Segarnya Kehadiran Pahlawan Lugu

   •    09 Juli 2017 11:28 WIB
film asing
Segarnya Kehadiran Pahlawan Lugu
(Foto: Marvel Studio)

Metrotvnews.com, Jakarta: Masih ingat dengan kemunculan Spiderman dalam film Captain America: Civil War tahun lalu? Nah, sejak Rabu (5/7), film tentang pahlawan super ikonis itu mulai tayang di bioskop Tanah Air, berjudul Spider-Man Homecoming.

Sejauh ini film yang dibintangi Tom Holland sebagai Peter Parker merupakan film pahlawan super terbaik di tahun ini. Berbeda dengan kebanyakan film tentang pahlawan super, bahkan jika dibandingkan dengan film-film Spiderman sebelumnya, kali ini Peter Parker hadir dengan karakter lugu yang menyegarkan.

Dia digambarkan sebagai remaja kikuk yang tidak terlalu populer di sekolah, tapi memiliki identitas rahasia sebagai pahlawan super. Jon Watts tidak banyak berkutat dengan kisah soal cara Peter mendapatkan kekuatannya yang rasanya semua orang tahu, yakni akibat gigitan laba-laba. Dia juga tidak menjadikan kematian paman Ben yang mestinya bisa Peter selamatkan sebagai konflik utama.

Malahan, penonton diajak menyelami pergulatan batin Peter Parker sebagai remaja yang berharap mendapat pengakuan lewat jalan sebagai pahlawan super bersama para Avengers. Menjadi pahlawan super ialah satu-satunya yang membuat Peter bahagia. Di sisi lain, perjuangan menjadi pahlawan super memakan waktunya, bersinggungan dengan statusnya di sekolah, mengusik persahabatannya, bahkan menjadi kendala dalam upayanya memikat gadis pujaan hatinya.

Jenuh

Film ini berlatar waktu beberapa bulan setelah Tony Stark (Robert Downey Jr) merekrutnya dan melibatkan Spiderman dalam pertarungan sebagaimana tampak di Captain America: Civil War. Peter mengira sejak hari itu hidupnya akan berubah lebih seru, dengan lebih banyak pertarungan bersama Avengers. Dia tidak sabar untuk segera beraksi kembali. Namun, dia ternyata disuruh kembali ke sekolah, dijanjikan dikabari bila dibutuhkan. Panggilan itu nyatanya tak pernah datang, meninggalkan Peter yang tadinya penuh semangat, akhirnya dilanda kejenuhan.

Tanpa diminta, dia menggunakan kostum Spiderman dan beraksi. Dia mencari momen-momen ketika pahlawan super mungkin dibutuhkan, ketika ada penjahat atau kadang sekadar nenek tersesat yang membutuhkan petunjuk jalan.

Tanpa sengaja, dia menemukan sekawanan penjahat yang menjual senjata mematikan hasil modifikasi yang memadukan teknologi alien dengan teknologi canggih buatan manusia. Dia berusaha mengontak Tony Stark untuk memberitahu soal kasus itu. Sayangnya dia cenderung disepelekan dan temuannya dianggap tidak terlalu besar hingga memerlukan Avengers turun tangan. Stark bahkan terus mengingatkan dia agar menjaga diri tetap aman, menjauhi bahaya.

Kelemahan

Lewat aksi peran Tom Holland sebagai Spiderman, sosok Peter Parker menunjukkan kelemahan yang jarang tampak di karakter pahlawan super lain. Dia memiliki sifat keras kepala dalam upaya membuktikan dirinya kepada Iron Man alias Tony Stark dan semua orang yang meragukannya.

Di sisi lain, mudah sekali untuk jatuh hati pada Peter Parker yang lugu ini. Dia merepresentasikan remaja masa kini dalam upaya meraih eksistensi. Peter yang banyak bicara sering membuat vlog kegiatannya saat sedang beraksi. Lalu kendati merahasiakan identitasnya, video Spiderman saat beraksi pun tersebar di Youtube. Dari awal hingga akhir, film ini menyegarkan dengan banyak adegan yang mengundang tawa.

Para penulis naskah yang mengangkat film ini dari kisah komik Marvel untuk layar kaca itu pun patut diacungi jempol. Mereka membuat jalinan cerita yang saling bertautan, menjadikan kehidupan Peter sebagai anak sekolah, persahabatan dan kisah cintanya, juga terkait dengan kasus yang mesti dia atasi sebagai Spiderman. (MI/Hera Khaerani)


(DEV)

Menjaga Nyawa Clubeighties

Menjaga Nyawa Clubeighties

1 week Ago

Menjaga nyawa grup musik selama sembilan belas tahun bukan perkara mudah. Terlebih, dengan diti…

BERITA LAINNYA