LSF Tegaskan Film Naura & Genk Juara Tidak Menistakan Agama

Elang Riki Yanuar    •    24 November 2017 07:00 WIB
film indonesianaura
LSF Tegaskan Film Naura & Genk Juara Tidak Menistakan Agama
Naura & Genk Juara (Foto: KG Studio)

Jakarta: Ketua Lembaga Sensor Film (LSF) Ahmad Yani Basuki menanggapi masalah film Naura & Genk Juara yang dianggap melecehkan salah satu agama. Menurut Ahmad Yani, film garapan Eugene Panji ini tidak mengandung unsur melecehkan atau mendiskreditkan agama tertentu.

Film Naura & Genk Juara dianggap melecehkan karena dalam adegannya seorang penjahat kerap melafalkan kalimat istighfar, takbir dan doa. Namun, setelah menonton langsung film ini, Ahmad Yani punya pendapat berbeda.

"Tiga orang penjahatnya bercambang dan bertampilan agak kasar, sebagaimana layaknya tampilan  penjahat pada umumnya. Satu di antaranya memakai celana pendek bukan celana cingkrang. Oleh karena itu jauhlah dari gambaran saudara-saudara kita yang sering dipandang sebagai radikal/ teroris, karena jenggot dan model celananya," kata ketua LSF dalam siaran persnya seperti dikutip dari Antara.

"Sebagai film setting Indonesia yang mayoritas penduduknya muslim, bisa-bisa saja penjahatnya beragama Islam. Sama wajarnya jika dalam negara yang mayoritas penduduknya non muslim penjahat non muslim. (Seperti dalam film Home Alone misalnya)."

Sutradara Film Naura & Genk Juara: Distorsinya Terlalu Jauh

"Ketika si penjahat di tengah malam di hutan lagi ketakutan karena mengira ada hantu, salah satunya berdoa. Karena dia muslim dia bacanya doa Islam. Tapi yang dibaca salah 'comot', yaitu doa mau makan. Karena itu ditegur temannya, doanya salah,  doa makan. Ketahuan penjahatnya muslim ya karena dia baca doa itu, yang cenderung latah-latah juga. Tapi tidak ada penggambaran spesifik atau kesan penegasan bahwa muslim itu jahat," terangnya.

Ahmad Yani lalu memberikan contoh jika ada sebuah adegan seorang koruptor lalu dia beribadah atau berdoa di dalam penjara, hal itu tidak bisa dianggap melecehkan sebuah agama. Karena itu, sikap LSF tegas, film Naura & Genk Juara tidak menistakan agama tertentu.

"Bagi LSF, tidak terlihat adanya bagian yang secara jelas mendiskreditkan Islam. Jika dihubung-hubungkan dengan penista agama, rasanya terlalu jauh berspekulasi. Kita tahu kalau penjahatnya muslim pun ya hanya karena dia baca doa itu. Ketika akhirnya si penjahat terkepung, salah satunya memang membaca istighfar.  Tetapi sekali lagi, bagi LSF, itu tidak serta merta menggambarkan pelecehan dan penistaan terhadap Islam," kata Ahmad Yani.

Sikap tak jauh berbeda juga disampaikan Ketua Umum Asosiasi Produser Indonesia (APROFI), Fauzan Zidni. Dia menyayangkan tuduhan yang dialamatkan terhadap sutradara Eugene Panji yang dianggap menistakan agama lewat filmnya. Bagi Fauzan, Naura & Genk Juara justru film yang bagus untuk anak, mengajari mencinta alam, mencinta ilmu pengetahuan, tentang kerjasama dan persahabatan.

Kak Seto Apresiasi Film Naura & Genk Juara

"Saya cuma berharap pihak yang ramai membuat ini menjadi kontroversi untuk menonton kembali filmnya, lalu menilai dengan pikiran jernih. Jangan apa-apa langsung dituduhkan penistaan agama. Tolonglah bisa lebih bijak dengan memisahkan antar karya seorang filmmaker dengan pilihan politik yang pernah dia pilih," kata Fauzan.


(ELG)