Tollywood, Sandalwood, dan Para Kemenakan Paman Hollywood

Purba Wirastama    •    08 Februari 2018 19:36 WIB
trivia film
Tollywood, Sandalwood, dan Para Kemenakan Paman Hollywood
Papan nama Wellywood yang berubah menjadi Wellington 'tertiup angin' (mattsellars.nz)

Jakarta: Orang mengenal Hollywood sebagai julukan bagi kawasan pusat industri film di dekat pantai barat negeri Paman Sam. Usianya sudah lebih dari 100 tahun dan bahkan telah dimulai lebih dulu sebagai komunitas kecil pada era 1870-an.

Karena popularitas julukan Hollywood, pusat industri film lain di sejumlah negara mengadopsi nama serupa. Misalnya yang sering kita dengar adalah Bollywood, pusat perfilman India yang berbasis di kota Bombay/Mumbai.

Selain Bollywood, Paman Hollywood punya lebih banyak lagi 'kemenakan' pusat industri film. Paling banyak berasal dari Afrika dan Asia Selatan. Ada juga yang berasal dari Eropa serta kawasan Oseania.

Berikut antara lain 12 pusat perfilman yang punya julukan dengan akhiran -wood, baik resmi maupun tak resmi.

1. Tollywood
Julukan ini merujuk ke industri film di Benggala Barat, India. Jika Bollywood merajai kawasan barat laut India, Tollywood menduduki kawasan timur. Julukan diambil dari kota dan bahasa yang menjadi pusat sinema, yaitu Tollygunge. Nama ini bahkan dipakai sebagai julukan lebih dulu daripada Bollywood, yaitu pada era 1930-an.

Tollywood juga dipakai sebagai julukan bagi perfilman Telugu yang berpusat di distrik Andhra Pradesh dan Telangana, 600-an kilometer di sebelah barat daya Benggala Barat. Film-film dari Tollywood berbahasa India Telugu. Waralaba film Baahubali berasal dari pusat industri ini.

Baahubali, salah satu film dari industri film Telugu atau kerap dijuluki Tollywood (via imdb)


2. Sandalwood
Sandalwood merujuk ke pusat industri berbahasa Kannada di distrik Karnataka, bagian barat daya India. Film pertama mereka adalah Sati Sulochana yang dirilis pada 1934. Sejak 2013, industri ini telah membuat lebih dari 150 judul film per tahun. Karnataka juga memiliki ajang penghargaan tingkat distrik.


RangiTaranga, salah satu film dari pusat perfilman Karnataka India, populer dengan julukan Sandalwood (via imdb)


3. Kollywood
Kollywood merujuk ke perfilman berbahasa Tamil yang berpusat di kawasan Kodambakkam di Chennai, kota dekat pantai tenggara India. Film bisu pertama Tamil adalah Keechaka Vadham yang dirilis pada 1918. Film-film Tamil didistribusikan di beberapa negara Asia. Pada 2014, Kollywood membuat lebih dari 300 film.

4. Lollywood
Lollywood adalah industri film tertua di Pakistan, yang berbasis di kota Lahore, Punjab. Selama 1929 hingga 2007, Lahore menjadi pusat sinema Pakistan dengan film-film berbahasa Punjabi atau Urdu. Setelah itu, dominasi industri diambil alih oleh perfilman kota Karachi, yang akrab dijuluki sebagai Kariwood.

5. Nollywood
Nollywood merujuk ke perfilman Nigeria yang bertumbuh setidaknya sejak era 1990-an. Pada 2012-2013, asosiasi pembuat film Nigeria mengelola acara dengan tajuk perayaan 20 tahun Nollywood, terhitung sejak perilisan film rumahan Living in Bondage (1992). Namun acara ini mendapat kontroversi karena beberapa pihak menganggap sinema Nigeria lebih tua lagi.

6. Hillywood
Hillywood merujuk ke perfilman Rwanda, negara tanpa laut di Afrika Timur. Disebut Hillywood karena popularitas Rwanda sebagai 'tanah seribu bukit'. Pusat sinema ini mempunyai Rwanda Film Festival yang diadakan setiap tahun sejak 2005.

7. Ugawood
Ugawood, yang juga dikenal dengan Kinauganda oleh orang lokal, merujuk ke industri film di  Uganda, negara tanpa laut di sebelah utara Rwanda. Film pertama mereka adalah Feelings Struggle yang dirilis pada 2005. Sejak 2013, departemen komunikasi Uganda mengadakan festival film tahunan untuk mempromosikan film-film domestik.

8. Kumawood
Istilah Kumawood merujuk film-film Ghana berbahasa Twi. Industri film di Ghana sendiri sering dijuluki dengan istilah Ghallywood. Pertumbuhan produksi film di negara Teluk Guinea ini mulai meningkat sejak 1980-an. Awalnya adalah film yang langsung dirilis dalam medium rumahan seperti VHS. Salah satu tema film yang populer di Ghana adalah pertarungan antara baik dan jahat dalam bingkai agama Kristen.

9. Wellywood
Wellywood adalah nama informal bagi kota Wellington di Selandia Baru, yang merujuk ke bisnis produksi film dari sutradara Sir Peter Jackson (The Lord of the Rings) serta perusahaan efek visual Weta. Pada 2010, bandara Wellington membuat instalasi papan nama 'Wellywood' tetapi kemudian diganti. Berdasarkan survei publik, papan nama yang baru tertulis 'Wellington' dalam desain huruf 'TON' yang tertiup angin.

10. Somaliwood
Somaliwood merujuk ke industri film berbahasa Somalia yang berpusat di komunitas imigran Somalia di Ohio, AS. Setelah Somalia merdeka pada 1960, kultur perfilman di kalangan imigran ini mulai tumbuh, berbasis pada tradisi dongeng yang hidup dalam masyarakat Somalia. Pada 1975, pemerintah Somalia mendirikan Somali Film Agency. Somaliwood ikut bertumbuh pesat.

11. Hallyuwood
Hallyuwood merujuk ke pusat industri film dan hiburan berbahasa Korea di Korea Selatan. Kata 'hallyu' berarti Korean Wave, istilah untuk menyebut kenaikan popularitas kultur Korea Selatan sejak 1990-an. Pusat industri ini dianggap sebagai satu dari tiga yang terbesar di dunia selain Hollywood dan Bollywood.

12. Tangkiwood
Tangkiwood adalah julukan bagi kampung Tangki di Jakarta Utara, yang sejak 1930-an dihuni oleh sejumlah aktor teater Lokasari yang juga aktif bermain film. Bisnis pertunjukan di Lokasari sempat berjaya, sebelum meredup seiring perkembangan teknologi pertunjukan. Mendiang Laila Sari adalah aktor terakhir yang tinggal di sana sebelum meninggal pada November 2017.



 


(ELG)