Night Bus, Film Terbaik FFI 2017

Purba Wirastama    •    12 November 2017 07:00 WIB
ffi (festival film indonesia)
Night Bus, Film Terbaik FFI 2017
Emil Heradi (dua dari kiri) dan Darius Sinathriya bersama tim film Night Bus (Foto: Purba Wirastama)

Manado: Night Bus, film debut Darius Sinathriya sebagai produser mengukir catatan manis di Festival Film Indonesia 2017. Film ini memenangkan enam kategori, termasuk Film Terbaik, setelah diunggulkan di 11 kategori.

Film garapan sutradara Emil Heradi ini juga menang dalam kategori Penata Busana, Penata Rias, Penyuting Gambar, Pemeran Utama Pria, dan Penulis Naskah Adapatasi.

"Buat kami, ini sebuah hal besar, Night Bus  bisa mendapatkan apresiasi. Kalau dilihat dari jumlah penontonnya ya, ada beberapa kendala dalam distribusi, jumlah penonton tidak banyak. Ternyata masih diapresiasi, mendapat tempat di ajang FFI 2017, bersanding dengan karya-karya yang luar biasa," kata Darius ke awak media usai seremoni penerimaan piala.

Night Bus  diunggulkan bersama Cek Toko Sebelah, Kartini, Posesif, dan Pengabdi Setan. Dibanding empat film lain, capaian komersial Night Bus  paling sedikit dengan jumlah penonton sekitar 20 ribu orang. Film hanya tayang selama satu minggu di 105 layar, baik bioskop jaringan besar maupun tempat pemutaran lain.
 
"Kami juga punya kendala di distribusi, memang dari pihak kami, dari pihak rumah pasca-produksi sehingga ada beberapa layar enggak bisa memutar (Night Bus). Orang mau nonton enggak bisa. Mudah-mudahan nanti ada kesempatan lagi," ungkap Darius.

Sentot Sahid dan Kelvin Nugroho berbagi piala untuk Penyunting Gambar Terbaik. Sentot, editor yang aktif sejak 1900-an, menyebut ini piala pertama dia setelah 27 tahun berkarya. Dia pernah diunggulkan di FFI 1990 dan 1991 untuk film Lagu untuk Seruni  dan Langitku Rumahku. Ini juga Piala Citra pertama bagi Kelvin.

"Senang banget, saingan juga berat. Ini prestasi membanggakan. Ini saya persembahkan kepada seluruh kru Night Bus," kata Kelvin.

Mereka diunggulkan bersama Aline Jusria (Sweet 20), Arifin Cuunk (Pengabdi Setan), Cesa David Luckmansyah (Cek Toko Sebelah), Ryan Purwoko (Critical Eleven), Wawan L Wibowo (Kartini), dan W Ichwandiardono (Posesif).

"Semangat untuk generasi yang akan datang. Saya menunggu 27 tahun. Kelvin yang pertama. Ini cuma soal waktu saja kalau kita mau sungguh-sungguh, khususnya profesi editor. Tetap semangat belajar," imbuh Sentot.

Teuku Rifnu Wikana, yang telah beberapa kali masuk nominasi FFI, akhirnya membawa pulang Piala Citra sebagai Pemeran Pria Terbaik. Dia diunggulkan bersama Adipati Dolken (Posesif), Deddy Sutomo (Kartini), dan Ernest Prakasa (Cek Toko Sebelah).

Teuku, yang juga produser dan penulis skenario film ini, meraih Piala Citra Penulis Skenario Adaptasi Terbaik. Dia berbagi kemenangan dengan Rahabi Mandra.

Mereka diunggulkan bersama Bagus Bramanti dan Hanung Bramantyo (Kartini), Fathan Todjon dan Lucky Kuswandi (Galih dan Ratna), Joko Anwar (Pengabdi Setan), serta Upi (Sweet 20).

"Penyakit penulis skenario itu enggak pernah puas. Hari ini merah besok bisa jadi biru. Tapi ternyata ini bermanfaat. Saya harap 'penyakit' ini bisa ditularkan ke penulis skenario lain," ujar Rahabi.


(DEV)

Cinta 99% Dea Dalila

Cinta 99% Dea Dalila

3 days Ago

Di momen yang tepat dan didukung tekad yang kuat, Dea memberanikan diri. Dia resmi memutuskan k…

BERITA LAINNYA