Selebritas Hollywood Klaim Weinstein Company Berutang Banyak Royalti

Purba Wirastama    •    01 Mei 2018 17:48 WIB
harvey weinstein
Selebritas Hollywood Klaim Weinstein Company Berutang Banyak Royalti
Quentin Tarantino (wikimedia-georges biard)

New York: Lelang atas aset perusahaan film The Weinstein Company yang bangkrut sedang masuk tahap penawaran. Sejumlah selebritas papan atas Hollywood, termasuk penulis dan sutradara Quentin Tarantino, mengajukan keberatan atas beberapa aset.

Seperti dilaporkan Variety dan IndieWire, Tarantino mengklaim perusahaan Harvey Weinstein ini berhutang kepadanya royalti lebih dari USD4,5 juta atau Rp62,7 miliar. Utang ini berasal dari empat proyek film yang dia tulis dan sutradarai.

Ada sekitar USD300 ribu dari Grindhouse, USD575 ribu dari Inglorious Basterds, USD1,25 juta dari Django Unchained, serta USD2,5 juta dari Hateful Eight. Menurut Tarantino, keempat proyek itu tak seharusnya masuk dalam daftar aset yang dilelang karena hutang royalti yang begitu besar. Acara lelang akan digelar pada Jumat pekan ini, 4 Mei 2018.

Selebritas lain yang mengajukan keberatan serupa antara lain Jennifer Lawrence, Brad Pitt, Meryl Streep, George Clooney, Leonardo DiCaprio, Jake Gyllenhaal, Bill Murray, Julia Roberts, Rachel McAdams, dan Stephen King. Agensi artis Creative Artists Agency juga mengklaim perusahaan itu punya hutang ke mereka senilai USD300 ribu.

The Weinstein Company resmi menyatakan bangkrut pada pertengahan Maret lalu karena tak kunjung menemukan investor baru. Perusahaan ini jatuh karena kasus pelecehen seksual yang menjerat Harvey sejak Oktober 2017.

Harvey menjadi sorotan besar di Hollywood setelah New York Times dan The New Yorker menerbitkan laporan dugaan pelecehan seksual yang dia lakukan bertahun-tahun. Puluhan perempuan, termasuk aktor dan selebritas, membuat pengakuan publik. Isu ini berkembang luas dan memunculkan gerakan #MeToo dan Time's Up. Tak lama, Harvey dipecat dari perusahaan sendiri dan dikeluarkan dari sejumlah asosiasi.

Tarantino termasuk sineas yang memutus kerja sama dengan Harvey dan The Weinstein Company setelah penguakan kasus tersebut. Dia menarik proyek filmnya Once Upon a Time in Hollywood, yang kemudian mendapat sokongan dari Sony Pictures.

Sementara itu, rumah produksi Plan B Entertainment dan Annapurna Pictures hendak mengangkat kasus Harvey menjadi film layar lebar.


(ELG)

SMASH Menolak Bubar

SMASH Menolak Bubar

2 days Ago

SMASH kembali bukan sebagai 'Seven Man As Seven Heroes'. Berenam; Bisma Kharisma, Rangg…

BERITA LAINNYA