Film Moonrise Over Egypt Angkat Kisah Perjuangan Diplomatik Agus Salim

Cecylia Rura    •    17 Maret 2018 13:37 WIB
film indonesia
Film Moonrise Over Egypt Angkat Kisah Perjuangan Diplomatik Agus Salim
Para pemain bersama tim yang terlibat dalam film Moonrise Over Egypt di kawasan Kuningan, Jakarta, Jumat, 16 Maret 2018. (Foto: Medcom.id/Cecylia Rura)

Jakarta: Cerita sejarah Indonesia kembali diangkat ke layar lebar. Kali ini, rumah produksi film Tiga Visi Selaras (TVS) Films merilis cuplikan sejarah bertajuk Moonrise Over Egypt.

Sinema ini bercerita tentang perjuangan Agus Salim memerdekakan Indonesia secara utuh lewat upaya kerjasama dengan negara Mesir pada April 1947.

Delegasi Indonesia diceritakan tiba di Kairo untuk melakukan misi diplomatik penting, yakni mencari pengakuan de jure dari pemerintah Mesir atas kedaulatan dan kemerdekaan Indonesia. Delegasi tersebut antara lain Agus Salim sebagai pemimpin delegasi, Abdurrachman Baswedan, Mohammad Rasjidi dan Nazir Sultan Pamuntjak.

Upaya mereka turut dibantu Sekretaris Jenderal Liga Arab Abdul Rahman Hassan Azzam Pasya. Keempat delegasi Indonesia tersebut dijadwalkan bertemu dengan Perdana Menteri Mesir Mahmud Fahmi El Nokrashy Pasya.

Misi mereka tak semulus rencana yang diperkirakan. Duta Besar untuk Belanda di Mesir, Willem Van Recteren Limpurg membombardir serangkaian taktik untuk menggagalkan misi Indonesia.

Willem didampingi ahli strategi Cornelis Adriaanse, melakukan lobi politik terhadap Perdana Menteri Nokrashy. Keduanya juga menyusupkan mata-mata ke dalam kelompok delegasi Indonesia.

Strategi Willem dan Adriaanse berhasil memengaruhi Nokrashy hingga menunda rencana kerjasama bilateral dengan Indonesia yang menjadi tanda legitimasi kedaulatan negara Indonesia di kancah internasional.

Penundaan penandatanganan nota kesepakatan tersebut membuat Agus Salim bersama rombongan delegasi dalam keadaan gamang dan tidak pasti di Kairo. Mereka bahkan sempat merasa kekurangan bahan pangan saat penundaan berlangsung. Di situ, Agus Salim meminta mereka untuk berpuasa.


Cuplikan film Moonrise Over Egypt. (Foto: Twitter/AllFilmMagz)

Situasi semakin memburuk ketika muncul kabar dari Indonesia tentang invasi yang dilakukan tentara sekutu Netherlands-Indies Civil Administration (NICA) yang mengepung pulau Jawa dan Madura. Belanda, telah melukai perjanjian Linggarjati dan melancarkan aksinya menguasai wilayah yang tersisa di Republik Indonesia.

Dalam situasi gamang itu, Agus Salim mencoba melakukan pendekatan sentimen Islam dalam diplomasinya kepada Nokrashy untuk meyakinkan tentang nota kesepakatan Indonesia dan Mesir.

Nokrashy pada akhirnya melanjutkan proses perencanaan kerjasama Indonesia-Mesir. Tindakan Nokrashy membuat Willem dan Adriaanse geram hingga mengeluarkan strategi pamungkas untuk menggagalkan penandatangan kesepakatan tersebut.

Situasi tersebut membuat nasib Nokrashy dan Indonesia berada di tangan seorang pemuda Indonesia yang sebelumnya telah dicurigai sebagai pengkhianat.

Selain bercerita tentang sejarah, ada bumbu romansa serta drama yang diselipkan dalam beberapa karakter menonjol di film ini.

Film Moonrise Over Egypt merupakan produksi film perdana dari rumah produksi TVS Films. Terkait judul film yang memakai bahasa Inggris, tim TVS mengatakan selain untuk bisa menembus pasar internasional.

"Ini sebagai simbol kelihatan hilal. Sekaligus, mencari sesuatu yang baru. Satu judul peristiwa diplomasi ini bisa juga dengan mudah masuk ke dunia internasional. Tanggal 21 April nanti akan premiere di Australia," terang Amir Sambodo di kawasan Kuningan, Jakarta, Jumat, 16 Maret 2018.

Film ini disutradarai Pandu Adiputra berdasarkan naskah yang ditulis Pandu bersama Erik Supit dan Adie Marzuki. Film ini diproduseri oleh Amir Sambodo bersama Adie Marzuki.

Beberapa aktor yang dipercaya bermain dalam karakter tokoh sejarah ini antara lain Pritt Timothy (Agus Salim), Vikri Rahmat (AR. Baswedan), Satria Mulia (H.M. Rasjidi), drh. Ganda (Natsir Pamuntjak), Reza Anugrah (Zain Hasan), Bhisma Wijaya (Hisyam) dan Ina Marika (Zahra).

Moonrise Over Egypt akan ditayangkan serentak di bioskop Indonesia pada 22 Maret 2018. Rencananya, pada 21 April 2018 film ini ditayangkan premiere di Australia.


 


(ELG)

Akhir Perjalanan Raja Festival Rock Log Zhelebour

Akhir Perjalanan Raja Festival Rock Log Zhelebour

1 week Ago

Log memastikan bahwa dalam waktu dekat, dia akan pensiun total dari bisnis pagelaran musik, ter…

BERITA LAINNYA