Alasan Sutradara Syuting Wonder Woman dengan Film Seluloid

Purba Wirastama    •    23 Mei 2017 12:24 WIB
wonder woman
Alasan Sutradara Syuting Wonder Woman dengan Film Seluloid
Patty Jenkins (Foto: wikimedia/gage skidmore)

Metrotvnews.com, Jakarta: Sutradara Patty Jenkins tetap memilih medium film seluloid untuk pengambilan gambar film Wonder Woman. Kendati menyukai beberapa hal baru tawaran teknologi digital, Patty menganggap medium tradisional seluloid punya keistimewaan.

"Ada mitos aneh bahwa kita mampu melakukan segala hal di (medium) digital. Jika benar demikian, mengapa semua kreator film besar masih syuting dengan film (seluloid)?" kata Patty seperti dilansir dari Comicbook.

"Apakah karena pengetahuan mereka minim? Apakah karena mereka lebih sembrono? Apakah mereka tak bisa pindah ke hal baru? Tidak. Itu karena ada jenis eskapisme agung yang diberikan film seluloid kepadamu, yang harus diusahakan dengan sangat keras di video (digital)," lanjutnya.

Menurut Patty, medium seluloid punya hasil akhir dengan cita rasa kualitas yang lebih baik. Dia mengibaratkan medium digital dengan film, seperti komedi romantis picisan dengan komedi ala Coen Brothers.

"Hasil akhir film kita bisa seperti rom-com (komedi romantis) picisan, atau seperti film Coen Brothers. Itu semua tergantung dunia yang kita masuki," ujarnya.

Coen Brothers, Joel David Coen dan Ethan Jesse Coen, adalah duo kreator film yang dikenal lewat beberapa karya beraliran komedi gelap. Mereka juga dikenal lebih suka menggunakan medium seluloid dalam pengambilan gambar. Karya mereka antara lain Fargo (1996), The Big Lebowsky (1998), A Serious Man (2009), dan Inside Llewyn Davis (2013).

Dalam wawancara dengan No Film School, Coen bersaudara pernah menyatakan bahwa Inside Llewyn Davis adalah film terakhir mereka yang dikerjakan dengan medium seluloid. Namun film berikutnya Hail Caesar! (2016), seperti diberitakan Variety, kembali digarap dengan seluloid bersama sinematografer Roger Deakins.

"Jika kita mau membayar lebih untuk aktor bintang lima dibandingkan seseorang yang belum pernah berakting, atau jika kita mau membayar lebih untuk set yang lebih baik, mengapa kita begitu keberatan mengeluarkan dana lebih banyak untuk syuting dengan medium terbesar dalam sejarah film. Aku tak pernah paham," ungkap Patty.

Wonder Woman adalah film panjang kedua Patty Jenkins sebagai sutradara setelah Monster (2003). Film ini bercerita tentang Diana Prince (Gal Gadot), prajurit setengah dewa yang bertemu dengan agen rahasia Amerika Steve Trevor (Chris Pine) yang terdampar di perairan Themyscira, tempatnya tinggal. Dari Steve, Diana mengetahui bahwa di luar sana sedang terjadi perang dunia dan tergerak pergi untuk mengakhirinya.
 
Film hasil kerjasama DC dan sejumlah rumah produksi ini dijadwalkan tayang pada awal Juni 2017.


(ELG)

Renjana Base Jam Bernostalgia

Renjana Base Jam Bernostalgia

5 days Ago

"Sesuai lagu kita yaitu, Jatuh Cinta dan Rindu. Bagaimana mengenang awal orang 'jatuh …

BERITA LAINNYA