Tak Ada Bioskop di Sumba, Ernest Prakasa Segera Gelar Layar Tancap Susah Sinyal

Purba Wirastama    •    09 Januari 2018 21:56 WIB
ernest prakasa
Tak Ada Bioskop di Sumba, Ernest Prakasa Segera Gelar Layar Tancap Susah Sinyal
Ernest Prakasa (Foto: medcom/purba)

Jakarta: Ernest Prakasa pernah mengatakan akan membuat program layar tancap film Susah Sinyal di Waingapu, Sumba Timur. Setelah filmnya dirilis akhir Desember 2017 lalu, kini Ernest siap menjalankan rencana tersebut pada akhir Januari 2018.

"Ada rencana juga akhir bulan ini, bikin layar tancap di sana (Waingapu) karena di Waingapu, ibukota Sumba Timur belum ada bioskop," kata Ernest dalam jumpa pers di kawasan Menteng Jakarta, Selasa, 9 Januari 2017.

Ernest Prakaa akan Gelar Layar Tancap Film Susah Sinyal di Sumba

"Bahkan sepulau Sumba pun belum ada bioskop sama sekali. Jadi, rencananya kami akan buka layar biar penduduk sana juga bisa nonton," imbuh Ernest.

Susah Sinyal berkisah tentang ibu dan anak tunggal hendak menyambung kembali relasi yang renggang dengan berlibur ke Sumba Timur. Syuting dilaksanakan pada September 2017 selama hampir sebulan.

Ini bukan kali pertama Pulau Sumba digunakan sebagai lokasi syuting. Selain video musik atau iklan, beberapa film yang pernah melakukan syuting di sini antara lain Pendekar Tongkat Emas (2014), Marlina Si Pembunuh dalam Empat Babak (2017), serta Humba Dreams yang belum dirilis.

Selain menggelar layar tancap, Ernest juga akan membuka kelas penulisan skenario gratis di lima kota. Program ini dibuat sebagai bentuk syukur Ernest atas prestasi Cek Toko Sebelah (CTS) di Piala Citra 2017 dan kesuksesan komersial Susah Sinyal.

"Ini sebenarnya nazar kalau (jumlah penonton Susah Sinyal) melewati CTS (2,6 juta), tapi melewati dua juta juga dilaksanakan. Kemarin Cek Toko Sebelah mendapat Piala Citra buat penulisan skenario, maka gue akan bikin kelas menulis (skenario) gratis di lima kota di Indonesia. Pengumuman berikutnya akan disusulkan," ungkap Ernest.

Sebelumnya, sutradara Angga Dwimas Sasongko juga membuat rencana program serupa sebagai nazar jika Filosofi Kopi 2 menembus 800 ribu penonton. Kendati capaian komersial tak memenuhi target, Angga menyatakan akan tetap mengajar kelas produksi film di SMK beberapa kota setelah syuting Wiro Sableng selesai.

Komitmen Angga Dwimas Sasongko Penuhi Nazar Mengajar Secara Gratis

 


(ELG)