Lima Fakta Film Dunkirk

Purba Wirastama    •    22 Juli 2017 18:03 WIB
trailer dunkirk
Lima Fakta Film Dunkirk
Adegan Dunkirk (Foto: warnerbros)

Metrotvnews.com, Jakarta: Dunkirk, film garapan Christopher Nolan terbaru, telah tayang di bioskop sejak Jumat 21 Juli 2017. Film ini merupakan adaptasi kisah nyata yang terjadi di perairan Pantai Dunkirk Prancis pada musim panas 1940, ketika 400ribu tentara Inggris dan sekutu Prancis dikepung oleh tentara Jerman.

Berikut lima fakta mengenai film Dunkirk, yang dirangkum Metrotvnews.com dari catatan produksi film dan sejumlah sumber.


1. Adaptasi kisah turun temurun di Inggris

Dalam lingkup Eropa, Perang Dunia II dimulai pada September 1939. Menurut catatan National Geographic dan Britannica, Inggris dan Prancis mendeklarasikan perang melawan Jerman, sebagai respon atas invasi Polandia yang dilancarkan oleh pasukan Nazi pimpinan Adolf Hitler.

Evakuasi Dunkirk, atau Operasi Dinamo, berlangsung setahun kemudian selama sepekan pada 26 Mei - 4 Juni 1940. Waktu itu pasukan Jerman telah menguasai Belanda, Belgia, Luksemburg, dan sebagian wilayah Prancis. Ratusan ribu tentara Inggris yang diperbantukan, terdesak bersama tentara Prancis di pesisir utara.


Adegan Dunkirk (Foto: warnerbros)

Jalan keluar satu-satunya adalah lewat laut menuju daratan Inggris yang berjarak sekitar 45km. Namun kapal perang Inggris sulit merapat dan Jerman melancarkan serangan ke Dunkirk kendati tidak terlalu agresif. Pemerintah Inggris pun membuat Operasi Dinamo. Perahu-perahu sipil dikerahkan untuk menjemput. 330 ribu orang berhasil selamat, dari target awal yang hanya 45 ribu.

Prestasi ini meningkatkan kepercayaan diri tentara sekutu dan warga sipil Inggris, serta kerap disebut sebagai mukjizat Dunkirk. Kisahnya diceritakan turun temurun di kalangan masyarakat Inggris, seperti halnya Indonesia mengingat sejarah perangnya sendiri, misal Pertempuran Surabaya 10 November 1945.

"(Kisah Dunkirk jadi) salah satu yang ingin aku ceritakan sejak cukup lama. Seperti kebanyakan orang Inggris, aku besar dengan legenda tentang evakuasi Dunkirk dan kemenangan yang diperoleh di ujung kekalahan. Itu adalah bagian besar dari budaya kita. Sejarah ini telah mendarah daging," ujar Nolan, dikutip dari catatan produksi.


2. Tiga perspektif dengan latar berbeda

Sejak proyek dimulai, Nolan ingin menceritakan evakuasi tersebut lewat tiga perspektif berbeda sesuai lokasi. Ada sekumpulan tentara di pantai, orang-orang yang datang menjemput dengan perahu, serta pilot yang mencoba melindungi mereka dari atas. Sejumlah tokoh fiksi dibuat untuk membingkai peristiwa dari ketiga tempat. Setiap alur bertemu hingga sampai pada gambaran yang lebih besar.  


Adegan Dunkirk (Foto: warnerbros)


"Chris (Nolan) tidak ingin menaruh dialog apapun ke para pahlawan nyata ini, atau mengubah kisah mereka demi alasan waktu atau efek dramatis, dan memutuskan bahwa pendekatan cerita terbaik adalah menggunakan tokoh fiksional berdasar berbagai elemen temuan selama riset," ujar Emma Thomas, istri Nolan yang juga menjadi produser, dikutip dari catatan produksi.


