Biaya Produksi Film Susah Sinyal Melebihi Critical Eleven

Purba Wirastama    •    09 Januari 2018 20:16 WIB
film indonesia
Biaya Produksi Film Susah Sinyal Melebihi Critical Eleven
Ernest Prakasa dan Chand Parwez Servia saat syukuran dua juta penonton di kawasan Menteng Jakarta, Selasa 9 Januari 2018 (Foto: medcom/purba)

Jakarta: Produser Chand Parwez Servia mengaku bahagia dengan sambutan penonton terhadap film Susah Sinyal garapan Ernest Prakasa. Pada hari ke-20 rilis bioskop, film ini telah menembus angka penonton dua juta dan bertahan di sekitar 200 layar.

"Penonton di Indonesia timur luar biasa. Ada bioskop di Kupang yang masih tinggi. Saat (film) yang lain sudah tiga pertunjukan (per hari), ini masih enam pertunjukan. Ini sebuah kebahagiaan," kata Parwez dalam jumpa pers di kawasan Menteng Jakarta, Selasa, 9 Januari 2018.

Susah Sinyal berkisah tentang relasi ibu dan anak tunggal yang renggang karena kesibukan sang ibu sebagai pekerja. Untuk menyambung relasi, mereka berlibur ke Sumba Timur.

Menurut Parwez, rencana syuting di Sumba Timur awalnya diragukan. Rencana produksi pun dibuat dan anggaran sampai ke angka fantastis melebihi Critical Eleven.

"Saya sampai dimarahi keponakan saya (Fiaz Servia) yang pegang produksi," kata Parwez dalam jumpa pers di kawasan Menteng Jakarta, Selasa, 9 Januari 2018.

"Ini sih lebih mahal daripada syuting Critical Eleven di New York!" lanjut Parwez menirukan komentar Fiaz.

"Mungkin ini film dengan dana produksi dan promosi yang paling besar. Artinya ini total. Terima kasih Pak Parwez sudah mempercayakan ini," ujar Ernest.

Film Critical Eleven dirilis Mei 2017, mencapai angka penonton 880 ribu penonton, dan menempati posisi ke-11 film terlaris 2017. Menurut laporan Bisnis.com pada Juni 2017, Parwez menyebut bahwa Critical Eleven adalah film termahal Starvision tahun itu.

Tahap syuting Susah Sinyal berlangsung hampir sebulan pada September 2017 yang dipusatkan di Waingapu, Sumba Timur. Dengan akses kendaraan yang masih terbatas, dapat dipahami bahwa urusan transportasi menyumbang pos dana cukup besar.

"Air terjun itu lokasinya terpencil, dan kami punya sekitar 26 mobil, dari yang biasa hingga truk yang bawa logistik. Jadi, itu harus melalui jurang, lereng, tebing berpasir. Pernah nyangkut, terus harus ditarik," kata Ernest di Jakarta pada Oktober 2017.

Saat dipastikan lebih lanjut oleh Medcom.id, Parwez menyebut dana produksi serta promosi mencapai angka Rp20 miliar. Dengan asumsi satu tiket terjual setara dengan pemasukan kotor Rp35 ribu, anggaran tersebut setara dengan jumlah penonton 571 ribu.

Susah Sinyal menjadi film ketiga Ernest bersama Starvision Plus. Ernest masih akan membuat dua film lagi bersama Starvision hingga 2019.


 


(ELG)

Nyawa Lain Yon Koeswoyo

Nyawa Lain Yon Koeswoyo

4 days Ago

Yon dan Koes Plus meninggalkan segudang warisan bagi generasi setelah mereka. Semasa jayanya, K…

BERITA LAINNYA