Japanese Film Festival Digelar Lagi di Empat Kota Indonesia

Purba Wirastama    •    15 Oktober 2017 16:47 WIB
festival film
Japanese Film Festival Digelar Lagi di Empat Kota Indonesia
Memoirs of a Murderer (foto via JFF)

Metrotvnews.com, Jakarta: Japanese Film Festival dari Agency of Cultural Affairs of Japan digelar lagi di Indondesia untuk kali ketiga. Dalam gelaran tahun ini, JFF telah berlangsung di Denpasar dan akan diadakan lagi di Jakarta, Makassar, serta Yogyakarta.

JFF Bali menyisip ke program Festival Film Balinale pada 30 September 2017. JFF Jakarta akan menjadi acara terpisah pada 2-7 November 2017 di bioskop CGV Grand Indonesia.

JFF Makassar dikelola bersama Rumata' Art Space dan Kinotika dengan ruang pemutaran di bioskop XXI Mall Ratu Indah Makassar pada 24-26 November 2017. Terakhir, JFF Jogja akan berkolaborasi dengan Jogja-NETPAC Asian Film Festival pada 1-8 Desember 2017.

Jadwal pemutaran belum tersedia di situs web id.japanesefilmfest.org. Menurut pihak JFF, sudah ada sedikitnya 20 judul film Jepang berbagai aliran yang akan menjadi sajian festival.

Ada laga Memoirs of a Murderer  (Yu Irie), roman Drowning Love  (Yuki Yamato), komedi My Uncle  (Nobuhiro Yamashita), dokumenter Tora-san of Goto  (Masaru Oura), serta omnibus Asian Three-Fold Mirror: Reflections (Brillante Ma Mendoza, Isao Yukisada, Sotho Kulikar).

Ada juga empat film animasi, yang tiga di antaranya buatan Studio Ghibli. Ada Rudolf the Black Cat (Kunihiko Yuyama & Motohori Sakakibara), Ponyo On The Cliff By The Sea, My Neighbor Totoro, serta Princess Mononoke.

Salah satu yang menarik adalah film laga kriminal Memoirs of a Murderer, yang diadaptasi dari film Confession of Murder  (Byung-gil Jung). Pada 1995, terjadi pembunuhan berantai yang memakan lima korban jiwa. Polisi Wataru Wakimura menangani kasus tetapi rekan dia terbunuh. Tidak terpecahkan, kasus bernama Tokyo Strangler ini lantas ditutup oleh  kepolisian.

22 tahun setelah kejadian, terbit buku berjudul Watashi ga Satsujinhan desu (Aku Seorang Pembunuh). Sang pengarang, Masato Sonezaki, mendeskripsikan diri sebagai pembunuh berantai atas kasus 1995. Dia datang secara khusus dalam acara jumpa pers peluncuran bukunya.



Dokumenter Tora-san of Goto  tak kalah menarik karena merekam perjalanan 22 tahun sebuah keluarga di Pulau Goto, Nagasaki. Toru Inuzuka adalah pembuat mie udon Goto ternama dan garam natural dari pulau tersebut. Dia dibantu istri dan tujuh anaknya, yang setiap pagi membuat udon sebelum berangkat sekolah. Waktu berjalan hingga anak-anak tumbuh besar, menikah, dan membangun keluarga.

JFF merupakan festival buatan The Japan Foundation yang digelar di beberapa negara, terutama Asia Tenggara dan Australia, demi misi pertukaran budaya. JFF pertama kali diadakan di Indonesia pada 2015 dan dikelola oleh Agency of Cultural Affairs of Japan dengan dukungan The Japan Foundation, Kedutaan Besar Jepang,serta Japan Image Council.
 


(DEV)

Danilla, Bayangan atas Sakratulmaut dan Merayakan Kegamangan Hidup

Danilla, Bayangan atas Sakratulmaut dan Merayakan Kegamangan Hidup

1 day Ago

Danilla merengkuh segala yang bisa dilakukan oleh seorang penyanyi pendatang baru. Mulai dari m…

BERITA LAINNYA