Ernest Prakasa Menyusupkan Komedi Satire di Film Milly & Mamet

Cecylia Rura    •    11 Desember 2018 17:51 WIB
ernest prakasaFilm Milly dan Mamet
Ernest Prakasa Menyusupkan Komedi Satire di Film Milly & Mamet
Ernest Prakasa. (Foto: Medcom.id/Cecylia Rura)

Jakarta: Selain menjadi sutradara, Ernest Prakasa ikut berperan sebagai aktor di film Milly & Mamet. Komika jebolan Stand Up Comedy Indonesia (SUCI) 2011 ini tampil dalam beberapa scene memakai topi dengan kalimat-kalimat satire.

Mulai dari topi bertuliskan "Gaya DPR Gaji UMR" hingga ditutup dengan "Pewaris Tahta". Menurutnya, tampilan itu sekadar menjadi bumbu komedi dalam film Milly & Mamet.

"Ada yang pesan, ada yang dimasukkan sebagai pesan satire, ada yang cuma iseng doang. Kayak 'Gaya DPR Gaji UMR'," kata Ernest di kawasan Epicentrum, Jakarta Selatan, Selasa 11 Desember 2018.

Peran Ernest sebagai Yongki dalam Milly & Mamet dikatakan ingin memberikan suasana baru yang lebih segar dari film-film sebelumnya. Seperti dalam Cek Toko Sebelah, Ernest memainkan peran eksekutif muda dengan setelan pakaian rapi.

"Biar ada sesuatu yang refreshing saja dari karakter gua. Kayaknya dalam beberapa film selalu rapi, pakai jas, kemeja keren, dandanannya selalu formal. Kali ini pingin selengean. Tapi, tetap kasih pesan jangan nilai orang dari penampilannya aja," tuturnya.

Sebelumnya, Ernest sempat berkelakar sempat ingin memerankan James, peran yang dipegang Yoshi Sudarso. Namun, dia merasa 'kalah' dengan aktor Power Ranger itu.

"Ketika skenario gue bikin, kemungkinan gua cuma dua. Jadi Yongki atau James. Enggak mungkin gua jadi James, enggak pantas saja, kurang dapat kharismanya. Yoshi sudarso itu gila. Sudahlah gue jadi Yongki saja yang lebih beda," katanya.

"Kalau gue jadi James nanti dibanding Cek Toko Sebelah atau Susah Sinyal sama lagi, kantoran lagi, pakai jas lagi, bosan banget, jadi Yongki saja," pungkasnya.


 


(ELG)