Sejarah yang Membuat Sosok Badut Dianggap Mengerikan

Raka Lestari    •    02 Oktober 2017 08:00 WIB
kultur
Sejarah yang Membuat Sosok Badut Dianggap Mengerikan
(Foto: Movieweb)

Metrotvnews.com, Jakarta: Film IT, yang menampilkan badut Pennywise tentunya sangat lekat dalam ingatan penyuka filmnya. Salah satu film horor terbaik dengan daya tarik massa, penghargaan, dan pengaruh pada berbagai generasi yang telah bergerak secara cepat.

Tokoh jahat yang menjadi pemeran utama dalam film ini yaitu Pennywise The Dancing Clown, seorang iblis jahat yang berbentuk badut.

Nama "Pennywise The Dancing Clown" terdengar tidak berbahaya, seperti tokoh-tokoh jahat dalam film lainnya. Apa yang membuat Pennywise, dan badut pada umumnya menjadi terlihat mengerikan?

Profesi ini memiliki sejarah yang cukup panjang. Pada abad pertengahan, profesi ini bertujuan untuk menghibur raja atau ratu, terkadang juga menjadi pengecoh penguasa.

Evolusi badut berikutnya datang dalam bentuk harlequin atau zanni, sesuatu yang wajib ada pada teater Italia. Badut itu adalah penghibur, tetapi sikapnya tidak ramah. Dia sering kasar dan bersikap vulgar, menjadi penyebab dari pertengkaran dan kenakalan yang terjadi. Sebuah artikel Smithsonian pada 2013 membicarakan beberapa peran badut.

"Badut selalu memiliki sisi gelap," kata David Kiser, Direktur bakat Ringling Bros dan Bairnum&Bailey Circus. Bagaimanapun, ini adalah karakter yang mencerminkan komedi dalam masyarakat; akademisi mencatat bahwa candaan mereka biasanya seputar makanan, seks, minuman, dan kebiasan maniak mereka akan sesuatu."

Dan peristiwa pada dunia nyata memainkan peran besar dalam ketakutan yang nyata, bahkan ada ketakukan yang cukup luas mengenai badut pembunuh pada musim panas 2016. Inspirasi dari Pennywise sendiri adalah kasus pembunuhan berantai John Wayne Gacy, yang diberi julukan "Killer Clown" karena menggunakan kostum badut dalam melakukan aksi pembunuhannya.

Sebuah studi di University of Sheffield tahun 2008 menemukan bahwa kebanyakan anak berusia 4-16 tahun tidak menyukai badut.

"Kami menemukan bahwa badut tidak disukai anak-anak," kata Penny Curtis salah satu peneliti utama studi tersebut, kepada BBC.

"Beberapa orang menganggapnya sangat menakutkan dan beberapa lainnya tidak bisa mengemukakan alasannya."


(DEV)

Guruh Soekarnoputra Sebut Orde Baru sebagai Biang Kerok Krisis Kebudayaan Indonesia

Guruh Soekarnoputra Sebut Orde Baru sebagai Biang Kerok Krisis Kebudayaan Indonesia

1 day Ago

Guruh juga mengingatkan jika generasi muda tidak lagi peduli akan bahasa Indonesia yang baik da…

BERITA LAINNYA