Cerita di Balik Judul Film Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak

Purba Wirastama    •    13 Mei 2017 17:25 WIB
film indonesia
Cerita di Balik Judul Film Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak
Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak (Foto: cinesurya)

Metrotvnews.com, Jakarta: Judul film Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak arahan Mouly Surya barangkali mengundang pertanyaan. Menurut Mouly, dia membuat sendiri judul ini dari tiga hal di dalam film.

Pertama adalah nama tokoh utama Marlina. Mouly mengaku, sebelum proyek dimulai, dia belum pernah mengenal Sumba beserta budayanya, termasuk nama-nama perempuan dari Sumba. Mouly lalu menjelajah internet dengan mesin pencari Google dan kata kunci 'perempuan Sumba'. Dia menemukan unggahan video di YouTube beserta berita terkait.

"Ada video seorang guru SD kalau enggak salah. Dia di ruang guru lagi joget disko, direkam, di-upload. (Dia) diprotes. Namanya Marlina," kata Mouly dalam konferensi pers di Plaza Indonesia Jakarta.

Guru SD yang dimaksud Mouly adalah Marlina Bili, guru magang pelajaran bahasa Inggris di Waingapu, Sumba Timur. Video rekaman tersebar dan sempat menjadi viral. Marlina Bili, menurut Mouly, memegang teguh prinsipnya. Meskipun diprotes, Marlina menyatakan bahwa dia tidak bermaksud melukai siapapun dan menari hanya ketika jam istirahat.

"Waktu itu saya mendapat impresi yang cukup kuat ketika menonton video. Ya sudah, Marlina, lucu namanya," tukas Mouly.

Kedua soal pembunuh. Alasannya sederhana. Tokoh utama film membunuh perampok yang menyerangnya. Jadilah Marlina seorang pembunuh.

Ketiga tentang empat babak. Frasa ini merujuk pada struktur narasi film yang memang dibagi ke dalam empat babak. Pembagian sudah ada dalam lima halaman ide cerita yang diberikan Garin Nugroho kepada Mouly, Rama Adi (penulis dan produser), dan Fauzan Zidni (produser). Waktu itu Garin memberi judul Cerita Perempuan.

"Treatment (film) Mas Garin sudah terbagi dalam empat babak. Ada judul dan tema masing-masing dengan premis yang sama (dengan skenario yang dikembangkan Mouly dan Rama)," ujar Mouly.

Ketiga konsep tersebut digabungkan dan menjadi Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak. Jika ini terasa agak tidak lazim, dua film Mouly sebelumnya dapat dikatakan demikian. Judul film fiksi. (2008) ditulis beserta tanda titik. Film kedua berjudul What They Don't Talk When They Talk About Love (2013), yang dalam bahasa Indonesia sering disingkat menjadi Tidak Bicara Cinta.

"Menyenangkan judul kita (film Marlina), karena film kita jadi berada di antara film kekerasan, tapi juga ada nilai kayak opera begitu. Ada rasa anggunnya sedikit. Marlina itu enggak sadis, tapi anggun," tukas Mouly.

Film Marlina bercerita tentang Marlina (Marsha Timothy), seorang janda di Sumba yang tinggal sendiri di atas bukit. Suatu hari, sekawanan perampok datang dan menyerang. Marlina membela diri dan memenggal kepala bos perampok (Egy Fedly), lalu pergi membawa kepala tersebut ke kantor polisi.

Film ini akan tayang perdana pada 24 Mei 2017 dalam program Directors' Fortnight di Festival Film Cannes. Sementara untuk Indonesia, Cinesurya menjadwalkan penayangan di bioskop mulai Oktober mendatang.



 


(ELG)