Marcella Zalianty Bangun PARFI dengan Action

Media Indonesia    •    04 Oktober 2016 09:17 WIB
Marcella Zalianty Bangun PARFI dengan <i>Action</i>
Marcella Zalianty (Foto:Antara/Teresia May)

Metrotvnews.com, Jakarta: Aktris Marcella Zalianty, 36, terpilih menjadi Ketua Umum Persatuan Artis Film Indonesia (Parfi) 1956.

Pemilihan dilakukan melalui musyawarah kekeluargaan yang digelar di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Sabtu (1/9) malam.

Ia pun bertekad menjalankan amanah dan kepercayaan yang telah diberikan padanya dengan sebaik-baiknya.

"Ini menjadi tanggung jawab terberat saya. Namun, dengan dukungan senior dan niatan baik, saya insya Allah optimistis membangun (Parfi) dengan action," tambahnya.

(Baca: PARFI dan Kepemimpinan Senyap Gatot Brajamusti)


Action yang disebutnya tidak sekadar bermakna melakukan sebuah aksi atau tindakan nyata, tetapi merupakan akronim dari beberapa spirit yang melingkupi Parfi.

"Saya akan jalankan action. Kenapa? A-nya itu active, C itu creative, T itu toward, I itu innovative, O itu organize, dan N itu nasionalism," ujar anak dari aktris senior Tetty Liz Indriati itu.

Ia menambahkan, action tentu juga bermakna tindakan.

Dengan makna itu, lanjutnya, Parfi harus melakukan aksi-aksi nyata untuk meningkatkan kualitas perfilman Indonesia.

"Parfi harus bisa memberikan perlindungan, peningkatan kompetensi, turut memberikan ruang dalam ekonomi kreatif, explore kreativitas," imbuh bintang Brownies itu.

Ia mencontohkan, gagasan program peningkatan kualitas para anggota Parfi melalui pelatihan rutin.

"Pakai guru dari luar negeri, tapi tetap didampingi tokoh aktor dan aktris senior Tanah Air. Harapannya, mereka tidak hanya memberikan pendidikan tidak hanya berikan pendidikan akting, tetapi juga wawasan yang baik," papar istri pembalap Ananda Mikola itu.

(Baca: Balada PARFI, dari Politik sampai Narkoba)


Sebagai informasi, Parfi 1956 yang mengusung Marcella sebagai ketua merupakan gerakan untuk mengembalikan muruah organisasi itu ke masa pembentukan awal Parfi, yakni pada 1956.

Gerakan itu terkait dengan penangkapan Gatot Brajamusti atas kasus konsumsi obat-obatan terlarang tak lama seusai dilantik menjadi Ketua Parfi di Lombok, akhir Agustus lalu.

Sejak itu, organisasi perfilman tertua di Indonesia itu berada dalam kondisi demisioner.

Demi menyelamatkan masa depan Parfi, kubu yang berseberangan dengan Gatot mengambil tindakan dengan membentuk Parfi 1956.

Cinta profesi

Diakui Marcella, kejadian yang menimpa Gatot tersebut telah mencoreng nama Parfi. Hal itu mengundang keprihatinannya.

"Parfi sempat tercoreng karena hal kemarin. Dan saya enggak mau jadi generasi yang cuma bisa komentar doang dan enggak melakukan apa-apa. Atas dasar kecintaan terhadap profesi, saya akan berusaha mengembalikan Parfi seperti sedia kala, Parfi yang bisa dibanggakan," tekadnya.

Pada pemilihan itu, selain Marcella, aktor senior Ray Sahetapy juga diunggulkan sebagai calon kandidat ketua.

Namun, mayoritas anggota yang hadir pada acara itu memberi kepercayaan padanya.

Adapun Ray Sahetapy terpilih sebagai penasihat.

Marcella sangat mengapresiasi Ray yang berjanji akan membantu dirinya dalam menjalankan tugas di Parfi.

"Saya melihat jiwa yang luar biasa dari Om Ray karena beliau juga sama-sama dicalonkan sebagai ketua dan legawa. Bahkan, beliau akan membantu dan membimbing Parfi kembali ke khitahnya, menjadi wadah dan rumah artis film Indonesia," tandas Marcella.




(DEV)

Senandung Senja Yon Koeswoyo

Senandung Senja Yon Koeswoyo

1 month Ago

Tubuh pria tua itu hanya bersandar di sebuah sofa berwarna cokelat. Seorang kawan di dekatnya m…

BERITA LAINNYA