yanuar    •    24 November 2016 14:46 WIB
film indonesia
Dana Terbatas, Film 25 Hari di Eropa Akhirnya Selesai Dibuat
Anies Baswedan dan Aditya Gumay (Foto: dok. MITS)

Metrotvnews.com, Jakarta: Meski memiliki keterbatasan dana, Aditya Gumay tak mau menyerah ketika menggarap film 25 Hari di Eropa. Film ini akhirnya bisa selesai dengan mengambil lokasi syuting di Eropa.

Para pemain awalnya hanya berangkat ke Eropa untuk sebuah program yang disponsori Kementerian Pemuda dan Olahraga. Aditya memanfaatkan kegiatan itu untuk kebutuhan syuting.

"Saat berada di beberapa negara di Eropa, banyak sekali waktu luang. Daripada hanya untuk jalan-jalan, saat itu saya juga bawa tiga kameraman dan audioman dua tim. Di sana saya seperti kerja mencari jarum dalam jerami," kata Aditya Gumay dalam keterangan tertulisnya.

Ide film 25 Hari di Eropa berawal dari perbincangan Aditya Gumay dengan Anies Baswedan yang kala itu masih menjabat Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. Anies pun mengizinkan kata "Mencintai Indonesia Tanpa Syarat" yang sering dia ucapkan dipakai di film ini.  

"Awalnya obrolan terjadi saat saya masih menjadi Menteri di tahun 2015 lalu. Meski serba sulit, uang minim secara bisnis, tapi bersama-sama tim tidak berhenti bekerja untuk berkarya. Akhirnya jadilah film ini," kata Anies.

Film 25 Hari di Eropa bercerita tentang 17 remaja yang berkelana selama 25 hari di sejumlah negara Eropa yakni, Belanda, Jerman, Prancis dan Swiss. Mereka memperkenalkan budaya Indonesia melalui tari, musik dan lagu.

Di tengah aktivitas, muncullah cerita seperti cinta, persahabatan dan persoalan keluarga yang menjadi warna dalam film ini. Film ini turut dibintangi Ferry Salim, Atik Kanser, Nungki Kusumastuti serta personel grup band HiVi.

Walaupun diputar terbatas di bioskop, Aditya tetap akan melakukan pemutaran film ini selama mungkin secara mandiri. Dia berencana membawa film ini ke dalam workshop di 40 kota di Indonesia.

"Jadi, nonton film ini juga nantinya akan mendapatkan pelajaran tentang apa itu akting, film yang berharga bagi peserta workshop karena film tidak akan terbatas hanya tayang di bioskop saja," tutup Aditya.

 


(ELG)

Senandung Senja Yon Koeswoyo

Senandung Senja Yon Koeswoyo

1 month Ago

Tubuh pria tua itu hanya bersandar di sebuah sofa berwarna cokelat. Seorang kawan di dekatnya m…

BERITA LAINNYA