Juri Berharap Film-film Eagle Award 2017 Punya Gugatan Kuat

Purba Wirastama    •    01 Agustus 2017 19:28 WIB
eagle awards documentary competitioneagle documentary
Juri Berharap Film-film Eagle Award 2017 Punya Gugatan Kuat
Eagle Award 2017 (Foto: Dok. MI)

Metrotvnews.com, Jakarta: Tiga juri Eagle Award 2017, Yenny Wahid, Mudji Sutrisno, dan Riri Riza, telah memilih lima finalis dari 10 tim yang lolos ke tahap presentasi ide film dokumenter. Menurut mereka, usulan-usulan tersebut punya sejumlah gagasan yang menangkap masalah di dunia pendidikan, termasuk soal ketidakhadiran negara.

"Gagasan-gagasan film ini menangkap setiap masalah di dunia pendidikan, menyadarkan kita akan luasnya persoalan dunia pendidikan, sekaligus menginspirasi kita akan kemungkinan partisipasi masyarakat dalam memecahkan kebuntuan."

"Film-film ini juga diharapkan kembali mengingatkan pentingnya kehadiran negara, untuk menjawab tantangan pendidikan di berbagai daerah," kata Riri dalam program Pitching Forum Eagle Award 2017 di Metro TV beberapa waktu lalu.

Kini lima tim finalis mendapat program bimbingan dan dukungan pendanaan dari Yayasan Eagle untuk mewujudkan ide tersebut menjadi film dokumenter pendek berdurasi 20-25 menit. Karena durasi terbatas, para juri berharap para pembuat film dapat menemukan fokus cerita dan menyajikannya dengan daya pikat visual yang baik.

Mereka juga sepakat bahwa kelima usulan cerita mengandung gugatan tentang ketidakhadiran pemerintah dalam menyelesaikan persoalan masyarakat, terutama yang berhubungan dengan pendidikan atau praktik cerdas. Eagle Award kali ini secara khusus memang mengangkat tema 'Indonesia Cerdas'.

"Sikap (terhadap persoalan) itu, sebagai pembuat film, perlu ditunjukkan. (Anda punya) gugatan apa? Kehadiran anda sebagai pembuat film itu harus kuat." ujar Riri saat ditemui usai Pitching Forum.

"Diharapkan film ini jadi film yang signifikan untuk berbicara tentang Indonesia hari ini. Praktik cerdas itu ada di mana-mana," imbuhnya.

Berikut daftar judul lima finalis Eagle Award 2017 beserta gambaran singkat mengenai isu dan subjek yang hendak mereka sorot.

1. Aujat, Melawan Realitas
Protus Hyasintus Asalang dan Handrianus Koli Basa hendak memotret usaha seorang pelajar di Boven Digul, Papua, yang mendapat hambatan pendidikan karena stigma negatif dari lingkungan sosial.

2. Di Atas Genteng
Ika Yuliana dan Sangga Arta Witama hendak memotret usaha tokoh desa Jatisura, Jawa Barat, dalam menjaga identitas desa tersebut sebagai daerah penghasil genteng dan kampung seni.

3. Mendengar Senyuman
Ineu Rahmawati dan Akad Syamifudin hendak memotret perjalanan seorang guru tunanetra di Panti Sosial Bina Netra Tan Miyat, Bekasi, dalam upaya menjadikan teater sebagai kegiatan membangun kepercayaan diri para penyandang tunanetra.

4. Melukis Mimpi Anak TKI di Sarawak
Ineu Rahmawati dan Akad Syamifudin hendak memotret aktivitas sekolah non-formal yang dikelola oleh relawan dan komunitas buruh Indonesia di Serawak, Malaysia.

5. Sekolah Kolong Tanpa Seragam
Syamsudin dan Samsuddin hendak memotret dinamika kegiatan sekolah alam alternatif bagi anak-anak korban konflik agraria di Mamuju, Sulawesi Barat.




(ELG)

Radhini, Awal Menuju Jalan Panjang

Radhini, Awal Menuju Jalan Panjang

14 hours Ago

Perempuan 29 tahun itu mengawali debut karier sebagai penyanyi solo melalui singel Cinta Terbes…

BERITA LAINNYA