Lukman Sardi Anggap Sensor Film Tak Relevan Lagi

Media Indonesia    •    11 November 2016 11:12 WIB
film indonesia
Lukman Sardi Anggap Sensor Film Tak Relevan Lagi
Lukman Sardi (Foto: Antara/Teresia May)

Metrotvnews.com, Jakarta: Aktor sekaligus sutradara Lukman Sardi menyoroti perlunya perbaikan di industri perfilman Indonesia. Menurutnya, sudah saatnya momentum restorasi di dunia film digaungkan.

Dia mencontohkan, butuh waktu bagi perfilman nasional untuk menjadi tuan rumah di negeri sendiri.

Kendati industri perfilman Indonesia berkembang, masih sedikit film Indonesia yang tembus box office dalam negeri dengan jumlah penonton melampaui jutaan sejak Laskar Pelangi (2008).

Baru akhir-akhir ini, ada lagi film yang penontonnya tembus hingga jutaan, salah satunya Warkop DKI Reborn, Jangkrik Boss! (2016).

"Kita perlu delapan tahun untuk bisa sampai box office dengan jumlah penonton melampaui empat juta. Harusnya dengan jumlah penduduk kita, tidak seperti itu. Menurut aku, ini momentum yang pas untuk merestorasi industri film untuk memulai sesuatu yang baru," ujarnya ketika ditemui di Jakarta.

Ayah tiga anak itu mengatakan, memajukan perfilman nasional tidak lepas dari peran serta semua pihak. Salah satunya perbaikan regulasi, misalnya dari segi sensor yang dirasa tidak lagi relevan.

Lukman menganggap bukan lagi sensor, melainkan lebih pas apabila diterapkan sistem klasifikasi penonton.

"Regulasi sensor harus diperbaiki. Turunan dari Orde Baru adanya lembaga sensor dengan berkembangannya zaman jadi banyak perbedaan. Jadi main gunting adegan. Buat aku seorang pembuat film, membuat itu satu kesatuan yang utuh. Pada saat itu terpotong, ada pesan yang hilang. Kita harus pakai klasifikasi," tutur putra pemusik legendaris Indonesia Idris Sardi itu.

Dia menjelaskan sistem sensor lebih terkesan memaksa penonton dan pembuat film, sedangkan sistem klasifikasi lebih memberikan pilihan kepada keduanya.

"Sudah jelas tontonan diklasifikasikan dengan umur. Bagi penonton anak-anak memang perlu kerja sama dari orangtua untuk cari tahu anaknya mau nonton apa. Fungsinya lebih ke pendampingan. Untuk pembuat filmnya juga harus jelas. Kalau mau banyak penontonnya, buatlah film dengan kategori semua umur. Kalaupun mau membuat film yang penontonnya di atas 20 tahun, membuatnya dengan tanggung jawab dan sadar," terang Lukman.



 


(ELG)

Senandung Senja Yon Koeswoyo

Senandung Senja Yon Koeswoyo

1 month Ago

Tubuh pria tua itu hanya bersandar di sebuah sofa berwarna cokelat. Seorang kawan di dekatnya m…

BERITA LAINNYA