Manoj Punjabi Ingin Hapus Stigma Lama MD Pictures

Purba Wirastama    •    19 April 2017 16:56 WIB
film indonesia
Manoj Punjabi Ingin Hapus Stigma Lama MD Pictures
Manoj Punjabi (Foto: metrotvnews)

Metrotvnews.com, Jakarta: Manoj Punjabi, pendiri dan produser MD Pictures, ingin menghapus stigma bahwa rumah produksinya hanya mampu membuat film beraliran drama. Dia mengaku hendak menampung semua aliran kendati tidak selalu cocok dengan seleranya.

"Saya enggak mau stereotype MD hanya bisa bikin drama. Saya mau lari ke semua genre. Selera saya di mana, ya nggak apa-apa," kata Manoj kepada Metrotvnews.com usai jumpa pers film Stip & Pensil di Plaza Indonesia, Jakarta.

MD Pictures, yang barangkali lekat dengan citra MD Entertainment sebagai pabrik sinetron, telah menjadi rumah untuk 36 film sejak 2007. Kebanyakan adalah film horor, komedi, dan drama picisan. Namun enam film sukses dengan penjualan tiket di atas 1,5 juta lembar.

Ada drama religi Ayat-ayat Cinta (2008) dan dua seri Surga yang Tak Dirindukan (2015-2017). Ada film biopik Habibie Ainun (2012) dan Rudy Habibie (2016). Lalu yang terakhir film horor Danur (2017) yang kini masih tayang di bioskop dan mencapai angka penjualan tiket di atas 2,4 juta.

Film Stip & Pensil yang kini mulai tayang, dinilai Manoj sebagai hal baru. Film ini bercerita tentang usaha empat pelajar SMA dari keluarga kaya dalam mendirikan sekolah darurat bagi anak-anak pengamen di satu kampung miskin Jakarta yang tak bersertifikat tanah.

"Bukan biasanya, bukan MD banget, bukan saya banget. Tapi ini dengan terobosan baru. Mudah-mudahan MD bukan (lagi) stereotype drama, tapi bisa horor, komedi, dan nanti bisa action," ungkap Manoj.

Tahun 2017 dapat dibilang sebagai tahun paling ambisius bagi MD Pictures. Setelah merilis empat film, mereka tengah menyiapkan 15 proyek lain. Tujuh film akan dirilis hingga akhir tahun, termasuk Ayat-ayat Cinta 2 dan satu film terbaru dari Joko Anwar.

 


(ELG)

Menjaga Nyawa Clubeighties

Menjaga Nyawa Clubeighties

6 days Ago

Menjaga nyawa grup musik selama sembilan belas tahun bukan perkara mudah. Terlebih, dengan diti…

BERITA LAINNYA