3. Syuting di luar studio dan lokasi asli

Terkait pengambilan gambar, Nolan bersikukuh menghindari efek digital dan CGI sebisa mungkin. Sebagian besar syuting dilakukan di pantai, laut, serta udara. Bagi Nolan, bekerja dengan hal-hal dan orang-orang sungguhan akan berujung pada hasil yang mendalam dan menarik penonton ke dalam cerita. Beberapa pemain mengakui situasi ini membantu mereka mendalami karakter dan cerita.

Keseluruhan pengambilan gambar dilakukan di Prancis, Belanda, Inggris, dan Los Angeles. Untuk set pantai Dunkirk, syuting dilakukan di lokasi asli di pesisir utara Prancis. Waktunya juga dipilih berdekatan dengan kejadian asli, yaitu Mei hingga Juni, ketika wilayah tersebut baru saja memasuki musim panas.

"Saat awal, kami merasa tidak perlu mengambil gambar langsung di sana dan mencari beberapa kemungkinan lain. Namun begitu melihat kenyataan tempat serta keunikan geografis (pantai Dunkirk), tak dapat dielakkan bahwa kami harus syuting di sini, apapun tantangan yang ada. Kami pun jalan," ujar Nolan.


Adegan Dunkirk (Foto: warnerbros)

Tim menyisir lokasi tersebut untuk mengecek sisa senjata yang belum meledak dan terkubur di pasir. Mereka juga membangun ulang dermaga panjang. Namun cuaca tidak terlalu bagus dan tidak setenang ketika hari-hari krusial evakuasi 1940 terjadi. Ombak kencang yang menjadi badai sempat merusak set dermaga. Perubahan mendadak cuaca juga membuat tim lebih kewalahan menjaga kesinambungan visual.


4. Pemain ragam generasi
Belasan pemain terlibat untuk memerankan para tokoh ensambel. Mereka datang dari ragam generasi. Ada pendatang baru di dunia akting film, seperti Fionn Whitehead, Tom Glynn-Carney, dan Harry Styles. Ada aktor muda Jack Lowden dan Aneurin Barnard.

Lalu ada sejumlah aktor senior seperti James D’Arcy, Barry Keoghan, dan Kenneth Branagh, dan Mark Rylance. Juga ada aktor langganan Nolan, yaitu Cillian Murphy dan Tom Hardy. Keduanya bermain di Inception dan trilogi The Dark Knight.


5. Kombinasi kamera film 65mm reguler dan IMAX

Seluruh gambar film Dunkirk, yang berdurasi 106 menit, merupakan hasil rekaman film seluloid format 65mm. Menurut Indiwire, sekitar 75% direkam dengan kamera IMAX 65mm dan sisanya dengan kamera 65mm reguler. Artinya, detail gambar jauh lebih kaya dibanding hasil rekaman film seluloid yang kebanyakan menggunakan format 35mm. Sebelumnya Nolan juga menggunakan kamera film IMAX untuk beberapa film, tetapi tidak seluruh bagian.

Film ini diputar di bioskop dalam beberapa format proyeksi, termasuk IMAX 70mm. Penyebutan teknis ini barangkali membingungkan. Namun secara sederhana, 65 dan 70 merujuk pada format serupa. Proyektor IMAX 70mm tetap memutar hasil film format 65mm. Menurut SlashFilm, layarnya pun jauh lebih besar dengan ukuran 30 x 23 meter dan relatif lebih kotak dibanding layar bioskop reguler.


Adegan Dunkirk (Foto: warnerbros)

Sayangnya, jika ingin mendapat pengalaman menonton sebagaimana film ini dibuat, penonton tidak akan dapat melakukannya di Indonesia. Baru sebagian kecil bioskop di dunia yang memiliki format proyeksi ini.

Untuk Indonesia, layar yang dikatakan IMAX baru tersedia di jaringan bioskop 21Cineplex. Itu pun jauh lebih kecil dibanding ukuran asli. Menurut keterangan di situs 21Cineplex, layar IMAX mereka berukuran 20 x 11 meter, yang merujuk ke bioskop Gandaria. Bioskop IMAX di Kelapa Gading memang lebih besar, tetapi hanya 24 x 14 meter.


 


(ELG)