Jumlah Bioskop di Indonesia Bertambah tapi Belum Merata

Cecylia Rura    •    15 November 2017 22:40 WIB
film
Jumlah Bioskop di Indonesia Bertambah tapi Belum Merata
Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Trikasih Lembong (Foto: Metrotvnews/Cecylia)

Metrotvnewscom, Jakarta: Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Trikasih Lembong menuturkan dari sisi produksi Indonesia masih mementingkan segi kuantitas. Jumlah bioskop di Indonesia yang terbilang belum merata dijadikan problem utama.

Ia mencontohkan jumlah layar di Indonesia masih di bawah India, negara dengan income per kapita jauh di bawah Indonesia namun memiliki lebih banyak layar bioskop. Terlebih penyebarannya yang masih kurang merata, di mana 43% layar bioskop berbasis di Pulau Jawa.

"Layar bioskop mayoritas masih di Jawa 43% akses layar bioskop. Perkiraan kami hanya ada 13% akses layar bioskop yang layak," ungkap Thomas saat memberikan keynote speech di Akatara Indonesian Film Financing Forum, Hotel Grand Mercure Harmoni, Jakarta Pusat, Rabu, 15 November 2017.

Namun menurutnya, ini sudah jauh lebih baik dibandingkan dengan 10 tahun lalu.

Sebelumnya, Thomas sempat mengutarakan bagaimana dirinya sebenarnya juga ikut terlibat dalam pendirian Blitz Megaplex beberapa tahun lalu. Meski tidak banyak yang tahu munculnya Blitz Megaplex menurunkan harga karcis film higga 70% dalam tiga tahun. Menurutnya, hal ini kemudian menstimulasi masyarakat untuk lebih ingin menonton film.

"Saat itu tahun 2004, waktu cepat sekali berlalu," curhatnya.

Sementara itu, Thomas kembali mengungkapkan, dua tahun lalu pihaknya berhasil melakukan berbagai terobosan bagi seluruh sektor perfilman diperbolehkan mendapat investasi internasional secara penuh.

"Boleh dibilang bukan hanya perbioskopan which is exhibition, tetapi juga distribution, production, investor internasioal tidak diizinkan sama sekali. Dari 0% langsung meloncat menjadi diperbolehkan 100% investasi internasional baik di production, distribution, maupun exhibition," sambungnya.

Sejak saat itu, penggiat bioskop mulai gencar melakukan renovasi dan memperluas jaringan untuk merespons persaingan antar bioskop. Dalam 13 tahun terakhir sejak Blitz Megaplex pertama kali masuk, banyak bioskop kemudian dibangun. Industrinya kian bertumbuh antara 12-17%.


(ELG)