Hari Film Nasional 2018

Rako Prijanto Berharap Pekerja Film Dilindungi Undang-Undang

Cecylia Rura    •    30 Maret 2018 10:00 WIB
film indonesiahari film nasional 2018
Rako Prijanto Berharap Pekerja Film Dilindungi Undang-Undang
Rako Prijanto (Foto: Medcom.id/Purba W)

Jakarta: Hasil keringat sineas Indonesia belakangan mendapat sorotan lebih. Beberapa film Indonesia mulai dilirik oleh penikmat film lokal hingga raihan penjualan tiket yang fantastis. Semarak itu bertambah dengan prestasi sineas muda yang berhasil menembus berbagai festival kelas dunia.

Di balik semarak itu, sutradara Rako Prijanto menyimpan kegelisahan. Rako khawatir dengan ritme kerja para sineas lokal yang bisa dibilang selalu bekerja ekstra.

Menurutnya, perlu ada Undang-Undang khusus dari sisi ketenagakerjaan yang diterapkan bagi pekerja seni di industri perfilman.

"Yang paling penting dari sisi ketenagakerjaan. Saya pernah syuting di luar negeri, pernah syuting di Amerika. Saya tahu banget bagaimana peraturan mereka," kata Rako kepada Medcom.id beberapa waktu lalu.

"Masalah jam kerja. Itu belum bisa diperhatikan, belum ada Undang-Undangnya," imbuhnya.

Perlu adanya pembenahan regulasi terkait perfilman yang sekaligus dijelaskan secara gamblang. Sebagai contoh, bagaimana sebenarnya standar adegan dalam sinema yang disebut sebagai bentuk pornografi? Penjabaran itu penting tertuang dalam Undang-Undang agar para sineas, masyarakat dan pemerintah memiliki kesepakatan bersama.

"Pembenahan Undang-Undang film menurut saya, kalau bisa pemerintah atau DPR Komisi X ketika merumuskan sebuah Undang-Undang film kita diajak ikut serta dan kalau bisa dalam pasal dan ayatnya dijabarkan. Benar-benar dibikin detail. Pornografi, pornografi itu apa? Apa aja pornografi itu. Misalkan mengandung unsur SARA. Kayak apa sih? Jadi, kemudian jangan mengambang," kata Rako.

Rako juga berharap perwakilan pemerintah turun langsung dan menyerap aspirasi para sineas melalui forum diskusi atau bahkan konferensi. Seperti yang sudah dilakukan oleh Konferensi Musik Indonesia (KAMI) di Ambon pada awal Maret lalu.

"Semoga di film kami akan melakukan itu karena kami juga sudah melakukan banyak asosiasi-asosiasi sutradara, sinematografi, art director, mungkin perwakilan kita bisa membuat sebuah konsorsium untuk membantu pemerintah datangnya juga harus dari kami," ucap Rako.

 


(ASA)

Akhir Perjalanan Raja Festival Rock Log Zhelebour

Akhir Perjalanan Raja Festival Rock Log Zhelebour

4 days Ago

Log memastikan bahwa dalam waktu dekat, dia akan pensiun total dari bisnis pagelaran musik, ter…

BERITA LAINNYA