SXSW: Minikino Bali Jalin Kerja Sama dengan Festival Film Austin

Purba Wirastama    •    21 Maret 2018 16:43 WIB
festival film
SXSW: Minikino Bali Jalin Kerja Sama dengan Festival Film Austin
Direktur Program Minikino Fransiska Hariadi bersama Harrison Glaser dan Liz Mims dari Austin Film Festival di SXSW 2018 (minikino)

Texas: Minikino, organisasi festival film pendek internasional yang berbasis di Bali, akan bekerja sama dengan Austin Film Festival (AFF). Kerja sama berupa pertukaran program pemutaran dalam festival film tahunan yang digelar masing-masing organisasi.

Kerja sama ini terjalin lewat pertemuan Minikino dan AFF dalam ajang SXSW 2018 di Austin. Minikino menjadi salah satu delegasi Indonesia yang disokong oleh Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) untuk SXSW.

Kesepakatan baru dalam tahap informal antara direktur program Minikino Fransiska Hariadi dengan direktur kompetisi film AFF Harrison Glaser. Dalam Minikino Film Week (MFW) ke-4 pada 6-13 Oktober 2018 mendatang, film-film yang dibawa AFF akan diputar dalam program tamu. Sebaliknya, dalam AFF ke-25 pada 26 Oktober - 1 November 2018, Minikino akan bertamu dengan sejumlah film-film pendek.

"Kami ingin sinergi jangka panjang. Yang pertama, kami sepakat buka dengan bertukar program film pendek," kata Siska kepada Medcom.id lewat sambungan telepon, Rabu, 21 Maret 2018.

Menurut Siska, selain memperluas jaringan distribusi film, kedua festival akan saling berbagi manfaat lewat penambahan keragaman film. AFF mengemuka sebagai festival yang menyajikan film-film dengan struktur bercerita kuat karena berawal dari kompetisi penulisan naskah. MFW relatif lebih fleksibel karena fokus mencari film eksperimental yang memberi inspirasi baru. Fokus ini akan saling diperkuat satu sama lain.

"Kami sepakat untuk pra-kurasi. Kami bisa mengusulkan 15-20 judul film pendek yang akan mereka tinjau. Nanti akan disaring lagi oleh mereka untuk bisa ditampilkan. Mereka sudah titip pesan, yang mereka cari adalah struktur bercerita yang kuat," tutur Siska.

"Kalau Minikino Film Week, kami mencari film yang bisa memberi inspirasi sehingga bisa membongkar ide yang sudah ada, supaya kita di sini, baik sineas maupun penonton, punya ide baru. Lewat batasan-batasan yang kami inginkan, semoga bisa (bermanfaat) positif bagi keduanya," lanjutnya.

Bagi AFF, ini merupakan kerja sama pertama mereka dengan festival film dari Asia Tenggara, sekaligus pertemuan pertama mereka dengan festival film dari Indonesia. Ini menjadi kesempatan strategis bagi kedua pihak untuk saling membukakan pintu distribusi ke berbagai festival film di kawasan sekitarnya.

"Film pendek Indonesia bisa bertemu dengan penonton Amerika dan sebaliknya. Film-film Amerika dari Austin Film Festival, terutama film pendek, punya para bertutur berbeda. Kita bisa saling melihat dan belajar. Penonton dan sineas bisa memberikan inspirasi dan ide baru. Kami harap dalam jangka panjang bisa bekerja sama," ujar Siska.

"Bagi mereka, Indonesia itu misterius sekali. Mereka belum pernah kerja sama dengan Asia, terutama Asia Tenggara," imbuhnya.

Selain Minikino, Bekraf hadir di SXSW bersama sejumlah delegasi bisnis rintisan digital. Ada perangkat rekam Seruni Audio, chatbot Kata.ai, material bangunan berbahan limbah Mycotech, produk robotika Saft7robotics, pelajaran bahasa Squline, investasi peternakan Vestifarm, studio gim Digital Happiness, dan Telkomsel NextDev. Sebagian besar telah bertemu dengan rekan kerja baru lewat ajang ini.

 


(ELG)

Akhir Perjalanan Raja Festival Rock Log Zhelebour

Akhir Perjalanan Raja Festival Rock Log Zhelebour

1 week Ago

Log memastikan bahwa dalam waktu dekat, dia akan pensiun total dari bisnis pagelaran musik, ter…

BERITA LAINNYA